BPTP NTT Gelar Panen Simbolis Jagung Varietas Lamuru

oleh -522 views
BPTP NTT gelar panen jagung vatietas Lamuru

KUPANG, suluhdesa.com – BPTP NTT sudah banyak menghasilkan penelitian namun belum teraplikasi dengan baik oleh pengguna, baik di tingkat pengusaha, pemerintah daerah maupun petani. Permasalahan disebabkan karena kurang promosi atau sosialisasi tentang inovasi yang diperoleh.

Hal ini disampaikan Ir. Adriana Bire, M.Si dalam sambutannya pada kegiatan Temu Lapang Bimtek Tematik Panen – pasca panen- Temu lapang dan panen simbolis jagung varietas Lamuru tanggal 28/10/2019 di Desa Pariti Sulamu.

Menurut Adriana, untuk mempercepat inovasi teknologi yaitu dengan memanfaatkan sumberdaya petani. Temu Lapang sebagai salah satu media penyampaian teknologi unggulan yang dihasilkan oleh Balai penelitian Komoditas(Balit) dan BPTP kepada petani.

Baca Juga:  Kodim 1604/Kupang Gelar TMMD Ke-108 di Desa Oebesi

Kegiatan Temu Lapang ini juga dimaksudkan untuk peningkatan komunikasi, koordinasi dan desiminasi hasil inovasi teknologi Balitbangtan melalui Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan, Mendukung swasembada pangan terintegrasi Desa Mandiri Benih (SL-DBM) tahun 2019.

Dijelaskannya, melalui Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan, Mendukung swasembada pangan terintegrasi Desa Mandiri Benih (SL-DBM) ini diharapkan petani memiliki kemampuan untuk memproduksi benih jagung varietas unggul baru secara mandiri dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Adriana mengatakan tujuan kegiatan temu lapang ini untuk menumbuhkan kemampuan petani menerapkan inovasi teknologi produksi benih varietas unggul jagung, memotivasi petani menjadi calon penangkar benih yang mampu menyediakan benih jagung bermutu juga mempercepat adopsi inovasi produksi benih jagung spesifik lokasi.

Baca Juga:  Kodim 1604/Kupang Asah Latihan Menembak

“Petani diajarkan untuk menyiapkan benih yang berkualitas melalui sekolah lapang ini,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Nusa Dua, Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Lasarus Noach mengatakan, ini kali pertama panen jagung sejak dikembangkan untuk penanaman jagung lamuru seluas 1 hektar.

“Dengan adanya pendampingan dari BPTP NTT melalui sekolah lapang hasilnya luar biasa. Selama ini kami pakai cara biasa dan hasil jagung tidak terlalu baik. Tetapi sejak pendampingan dari BPTP hasilnya sangat maksimal,” ungkapnya

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sambangi Nelayan Perbatasan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang P. Sialagan menyampaikan juga desa Pariti diharapkan bisa menjadi desa mandiri, menjadi contoh di wilayah kabupaten Kupang serta menjadi sentra produksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Ini menjawab revolusi lima P yang dicanangkan Bupati Kupang khususnya petani untuk mencapai masyarakat yang sejahtera.

Hadir kelompok tani desa Pariti, para petani, penyuluh, peneliti BPTP NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Kepala Desa, Camat dan tamu undangan lainnya. (vrg/vrg)