Pemerintah Kabupaten Ngada Bangun Jalan Baru di Kecamatan Inerie

oleh -583 views
Salah satu alat berat sedang menggusur jalan baru di Kecamatan Inerie

BAJAWA, suluhdesa.com – Pemerintahan Kabupaten Ngada, Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngada memulai pembukaan jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada. Proyek senilai Rp 1,2 miliar lebih ini mulai dikerjakan awal September 2019 dan direncanakan selesai dalam waktu 120 hari kalender.

Seperti disaksikan media Suluhdesa.com pada Selasa (22/10/2019), pengerjaan penggusuran yang dimulai dari belakang kampung tradisional Maghilewa, Desa Inerie kini telah menunjukkan secara fisik 30 persen. Proyek dengan nilai kontrak Rp 1.200.200.750 dikerjakan oleh CV. Permai.

Sesuai perjanjian konstruksi paket pekerjaan, ruas jalan kabupaten ini melalui lokasi Sebowuli-Waepara-Ruto, di Desa Sebowuli-Desa Inerie, Desa Warupele 1 dan Warupele 2.

Ada pun lokasi jalan baru ini melewati lokasi di lereng gunung Inerie dan belum ada pemukiman. Namun lokasi dimana jalan ini direncanakan merupakan kantong-kantong perekonomian masyarakat Kecamatan Inerie . Sebab di lereng gunung Inerie itu menjadi lokasi lahan pertanian masyarakat terutama tanaman perdagangan seperti kakao, pala, cengkeh, vanili dan lain-lain.

Proyek jalan lintas lereng gunung tahun anggaran 2019 ini diharapkan dapat memacu semangat masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui pengolahan lahan secara profesional. Kepala Desa Inerie Benediktus Milo yang ditemui Suluhdesa,com di kampung tradisional Maghilewa pada Selasa (22/10/2019) pukul 09.00 wita mengatakan menyambut gembira pembukaan jalan baru yang melintasi kantong-kantong perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Satu Abad SDK Inerie-Malapedho (4); Ketika Para Murid Belum Berseragam

“Saya menyambut gembira pembukaan jalan baru tersebut. Saya berharap jalan baru yang meretas isolasi antar wilayah bisa memberi dampak ekonomi,” ujar mantan guru ini.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Beny ini mengatakan dirinya sebagai pejabat desa bersyukur karena pembebasan lahan untuk ruas jalan tidak bermasalah. Masyarakat merelakan tanaman untuk digusur.

Baca Juga:  Mayat Yang Terlantar

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Inerie yang merelakan tanah mereka digusur. Tanaman kelapa, pisang, pohon mahoni, cengkeh dan lain-lain turut digusur tanpa meminta ganti rugi. Ini bukti masyarakat sadar manfaat jalan bagi mereka dan paham bahwa tanah punya fungsi sosial,” ujarnya (Agust G Thuru/at)