, ,

Manfaatkan Dana Desa, Pemdes Oeltua Melatih Para Pelaku Tenun Ikat

oleh -656 views
Kelompok tenun ikat di Desa Oeltua

KUPANG, suluhdesa.com – Pemeritah Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT memanfaatkan sebagian dari Dana Desa untuk melatih para pelaku usaha tenun ikat di desa. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Pelatihan Teknis Pewarnaan/Pencelupan Kain Tenun.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 18 Oktober 2019 di halaman Kantor Desa Oeltua.

Pelatihan dimaksud merupakan kerjasama Pemerintah Desa Oeltua dan Organisasi Kampung Tenun Alor-Kota Kupang dengan melibatkan sebanyak 50 orang ibu pelaku usaha tenun ikat di desa.

Hadir dalam pelatihan tersebut para pemangku kepentingan terkait di desa seperti aparat RT, RW, Dusun, Pemdes dan BPD.

Ditemui di lokasi kegiatan, Kepala Desa Oeltua, Danial Mananel mengungkapkan hal melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan ini yakni kualitas produk tenun ikat yang dihasilkan para pelaku usaha tenun ikat di desa, yang selama ini masih terkendala kelunturan sehingga mempengaruhi pasar produk tenun ikat.

Menjawab persoalan tersebut, lanjut Danial, Pemerintah Desa Oeltua dan stakeholders di desa dalam kerjasama dengan Rumah Tenun Ikat Kampung Alor Kupang membantu memfasilitasi kegiatan pelatihan pewarnaan kain tenun bagi para pelaku usaha tenun ikat di desa dengan memanfaatkan dana desa.

Kades Danial juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat turut mempertahankan tenun ikat sebagai salah satu produk budaya Orang Timor yang bernilai filosofis dan sosial serta ekonomis.

“Tenun ikat ini bagian dari budaya kita dan harus dipertahankan, tidak boleh hilang. Kegiatan ini bagian dari upaya mempertahankan budaya dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.” Tandas Kades Danial.

Ketua PKK Desa Oeltua, Maria Margareta Ceunfin yang ditemui Media suluhdesa.com pasca pelatihan tersebut mengungkapkan harapannya kepada peserta pelatihan agar dapat melanjutkan hasil belajar di rumah dan atau di kelompok masing-masing. Khususnya soal teknis pencelupan benang yang tepat dan benar untuk menghasilkan kualitas warna yang baik produk tenun ikat.

“Sementara ini kami ibu-ibu PKK di desa lanjut menenun di rumah dengan tetap menerapkan hasil belajar kemarin di kantor desa.” Beber Maria Ceunfin.

Ketua PKK itu juga mengungkapkan kelompok tenun ikat binaannya sementara ini sedang melakukan inovasi daur ulang barang bekas plastik yang dikombinasikan dengan sisa-sisa produk tenun ikat menjadi barang aksesories bernilaine ekonomis seperti tas, dompet, anting, gelang.

Harga jual masing-masing produk tersebut fariatif yang berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 100.000.

Saat diwawancarai, Maria Ceunfin sedang mempersiapkan anggotanya untuk berangkat ke civic center Oelamasi guna mengikuti persiapan pameran tenun ikat di tingkat Kabupaten Kupang yang sesuai rencana akan berlangsung tanggal 23 hingga 25 Oktober 2019.

Sementara itu apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat desa Oeltua, Largos Ogot. Ia mengharapkan potensi tenun ikat dan kreatifitas serta inovasi daur ulang sisa produk tenun ikat ditingkatkan melalui perhatian serius Pemerintah Desa.

“Kalau bisa dianggarkan dalam APBDES.” Tandas Largus. (kos/kos)