BNNP NTT Berhasil Di Bidang Pemberantasan Peredaran Narkoba

oleh -249 views
Badan Narkotika Nasional NTT saat memberikan materi pemberantasan peredaran narkotika dan proses rehabilitasi penggunanya

KUPANG, suluhdesa.com – Badan Narkotika Nasional (BNNP) NTT pada tahun 2019 telah berhasil melaksanakan tugas utama di bidang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang menjadi tanggung jawab organisasi berkaitan dengan program Rehabilitasi Berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP NTT, Stef Joni Didok, SH kepada awak media, Selasa (12/11/19) di aula Kantor BNNP NTT.

Menurut Stef, capaian kinerja bidang Rehabilitasi BNNP NTT diantaranya rehabilitasi milik instansi pemerintah dan rehabilitasi milik komponen masyarakat.

Dijelaskan juga bahwa rehabilitasi instansi pemerintah sebanyak 12 fasilitas dengan petugas rehabilitasi sebanyak 25 orang melalui pelatihan intervensi psikososial dengan capaian yaitu: RSUD Naibonat, RSUD Soe, RSUD Kefamenanu, RSUD Kalabahi, RSUD Hillers, RSUD Umbu Rara Meha.

Baca Juga:  Reporter Dari Washington DC Wawancarai Marius Jelamu Terkait Taman Komodo

Sementara itu ada 3 puskesmas yaitu: puskesmas Sikumana, Kota Kupang, Labuan Bajo dan Uma Nen.
Untuk Klinik Pratama juga ada 3 yaitu: Klinik pratama BNNP NTT, BNN Kota Kupang, BNNK Belu.

Lebih lanjut dijelaskan juga BNNP NTT telah melakukan layanan rehabilitasi penyalahguna, korban penyalahguna dan pecandu narkotika sebanyak 58 orang(93,33%).

Sedangkan untuk pecandu yang terkait proses hukum dilakukan asesemen melalui tim asesemen terpadu yakni: tim hukum dan medis yang beranggotakan BNNP NTT, Polda NTT, Kejaksaan Tinggi NTT dan Kanwil Kementrian Hukum dan HAM NTT dengan target 12 orang realisasi 8 orang (66,67%).

Terkait rehabilitasi milik komponen masyarakat ada 4 fasilitas yaitu: Yayasan Warna Kasih, Yayasan Mensa Lembata, Yayasan Yakestra Maumere, Yayasan Mitra Harapan Soe. Dengan korban sebanyak 10 orang sementara dalam proses klem oleh yayasan Mensa Lembata.

Baca Juga:  MAWU dan Galeka Uyelewun Kupang Audiensi Dengan Satgas Covid-19 NTT

Sementara itu, dr. Daulat Samosir, Penanggung Jawab Klinik Pratama BNNP NTT sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rahabilitasi BNNP NTT menuturkan bahwa secara teknis pihaknya menggunakan metodologi yang komprehensif dalam menangani penyalahguna, korban penyalahgunaan dan pecandu narkotika.

“Di sini kita melakukan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan pascarehabilitasi. Untuk rehabilitasi medis ditangani oleh saya dan rekan-rekan beserta dan stake holders lainnya atau yang kita sebut dengan sistem rujukan, manakala terjadi kasus-kasus kegawatdaruratan yang memerlukan terapi intervensi medical mentosa,” jelasnya.

Menurut dr. Daulat Samosir penanganan pecandu narkoba harus ditangani segera mungkin. Disampaikan juga Kota Kupang secara khusus sudah mulai ada perubahan penggunaan zat-zat lain.

“Ini harus menjadi perhatian juga. Sebagai contoh obat nyeri itu adalah golongan obat keras tapi dibeli dikonsumsi lalu disalahgunakan secara sembarangan. Saat ini trend penyalahgunaannya sudah mulai ke arah sana seperti obat antidepresan, obat obat batuk dan sebagainya itu disalahgunakan,” terangnya

Marselinus Openg, Kepala Seksi Pascarehabilitasi BNNP NTT menjelaskan bahwa target untuk pascarehabilitasi tahun 2019 sebanyak 60 orang, yang terdiri dari 30 reguler dan 30 di rawat jalan.

Baca Juga:  Sore Ini LP3K Nasional Launching Logo dan Mars Pesparani II

Kegiatan pencegahan kekambuhan, kegiatan seminar pengembangan diri, memberikan motivasi-motivasi agar korban bisa membangun kepercayaan diri, mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri dan keluarga mereka.

Selain kegiatan seminar pengembangan diri ada kegiatan pasca rehabilitasi seperti: kegiatan Family Support. (vrg/vrg)