Kelas Inspirasi Di SDK Malapedho, Arnoldus Wea Ajak Para Siswa Jangan Minder

oleh -845 views
Arnoldus Wea saat memberikan kelas inspirasi di SDK Malapedho, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, NTT

BAJAWA, suluhdesa.com – Arnoldus Wea melalui Gerakan Dhegha Nua (ingat kampung/bangun kampung) yang digagasnya sangat menaruh perhatian pada dunia pendidikan. Terlebih pada pendidikan dasar.

Setelah mengunjungi dan membagikan tas sekolah gratis kepada para siswa Sekolah Dasar Katolik Ruto di Desa Warupele I dan Sekolah Dasar Katolik Nunupada di Desa Waebela pada Jumat (18/10/2019), Arnoldus Wea kembali mengunjungi Sekolah Dasar Katolik Malapedho di Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, NTT pada Sabtu (19/10/2019) pukul 09.00 wita.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/10/18/kunjungi-sdk-ruto-dan-sdk-nunupada-arnoldus-wea-bagikan-tas-sekolah-gratis/

Di SDK Malapedho, Arnoldus Wea diterima oleh Kepala SDK Malapedho Adriana Iju, S. Pd di ruang kerjanya.

Para guru senior SDK Malapedho seperti Stanis Wua, Dince Bhoki, Yasinta Igo juga menerima Arnoldus Wea dalam kunjungan tersebut.

Arnoldus Wea kepada Media Suluhdesa.Com mengungkapkan perasaan bahagianya karena kembali mengunjungi sekolah tersebut. Sebab menurutnya dua puluh tahun silam dirinya dibentuk di tempat itu.

“Ini seperti nostalgia. Pembagian tas sekolah gratis di SDK Ini oleh tim, saya sendiri tidak hadir. Nah dalam kesempatan agenda kegiatan yang sangat padat di Kecamatan Inerie saya berupaya menyambangi SDK Malapedho ini. Ada sejarah dan ikatan emosional yang tidak bisa dilepaskan dengan lembaga ini. Selain saya yang bersekolah di sini. Bapak saya Almarhum Hendrikus Keo dan Kakek saya Arnoldus Wea adalah guru yang mengabdikan hidup mereka di sini secara total,” ungkap Arnoldus.

Kepada Adriana Iju Kepala SDK Malapedho, Arnoldus Wea juga Gerakan Dhegha Nua yang merupakan gerakan membangun kampung, dan juga menjelaskan tentang pembagian tas gratis untuk guru-guru dan para siswa yang disupport oleh Yayasan Arnoldus Wea.

“Saya akan mendatangkan teman-teman yang multi profesi untuk memberikan motivasi bagi anak-anak. Sebagai contoh ada teman saya yang pramugari, Pengawal Presiden, dan lain-lain akan saya ajak ke sekolah ini sehingga anak-anak dapat bertemu langsung dengan mereka ini. Supaya anak-anak memahami jika profesi seperti itu sebenarnya sangat mudah dicapai jika rajin belajar dan kerja keras. Jadi tidak beranggapan lagi kalau profesi pramugari, pilot, atau General Manager hanya milik orang-orang kota,” tandas Arnoldus.

Baca Juga:  Insentif Guru Lingkup Dinas P Dan K Provinsi NTT Dibayar Desember Ini

Dalam kesempatan itu Arnoldus Wea memuji SDK Malapedho karena tertib administrasi.

Adriana Iju Kepala SDK Malapedho di hadapan Arnoldus Wea dan Tim mengatakan jika SDK Malapedho baru saja merayakan 100 tahun berdirinya dan saat ini siswa berjumlah 63 orang, jumlah guru 9 orang termasuk Kepala Sekolah dan pegawai berjumlah 2 orang.

Arnoldus Wea diberi kesempatan untuk memberikan kelas inspirasi kepada para siswa SDK Malapedho dan disambut antusias dengan yel-yel oleh anak-anak dan berdoa bersama.

Arnoldus Wea pun memperkenalkan diri, memperkenalkan tim Gerakan Dhegha Nua, Memperkenalkan Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua kepada para siswa SDK Malapedho.

Arnoldus Wea saat memberikan kelas inspirasi menceritakan kehidupan sekolah, dan kuliahnya.

Arnoldus mengisahkan kehidupan sekolahnya di SDK Malapedho dan SMPK Pancakarsa, SMAN 1 di Bajawa, dan kuliah di Jurusan Hubungan Internasional di UPN Veteran Jogjakarta.

Arnoldus Wea di hadapan anak-anak menjelaskan bahwa dirinya bekerja di perusahaan pertambangan batu bara di Jakarta dengan hasil pertambangan batu bara di Kalimantan dan Sumatera dari tahun 2006-2019 sebagai General Manager dengan tugas mengontrol para manager di setiap perusahaan di Kalimantan dan Sulawesi dan jumlah karyawannya 4.700 orang.

“saya menjadi seperti ini karena hasil kerja keras dan rajin belajar,” jelas Arnoldus.

Dirinya meminta anak-anak agar jangan merasa minder atau rendah diri. Jangan takut saat bergaul dengan orang lain. Anak-anak harus berani dan diberi kesempatan bertumbuh dengan baik.

Menurut Arnoldus ada 3 aspek kunci keberhasilan bagi para siswa SD. Pertama harus bisa berbahasa dengan baik, kedua harus mampu mengoperasikan komputer, yang ketiga harus mampu menulis.

Baca Juga:  Merumahkan Anak Sekolah Oleh Pemprov NTT Harus Dilihat Sebagai ‘Aksi Puasa’

Guru-guru juga diajak untuk membudayakan membuat tulisan atau mengarang kepada anak-anak.

Di tengah kelas inspirasi anak-anak diberi kesempatan untuk menyampaikan cita-cita mereka.

Arnoldus mengapresiasi cita-cita yang disebut oleh para siswa SDK Malapedho. Ia mendorong anak-anak untuk rajin belajar dan membentuk diri secara disiplin.

“Saya mengajak ana-anak untuk banyak membaca dan rajin belajar. Kebiasaan saya belajar itu saat pagi hari setelah bangun pagi. Saya biasanya merendam kaki saya di dalam ember berisi air supaya jangan mengantuk. Saat ini kepada adik-adik saya berikan kesempatan untuk berdiskusi,” ucap Arnoldus.

Seperti yang dilakukannya di SDK Ruto, SDK Nunupada, di SDK Malapedho para siswa kelas 4-6 diberi tugas untuk membuat tulisan dengan tema cita-cita. Pada tanggal 26 Oktober 2019 tim Arnoldus Wea akan menyeleksi dan yang hasilnya bagus akan diberikan hadiah.

Selain Arnoldus memberikan motivasi kepada para siswa SDK Malapedho, ia juga mengajak para siswa untuk melakukan pola hidup sehat.

Guru Stanis Wua memberi kesan tentang Arnoldus Wea. Pada masa kecilnya Arnoldus adalah anak yang mandiri.

Menurut Guru Stanis, Arnoldus selalu bekerja terlebih dahulu baru meminta hasil, tidak malu untuk bekerja apa saja.

Di akhir kegiatan Kepala SDK Malapedho mengucapkan terima kasih kepada Arnoldus Wea dan tim Gerakan Dhegha Nua yang rela menyambangi sekolah ini.

“Kami akan datang lagi dengan agenda yang berbeda. Kegiatan kami adalah gerakan sosial dan kemanusiaan. Ini non politik dan kami tidak akan mengijinkan siapa pun memasukan unsur politik ke dalam kegiatan ini. Nanti di sekolah ini juga kami agendakan pelatihan menulis bagi para guru,” tutup Arnoldus.

Bertemu Rekan-Rekan Alumni SMAN 1 Bajawa Tahun 2001

Usai mengunjungi SDK Malapedho dan memberikan kelas inspirasi kepada para siswa, Arnoldus Wea bersama tim Gerakan Dhegha nua mengunjungi spot wisata bahari yang sangat indah di pantai Leko Ena di Desa Warupele I, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, NTT pukul 11.00 wita.

Baca Juga:  Satu Abad SDK Inerie-Malapedho (5); Penduduk Kampung Yang Turun Gunung

Di tempat wisata pantai Leko Ena, Arnoldus bertemu dengan rekan-rekan alumni SMAN I Bajawa tahun 2001 sambil rekreasi bersama.

Di hadapan rekan-rekannya, Arnoldus memberikan penegasan diantaranya kegiatan arisan sebagai wadah untuk kumpul bersama dari multi profesi dan arisan dibuat mulai Bulan November 2019.

“Saya secara pribadi menyadari bahwa sangat penting untuk membuat komunitas Alumni 2001. Saya berharap tidak ada pemaksaan. Kita harus memilih ketua dan wakil. Saya melihat hal yang tidak direncanakan justru lebih menarik teman-teman. Dalam alumni ini kita membuat struktur dan membuat program,” usul Arnoldus.

Salah seorang rekan Arnoldus menyarankan supaya perhimpunan alumni yang akan mereka bentuk harus memperkuat pendidikan dasar di Kabupaten Ngada.

“Di arisan itu kita bertemu teman-teman dan berdiskusi tentang alumni dan mengajak para alumni untuk turut serta membangun sekolah-sekokah di Ngada. Barangkali kita bisa turut serta dalam reuni akbar. Intinya tidak membebani teman-teman. Tetapi ini wadah untuk mempersatukan,” katanya.

Arnolsus Wea mengucapkan terima kasih untuk kehadiran teman-temannya.
Arnoldus mengatakan keinginannya untuk membangun pariwisata dan membentuk komunitas yang fungsinya memperkuat kapasitas masyarakat.

Ketua Arisan Alumni SMAN 1 Bajawa 2001. Dominikus J. Suri atau Donce kepada Media Suluhdesa.Com mengatakan jika dirinya sangat bahagia karena dapat bertemu dan berkumpul dengan rekan-rekan alumni SMAN I Bajawa Tahun 2001.

“Lebih dari ini esensi perhimpunan alumni ini adalah kebersamaan dan ke depan kami akan membuat kegiatan yang menyentuh langsung persoalan masyarakat dan pendidikan dasar di Kabupaten Ngada,” urai Donce.

Kegiatan temu alumni oleh Arnoldus Wea dan Tim Gerakan Dhegha Nua di pantai wisata Leko Ena berakhir pukul 15.00 wita setelah santap siang dan Jai bersama di atas hamparan pasir yang halus. (Frids Wawo Lado/fwl)