BNNP NTT: Tidak Ada Hukuman Fisik Bagi Pecandu Narkoba

oleh -298 views
Dari kiri Penanggungjawab Klinik Pratama BNNP NTT(dr. Saud Samosir), Kepala Seksi Pasca Rehabilitasi BNNP NTT (Marselinus Openg), Kabid Rehabilitasi Narkoba BNNP NTT (Stef Joni Didok, SH), Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP NTT (Yullie Beribe) pada Konferensi Pers Bersama BNNP NTT (12/11/2019)

KUPANG, suluhdesa.com – BNNP Mencatat per November 2019 ini ada 36000 pengguna narkoba di NTT. Dari jumlah ini BNNP berhasil merehabilitasi sebanyak 60 orang. Jumlah ini sedikit karena alasan keluarga korban pecandu narkoba atau pecandu sendiri enggan melapor ke BNNP.

Demikian hasil konferensi pers Badan Narkotika Nasiona Provinsi Nusa Tenggara Timur atau BNNP NTT pada Selasa, 12 November 2019 kemarin di Kantor BNNP NTT, jalan Palapa Kota Kupang.

Hadir sebagai narasumber dalam konferensi pers tersebut Penanggungjawab Klinik Pratama BNNPT sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP NTT [dr. Saud Samosir] dan Kepala Seksi Pasca Rehabilitasi BNNP NTT [Marselinus Openg] serta Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP NTT [Yullie Beribe] dan Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP NTT [Stef Joni Didok, SH].

Baca Juga:  Pasangan Suami Istri Pengedar Narkoba di Pontianak Berhasil Dibekuk Polisi

Di hadapan para wartawan, Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP NTT [Stef Joni Didok, SH] menjelaskan faktor dibalik keberhasilan merehabilitasi jumlah tersebut antara lain karena pelaksanaan kegiatan penguatan rehabilitasi milik instansi pemerintah dan komponen masyarakat yang efektif dan efisien serta tepat sasaran.

Selain itu karena hubungan kerjasama yang baik BNNP NTT dan BNNK jajaran dengan stakeholders dan pemegang kebijakan. Lalu komitmen yang tinggi dari para stakeholder penyelenggara rehabilitasi milik instansi pemerintah.

Lalu terkait pertanyaan mengapa hanya 60 orang dari jumlah 36000 orang? Joni Didok menjawab karena kurangnya kesadaran dan pemahaman dari korban penyalah guna/pencandu narkoba dan keluarga/kerabat tentang program rehabilitasi berkelanjutan sehingga enggan melapor untuk mengikuti rehabilitasi dan pasca rehabilitasi.

Baca Juga:  BNN Kabupaten Belu Ajak Para Guru Berantas Narkoba

Selain itu karena stigma masyarakat terhadap korban penyalah guna/pencandu narkoba merupakan aib dan dapat dihukum apabila melapor diri untuk direhabilitasi.

Terkait hal ini juga Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP NTT, Yullie Beribe menegaskan bagi keluarga korban pencandu narkoba atau pencandu sendiri yang mau datang melapor dan minta tolong untuk direhabilitasi, BNNP akan menjamin kerahasiaan identitas korban.

BNNP juga menjamin tidak akan memberi hukuman fisik tetapi rehabilitasi atau terapi pemulihan. Proses hukum pencandu narkoba tetap berjalan tetapi pengadilan akan memutuskan rehabilitasi.

“Kami jamin tidak ada hukuman fisik bagi korban pecandu narkoba yang melapor. Bahkan kerahasiaan identitas korban pencadu Narkoba, lanjut Jullie, di jaga dan tidak dibuka ke publik.” Tandas Yullie Beribe.

Baca Juga:  Polda Jatim Gagalkan Peredaran Narkotika 40 Kg Jenis Tembakau Gorila

Joni Didok lanjut membeberkan rencana aksi Bidang Rehabilitasi BNNP NTT ke depan antara lain memetakan kembali lembaga rehabilitasi milik instansi pemerintah dan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat yang akan diberi penguatan operasional.

Selain itu melakukan sosialisasi program rehabilitasi bagi pencandu dan atau penyalahguna narkoba sebagai solusi terbaik dalam usaha menurunkan jumlah pecandu [demand reduction] narkoba.

Termasuk meningkatkan peran stakeholders untuk ikut brpartisipasi mendukung program rehabilitasi bagi pecandu dan atau penyalahguna narkoba. (kos//kos)