Kampung Tradisional Maghilewa Di Ngada (1)

oleh -2.524 views
Lokasi Kampung Adat Maghilewa di Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, NTT

BAJAWA, suluhdesa.com – Masyarakat Kabupaten Ngada boleh berbangga diri karena di tengah arus perubahan masih tetap mempertahankan kearifan lokal warisan leluhurnya. Salah satu warisan leluhur itu adalah kampung adat atau kampung tradisional lengkap dengan ornamen budayanya.

Kampung-kampung tradisional itu tersebar hampir di seluruh wilayah Ngada. Meski demikian pengaruh perubahan jaman dan pola pandang masyarakatnya telah menjadikan beberapa kampung tradisional mengikuti perubahan jaman tersebut.

Kampung-kampung tradisional di sekitar kota Bajawa, Langa, Mangulewa dan lain-lain telah cenderung berubah meski tetap mempertahankan pola kampung. Perubahan terutama dari postur rumah adat yang tidak lagi mengikuti bentuk aslinya. Atap alang-alang umumnya diganti dengan seng. Rumah adat pun dibangun tidak lagi mengikuti arsitektur warisan leluhur.

Baca Juga:  Kaum Muda Saat Ini Bermental Instan dan Hanya Mau Menjadi PNS

Meski banyak kampung yang cenderung modern tetapi ada sejumlah kampung yang masih mempertahankan keasliannya. Salah satunya adalah kampung Maghilewa.

Asli di Kesunyian

Kampung tradisional Maghilewa terletak di lereng selatan Gunung Inerie, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kampung tersebut, sampai saat ini masih mempertahankan ciri arsitektur warisan leluhur. Meski pun dibandingkan dengan tigapuluh tahun lalu dimana kampung ini menjadi pemukiman yang ramai, kini kampung Maghilewa bagaikan Firdaus yang ditinggalkan penghuninya yang eksodus ke tepi pantai.

Di tengah kesunyian, dengan tawaran alam yang senantiasa menghijau di sepanjang tahun kampung Maghilewa bagaikan Firdaus, surga yang ditelantarkan. Udaranya yang segar dengan panorama Gunung Inerie dan Laut Sawu sesungguhnya membuat kampung ini benar-benar sebuah Surga.

Baca Juga:  Cegah Corona, Himakeb Kupang Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Kota Bajawa

Dari Ribuan Tahun

Sejak kapan keberadaan kampung Maghilewa? Inilah sebuah pertanyaan yang sulit dijawab. Tidak ada warisan literatur tertulis yang menjelaskan sejak kapan dan oleh siapa kampung itu ada dan didirikan .

Dari warisan tuturan lisan leluhur, konon orang Ngada berasal dari Sina One, dari tempat yang gelap. Mereka menjadi manusia perahu dan menyeberang ke Jawa, Bali, Lombok, Raba Bima Sumbawa, Sumba dan mendarat di Lege Lapu, muara sungai Wae Mokel. Dari situlah manusia perahu itu tersebar ke seluruh Ngada.

Baca Juga:  Kunjungi SDK Ruto Dan SDK Nunupada, Arnoldus Wea Bagikan Tas Sekolah Gratis

Menurut tuturan lisan yang penulis dengar dari para orang tua, kampung pertama adalah di Lekogenga. (Saya lupa nama kampungnya). Seorang pemburu bernama Aleksander Bele Moi membenarkan bahwa bekas kampung seperti ture, tiang batu megalith masih ada sampai sekarang.

Mungkin karena bencana kampung itu berpindah ke Wolorao yang dikenal dengan nama Nua Mulu. Bekas-bekas tiang rumah adat dari batu dan ture (Mesbah) masih ada sampai sekarang.

Mungkin karena bencana penghuni kampung Nua Mulu pun berpindah lagi. Sebagian berpindah ke Kampung Leke, sebagian lagi ke Kampung Watu dan yang lain ke Kampung Maghilewa dan Kampung Jere. (Bersambung)

Oleh: Tinus Ghedodeghe (Jurnalis Tinggal di Bali)