Kelas Inspirasi Di SMAK Pali, Arnoldus Wea: Anak SMA Jangan Hanya Gaya

oleh -1.202 views
Para siswa SMAK St. Kristoforus Pali

BAJAWA, suluhdesa.com – Arnoldus Wea penggagas Gerakan Dhegha Nua pada Rabu (23/10/2019) mengunjungi Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) St. Kristoforus Pali pukul 11.00 wita dan diterima Kepala SMAK Longginus Beso dan para guru.

Di hadapan para guru dan para siswa SMAK, Longginus Memperkenalkan Arnoldus Wea.

Longginus menekankan kepada para siswa jika mau mencapai sesuatu harus melewati proses.

“Sebagai motivasi kalian harus berjuang untuk menggapai apa yang dicita-citakan. Silakan belajar dari Kakak Arnoldus Wea. Saya mengenal baik Arnoldus dan keluarganya. Arnoldus sampai menjadi begini karena usaha dan kerja keras.” kata Longginus.

Saat bertemu para siswa SMAK Arnoldus Wea memperkenalkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya, memperkenalkan masa sekolah.

“Usai tamat SMA sebelum masuk kuliah saya buat minyak kelapa dengan mengumpulkan kelapa di kebun lalu olah dan jual supaya bisa kuliah. Sebelum kerja sempat menganggur. Lalu saya sempat tes jadi pramugara dan menjalani pendidikan selama 3 bulan setelah kuliah,” cerita Arnoldus.

Baca Juga:  HARDIKNAS 2020; Pendidikan yang Membebaskan

Menurut Arnoldus untuk menjadi sukses harus menguasai Bahasa Inggris.

“Anak SMA jangan hanya gaya tetapi otak kosong. Pesan saya yang utama harus rajin belajar. Selain itu harus belajar komputer. Harus bisa menulis. Menulis adalah salah satu cara mentransferkan apa yang dipikirkan ke dalam bahasa. Menulis adalah transformasi ide. Kalian belum terlambat untuk mulai belajar menulis. Saya berharap para siswa dapat menulis dan guru-guru pun terlibat di dalamnya. Untuk mencapai sukses harus kerja keras dan percaya diri,” ajak Arnoldus.

Baca Juga:  Bekali Generasi Muda Dengan Nilai Anti Korupsi

Arnoldus kepada para siswa menjelaskan jika ingin berkembang maka jangan minder atau rendah diri.

Lanjut Arnoldus mengisahkan jikalau semasa dirinya mengenyam pendidikan di sekolah menengah ia memberanikan diri masuk ke dalam organisasi sekolah supaya bisa diterima teman-teman.

“Waktu itu saya merasa rendah diri karena saya dari kampung dan tidak bisa seperti anak-anak kota. Akan tetapi saya menyadari kelemahan saya ini maka saya mengolah diri dengan belajar banyak hal. Sehingga prestasi saya waktu itu meningkat. Lalu satu hal saya ingatkan supaya yang berprestasi pun harus tetap merendah, jangan berpuas diri dengan apa yang dicapai saat ini,” tegas Arnoldus.

Baca Juga:  Viktor dan Jos; STFK Ledalero Harus Menjadikan SDM Orang NTT Berkarakter

Para siswa SMAK yang hadir dengan antusias itu diberi motivasi untuk mencapai cita-cita.

Di akhir kelas inspirasi Arnoldus Wea mengucapkan terima kasih untuk kehadiran para siswa serta semangat yang mereka miliki.

Kunjungan Ke SDI Sewowoto Pukul 12.30 wita.

Di Sekolah Dasar Inpres Sewowoto Kristoforus Ronge, S. Pd bersama 7 orang guru menerima Arnoldus Wea dan tim Gerakan Dhegha Nua.

“Atas nama lembaga saya menyampaikan kepada Arnoldus yang telah mengunjungi kami, memberikan kelas inspirasi bagi anak-anak SD dan memberikan rejeki bagi anak-anak kami. Agak sulit kita temukan orang-orang seperti ini yang berhati mulia,” ucap Kristoforus singkat.

Pada kesempatan itu Arnoldus membagikan tas sekolah gratis kepada 35 siswa SD. (fwl/fwl)