oleh

Kepada Roh Leluhur

-Sastra-324 views

SAJAK, suluhdesa.com – Sajak ini adalah karya Agust G Thuru, salah seorang Jurnalis senior yang berdomisili di Bali. Tulisan ini mengangkat nilai budaya di Kampung Tradisional Maghilewa di lereng gunung Inerie. Selamat membaca.

Para leluhurku di kampung-kampung sunyi
Kupercaya tidak pulas dalam sejarah
Waktu yang terus mengalir
Adalah jalan panjang bagimu berjaga
Tak pernah lelah menyusupkan cinta
Pada rentang kehidupan anak cucumu

Baca Juga:  Salib Ini Bukan Punyamu

Di kampung-kampung setua usiamu
Yang masih bertengger di kesepian
Pada lereng gunung dan bukit-bukit hijau
Tangan-tangan keriput terus merangkul
Ari-ari anak cucu yang tertanam waktu
Sambil berbisik: Mengapa kamu berkhianat?

Di loka nua* Maghilewa dan Jere
Pada keheningan kampung Watu dan Leke
Kupercaya roh kalian bersemadi
Pada kubur-kubur batu alam
Terus menunggu anak cucu datang
Menyapa dengan upacara ti’i ka puju pia*

Tulang belulang kalian di tanah leluhur
Telah dibiarkan terlantar tanpa gundukan
Meski kalian tak pernah sejenakpun pergi
Dari kampung-kampung adat leluhur kami
Hari demi hari rohmu terus membisik
Kapan kamu pulang anak cucuku?

Baca Juga:  Adalah Kita

Di kampung-kampung pada lereng gunung
Keringatmu semerbak aroma bunga cengkeh
Seperti kalian hembuskan asap rokok lontar
Dan percikkan ludah sirih di Kalingate*
Menunggu bulan upacara tiba
Dan kalian bisa bercanda dengan anak keturunan

Denpasar, 30 Oktober 2019

Keterangan:

  • Loka nua:Halaman kampung
  • Ti’i ka puju pia: Upacara memberi hormat pada leluhur
  • Kalingate: Halaman rumah adat

Komentar

News Feed