Kunjungi SDK Ruto Dan SDK Nunupada, Arnoldus Wea Bagikan Tas Sekolah Gratis

oleh -1.516 views
Arnoldus Wea membagikan tas sekolah saat melakukan kunjungan ke SDK Ruto

BAJAWA, suluhdesa.com – Arnoldus Wea yang merupakan pendiri Yayasan Arnoldus Wea dan penggagas Gerakan Dhegha Nua (gerakan ingat kampung/membangun kampung oleh perantau) mengunjungi Sekolah Dasar Katolik Ruto di Desa Warupele I dan Sekolah Dasar Katolik Nunupada di Desa Waebela dan membagikan tas sekolah kepada para siswa SD. Kedua Sekolah Dasar Katolik (SDK) ini berada di Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/08/28/aldo-wea-kaum-milenial-harus-ingat-kampung-pulang-kampung-dan-bangun-kampung/

Kunjungan dan pembagian tas di SDK Ruto terjadi pada Jumat (18/10/2019) pukul 07.00 wita. Sedangkan di SDK Nunupada dilakukan pada hari yang sama pukul 10.00 wita.

Arnoldus Wea atau Aldo atau Aldus ini didampingi oleh Marcella Anastasia sang istri dan tim Gerakan Dhegha Nua. Dalam kunjungan ke kedua lembaga pendidikan dasar itu selain membagikan tas gratis kepada para siswa juga memberikan motivasi belajar bagi para siswa SD untuk memanfaatkan waktu sekolah dan belajar dengan sebaik-baiknya sehingga diharapkan anak-anak ini menjadi orang-orang hebat yang mampu bersaing dalam dunia global saat ini.

Arnoldus Wea datang dan hadir dengan mengatasnamakan Yayasan Arnoldus Wea dengan  Gerakan Dhegha Nua. Dalam penjelasan kepada para guru dan para siswa, Arnoldus Wea mengatakan jikalau Gerakan ini sebagai ajakan bagi segenap orang muda yang merantau untuk ingat kampung, pulang kampung, dan membangun kampung.

“Saya mengajak teman-teman untuk membangun kampung. Misi kami dalam Yayasan Arnoldus Wea dan Gerakan Dhegha Nua ini adalah pengembangan anak sekolah, pengembangan pariwisata, pelatihan guru-guru,” jelas Arnoldus Wea.

Dalam kunjungan tersebut Arnoldus Wea memperkenalkan dirinya, Marcella Anastasia istrinya, dan timnya kepada para guru dan anak-anak.

Arnoldus memberi motivasi kepada anak-anak untuk bersekolah dengan baik sambil membuat yel-yel. Untuk anak-anak yang memiliki atau mendapat rangking satu di kelas atau berprestasi diberi kan hadiah berupa 5 sepatu sekolah dan 1 sepatu bola.

Pada kesempatan itu Arnoldus memberi tugas kepada para siswa kelas 4, 5, 6 SDK Ruto untuk membuat tulisan dengan tema cita-cita. Tulisan tersebut akan diambil tanggal 27 Oktober 2019 dan setelah diseleksi oleh Tim Arnoldus Wea, yang hasilnya bagus akan diberi hadiah.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/09/02/supaya-kita-orang-jangan-hanya-menganga/

Selain itu Arnoldus menjelaskan kepada anak-anak tentang pertambangan sesuai dengan bidang kerjanya dan ditanggapi dengan antusias oleh anak-anak, memperkenalkan Gerakan Dhegha Nua yang dibentuknya, serta mengajak anak-anak untuk melakukan pola hidup sehat dengan contoh sederhana seperti selalu mencuci tangan sebelum makan, selalu mandi dan menyikat gigi.

Arnoldus pun menceritakan jika dirinya bersama istrinya membangun rumah di jakarta dengan jumlah kamar yang banyak untuk guru-guru atau pun masyarakat dari kecamatan Inerie jika ke jakarta untuk melakukan perawatan karena sakit dan membutuhkan tempat istirahat.

Baca Juga:  Kak Seto Ajak Orang Tua Jadi Guru Bagi Anak Saat WFH Perangi Covid-19   

“Ini sebagai bentuk kepedulian saya kepada siapa pun atau para guru yang saat ke Jakarta untuk melakukan perawatan di rumah sakit di Jakarta. Saya buat seperti ini karena ingat saat bapak saya sakit, saat itu kami kesulitan karena penginapan sangat mahal. Jadi jika guru-guru dan masyarakat yang ke Jakarta dan membutuhkan tempat untuk istirahat bisa menghubungi Yayasan Arnoldus Wea,” urai Arnoldus.

Andreas Tea Kepala SDK Ruto pada kesempatan itu berharap supaya para perantau melakukan hal yang sama.

“Jumlah siswa di SDK Ruto berjumlah 82 orang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Arnoldus Wea yang telah datang mengunjungi kami di SDK Ruto. Terima kasih pula karena tim ini membagikan hadiah berupa tas gratis kepada anak-anak sehingga memotivasi mereka untuk belajar lebih giat. Semoga ada Arnoldus Wea-Arnoldus Wea lain yang peduli dengan kampung asal,” ucap Andreas.

Andreas mengungkapkan kendala yang dihadapi sekolah seperti masih banyak anak-anak yang sakit, dan orang tua tidak mampu.

“Dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten juga memberi bantuan akan tetapi itu belum cukup untuk saat ini. Kami kekurangan guru negeri sehingga banyak guru honor. Kami butuh sarana prasarana karena ini bangunan tua. Kami masih butuh untuk kantor yaitu proyektor. kalau boleh kami dibantu untuk alat ini. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan arnoldus yang sudah membuat program seperti ini sehingga memotivasi teman-teman yang lain untuk turut serta membangun desa ini,” kata Andreas.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Desa Warupele I Bonefasius Ghae.


Kunjungan Dan Pembagian Tas Di SDK Nunupada

Usai melakukan kunjungan dan pembagian tas di SDK Ruto, Arnoldus Wea bersama tim mengunjungi SDK Nunupada.

Di SDK Nunupada Arnoldus Wea disambut oleh Kepala SDK Nunupada Sabinus Ghao, S. Pd bersama para guru dan siswa.

Di SDK Nunupada Arnoldus menjelaskan kepada Kepala Sekolah dan para guru tentang gerakan Dhegha Nua.

Arnoldus sekali lagi mengajak para pemuda di tempat perantauan untuk turut serta membangun kampung. Gerakan Dhegha Nua di support oleh yayasan Arnoldus Wea. Hal-hal yang dibuat adalah menyentuh langsung persoalan.

“Saya ingin anak-anak memiliki visi dan mimpi untuk bersekolah dan dapat berjuang serta bersaing dengan orang lain. Target ke depan mau datangkan teman-teman dari multi profesi untuk bertemu anak-anak di setiap sekolah di Kecamatan Inerie untuk memberikan kelas inspirasi. Sehingga anak-anak dapat memiliki mimpi dan meraih apa yang dicita-citakan,” tukas Arnoldus.

Baca Juga:  Lamban Membayar Insentif Guru, Kadis P Dan K NTT Dinilai Tidak Mampu

Sebelum membagikan tas sekolah Arnoldus tidak lupa memperkenalkan diri kepada siswa-siswi SDK Nunupada. Menceritakan tentang masa kecilnya di Malapedho, masa sekolah dan kuliah. Juga memperkenalkan bidang kerjanya di bidang pertambangan. Seperti hasil nikel di Sulawesi dan batu bara di Kalimantan.

“saya mengajak para siswa untuk belajar serta harus berani bersaing dengan orang lain. Kekurangan kita bukan menjadi halangan untuk berkembang menjadi lebih baik. Para siswa jangan merasa minder atau rendah diri jika berada di lingkungan yang baru atau jika bersosialisasi dengan orang baru. Saya juga mengajak para siswa untuk rajin membaca dan menulis, terutama belajar Bahasa Inggris,” pinta Arnoldus.

Seperti yang dilakukannya di SDK Ruto, Arnoldus Wea bersama timnya melakukan hal serupa di SDK Nunupada yakni memberikan tugas kepada para siswa kelas 4-6  untuk membuat tulisan tentang cita-cita minimal satu setengah halaman. Tanggal 27 Oktober 2019 akan dikumpulkan dan diseleksi timnya maka yang bagus akan diberikan hadiah. Sedangkan kepada para siswa yang mendapat rangking atau berprestasi, Arnoldus Wea memberikan hadiah berupa 4 sepatu sekolah dan sepatu bola serta  2 sepatu gereja.

Sabinus Ghao, S.Pd Kepala SDK Nunupada di hadapan para guru dan siswa menceritakan kesannya tentang Arnoldus Wea di masa kecilnya.

Menurut Sabinus, Arnoldus Wea merupakan sosok yang rajin berdoa dan suka membaca saat kanak-kanak.

“Ini motivasi besar untuk anak-anak dan tidak diduga dapat memberikan hadiah tas untuk mereka. Maka kami sangat bahagia. Oleh karena itu kami memberikan kesempatan untuk Arnoldus Wea memberikan motivasi untuk anak-anak SDK Nunupada,” tutur Sabinus.

Paskalia Virginia Gebhe (9) kelas 3 SDK Ruto yang bercita-cita menjadi dokter dan Petrus Geanluigi Wago Ega (12) Kelas 6 SDK Nunupada yang memiliki cita-cita menjadi Pastor Katolik saat diwawancarai Media Suluhdesa.Com mengaku senang karena diberi hadiah tas.

“Ini membantu kami supaya kami dapat menyimpan buku-buku sekolah dan kami dapat membawa ke sekolah sehingga buku-buku tidak rusak. Terima kasih Om Arnoldus Wea dan Tanta Marcella Anastasia,” jawab Virgin dan Petrus sambil tersenyum malu-malu.

Di akhir pembagian tas sekolah, kepada pihak SDK Nunupada, Arnoldus Wea mengucapkan terima kasih kepada Kepala SDK Nunupada dan para guru atas sambutan yang diberikan sehingga dapat bertemu dengan para siswa.

Baca Juga:  LKTD Galeka Uyelewun Kupang, Melahirkan Kader Pemimpin

“Ke depan saya mau datangkan para dokter spesialis untuk memberi kelas inspirasi. Kami akan datang lagi di Kecamatan Inerie dan Kecamatan Aimere. Selain itu kami mensupport Komunitas Wisata Leko Ena. Bulan depan akan kami kunjungi sekolah di Paupaga, Pali, Wae Mi. Saya berharap kita saling berkoordinasi. Anak-anak kita beri motivasi untuk belajar dan berkembang jadi baik. Rencananya ke depan akan kami kunjungi semua sekolah. Target kami setiap bulan itu untuk 3 sekolah. Gerakan ini non politik. Mengenai pelatihan menulis bagi para guru akan dilakukan pada Bulan November tetapi nanti dikoordinasikan karena waktu belum memadai,” tutup Arnoldus Wea.

Pantauan Media Suluhdesa.Com, para siswa di kedua sekolah yang dikunjungi ini sangat antusias menyambut kedatangan Arnoldus Wea dan timnya.

Kunjungan dan pembagian tas sekolah di SDK Nunupada berakhir pukul 12.00 wita.

Agenda Gerakan Dhegha Nua bulan Oktober 2019

Jumat, 18 Oktober 2019: Kelas inspirasi dan pembagian tas sekolah gratis di SDK Ruto Desa Warupele 1 dan SDK Nunupada, Desa Waebela.

Senin, 21 Oktober 2019- Rabu, 23 Oktober 2019: Liputan untuk keperluan promosi destinasi di Kampung Maghilewa, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, NTT.

Rabu, 23 Oktober 2019 : Kelas Inspirasi dan pembagian tas sekolah di SDI Sewowoto, Desa Waebela.

Kamis, 24 Oktober 2019 pagi dan malam: curah gagasan pembangunan pariwisata berbasis komunitas di Kantor Desa Inerie dan kantor Desa Paupaga.

Jumat, 25 Oktober 2019: liputan di Ena bhara dan Lia Loga di Desa Waebela.

Sabtu,  26 Oktober :  Arnoldus Wea dan timnya kembali ke Jakarta.

Arnoldus Wea dalam pesan Whatsapp kepada Media Suluhdesa.Com pada Jumat (18/10/2019) pukul 16.00 wita menjelaskan sebagai berikut:

1. Untuk kegiatan diskusi dan liputan dengan Komunitas sadar wisata Leko Ena masih dipertimbangkan tim dari sisi waktu.

2. Untuk pelatihan menulis bagi guru guru SMP dan SMU se Kecamatan Aimere dan Kecamatan Inerie kita tunda ke awal tahun 2020 karena kesibukan tim Dhegha Nua dan kesibukan guru-guru dalam kegiatan sertifikasi. Nanti kami komunikasikan kembali ke setiap kepala Sekolah.

3. Surat resmi perizinan sudah kami kirimkan ke setiap kepala sekolah dan kepala desa target.

“Kami harapkan kehadiran semua orang muda di Kecamatan Inerie untuk hadir dalam kegiatan ini sehingga kita saling memberikan motivasi dan dukungan dalam membangun desa kita tercinta,” pinta Arnoldus. (Frids Wawo Lado/fwl)