Orang Miskin Biasa Berpikir Dan Bertindak Sombong

oleh -449 views
Martinus Madha (Ketua Puskopdit Flores Mandiri untuk 3 kabupaten-Ende, Ngada, Nagekeo)

OPINI, suluhdesa.com – Hidup dan masa depan kita berada di dalam tangan kita sendiri. Keputusan untuk maju atau mundur juga terletak di dalam tangan kita sendiri, bukan orang lain. Jika ada orang lain yang ikut berperan dalam hidup kita, sesungguhnya mereka sekedar sebagai penunjang. Kita sendirilah yang menentukan masa depan kita, arah dari “mimpi” di masa depan.

Anak-anak kita bermimpi dan berharap bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapatkan warisan dari orangtuanya. Hal ini dapat dibenarkan, namun yang kita harapkan adalah tindakan mereka, usaha mereka, pekerjaan mereka yang dilakukan hari ini harus terarah kepada masa yang akan datang, sehingga apa yang mereka impikan akan menjadi sebuah kenyataan.

Untuk mencapai “mimpi” masa depan, ada banyak diantara kita yang mengetahui jalan menuju mimpi itu. Banyak orang tahu bahwa bekerja keras akan mendapatkan hasil yang banyak. Bila kita menanam pohon kelapa, suatu saat akan menikmati buahnya. Bila mulai menabung sejak hari ini, kita akan menikmatinya pada hari tua nanti, kalau kita belajar, kita akan pintar dan sebagainya. Tetapi semua hal yang sudah diketahui itu, ternyata menemui hal yang paling sulit yakni “bagaimana dan kapan kita mulai melakukannya”.

Seringkali hal yang terjadi adalah kita biasanya menunda waktu untuk melakukan hal yang kita ketahui untuk mencapai “mimpi” masa depan. Karena sering menunda, maka waktu berlalu begitu saja. Oleh karena itu waktu ternyata lebih penting dari pada uang, karena waktu tidak akan menunggu siapa pun, satu hari, satu bulan, satu tahun; tanpa terasa puluhan tahun berlalu begitu saja. Oleh karena itu jangan kita sia-siakan waktu, jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa makna, tanpa diisi dengan hal-hal yang berguna.

Di dalam masyarakat, kita temukan ada orang yang sukses dan ada orang yang tidak sukses. Orang yang sukses adalah orang yang selalu melaksanakan ide, mimpi atau cita-cita mereka dengan mulai melakukannya hari ini. Sebaliknya orang yang tidak sukses adalah orang yang selalu menciptakan ide-ide, selalu menciptakan alasan, menciptakan banyak gagasan tapi tidak mulai melaksanakan. Mereka bermimpi yang tinggi-tinggi tapi tidak mulai bekerja. Dengan demikian, waktu untuk orang seperti ini akan terus berlalu tanpa menghasilkan apa-apa.

Satu orang dengan penuh keyakinan akan lebih berhasil, bila dibandingkan dengan satu pasukan yang hanya memiliki keinginan tapi tidak mulai melakukan.

Ada 4 Pertanyaan Mendasar Untuk Kita Refleksikan .

  • What ?

Apakah Finanncial Planning itu?

Finanncial Planning yang dalam bahasa Indonesia adalah perencanaan Keuangan merupakan tindakan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kebutuhan dan penggunaan uang.

Bila kita merencanakan sesuatu, kita harus berada di pihak yang memegang kendali, bukan di pihak yang dikendalikan oleh uang. Oleh karena itu, inti dari perencanaan keuangan adalah hidup yang bebas dari masalah keuangan, bukan hidup yang dikendalikan oleh uang, bukan hidup yang penuh dengan kegelisahan dan kekhawatiran akan uang.

  • Why ?

Mengapa kita Perlu Melakukan Fianancial Planning ?

Kita perlu melakukan Finanncial Planning karena kita membutuhkan jaminan kesejahteraan pada hari tua nanti, juga untuk anak dan cucu kita. Jaminan tersebut harus dibangun mulai dari sekarang, selagi waktu masih ada, selagi kita masih muda, selagi kita masih punya penghasilan, selagi gaji kita naik, selagi harga hasil pertanian, perkebunan, peternakan menjanjikan dan selagi semua aspek masih memberikan dayanya yang besar kepada kita.

  • When ?

Kapan anda harus mulai ?

Baca Juga:  Budi Daya Pisang Di Kabupaten Malaka Sangat Menguntungkan

Faktor penting dalam Finanacial Planning adalah waktu. Lakukan sekarang juga! Jangan menunda! Anda mungkin tidak ingin menunda 5 tahun. Anda mungkin berpikiran untuk mulai besok, atau minggu depan, atau bulan depan. Bulan depan akan lewat, dan mungkin beberapa bulan lagi akan lewat. Berapa bulan akan lewat dalam satu tahun, dan begitu kita sadar, mungkin 5 tahun sudah lewat, dan ternyata Anda telah menunda 5 tahun! Berapakah nilai kerugian yang kita terima selama 5 tahun bila kita selalu menunda, dan selalu berkata nanti… nanti….dan nanti!

  • How ?

 Bagaimana anda dapat melakukannya ?

Yang diperlukan adalah diri Anda sendiri. Anda harus menetapkan dalam hati bahwa Anda adalah aktor/pemeran utama dalam hidup Anda. Bukan orang lain.

Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya mau mengajak kita untuk mengiventasikan uang dan mengolahnya, menginvestasikan barang dan menggunakannya, memanfaatkan lahan dan menanamnya, memanfaatkan peluang dan mengusahakannya, memanfaatkan lautan dan bergegaslah mulai saat ini. Jangan menunda pekerjaan yang harus dikerjakan hari ini untuk nanti dikerjakan esok hari.

Berinvestasilah melalui tabungan, investasilah melalui tanaman, ternak, rumah, barang, tanah, dan doa.

Jangan terlalu berpikir untuk menginvestasi hal-hal yang besar, tetapi kita mulai dengan yang kecil-kecil, sederhana dan murah.

Suatu perjalanan yang panjang harus dimulai dengan satu langkah kecil. Jarang terjadi seekor burung langsung dapat terbang. Dia harus berlatih untuk melompat dan terbang dari dahan yang satu ke dahan yang lain dan akhirnya lincah untuk terbang dan semakin menjauh.

Step by step,  sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Karena itu, marilah kita saling mengajak dan membiasakan anak-anak buah hati  kesayangan kita untuk mulai menabung dari yang kecil untuk memperoleh yang besar, dari yang sedikit untuk memperoleh yang banyak.

Sebuah ranting yang patah pada suatu pohon yang besar dan rindang tidak akan banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan. Namun sebuah ranting yang patah pada tunas pohon yang kecil akan bisa mengakibatkan kematiannya. Demikian pula jikalau anak-anak kita tidak dibiasakan untuk MENABUNG sejak dini, maka seperti dahan yang patah pada pohon yang kecil dapat mengakibatkan kematian pohon itu, demikian juga jikalau sejak kecil anak kita tidak biasakan untuk menabung, maka masa depan anak kita akan mengalami kehancuran/kematian. Oleh sebab itu kebiasaan menabung yang dilakukan anak-anak kita sejak sekarang akan menghasilkan buah tabungan masa depannya. Dari sebab itu perbuatan kecil yang dilakukan hari ini, jauh lebih berharga daripada dua atau tiga perbuatan yang dilakukan esok hari.

Semakin tinggi tumbuhnya suatu pohon semakin keras pula tantangan tiupan angin yang harus diterimanya. Hanya pohon yang memiliki akar yang kuat dan dalam yang dapat bertahan menghadapi hantaman angin yang kencang. Demikian juga anak-anak kita dapat menghadapi tantangan atau godaan ketika mereka dewasa, jika kebiasaan menabung telah mengakar kuat dan dalam pada diri mereka. Godaan menarik agar mereka melupakan kebiasaan menabung dapat mereka hadapi dengan kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil.

Baca Juga:  Antisipasi Covid-19, Pemkab Probolinggo Imbau Pengurus Koperasi Tunda RAT

Agar putera-puteri kita memiliki tradisi menabung sejak kecil, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus terlebih dahulu memberikan contoh atau tauladan dalam menabung. Teladan hidup adalah guru yang paling baik. Tindakan jauh lebih nyaring kedengaran dari pada kata-kata yang diucapkan. Kita harus meyakini diri sendiri bahwa menabung merupakan langkah yang pasti menuju masa depan. Sepanjang kita tidak meyakini diri sendiri, kita pun tidak sanggup meyakini anak-anak kita dan orang lain. Keyakinan harus terpancar dari dalam diri kita sendiri.

Karena itu lewat kesempatan ini saya tawarkan kepada kita 6 langkah yang harus diperlukan dalam sebuah rumah tangga.

a. BUDAYA MENABUNG

Sisihkan penghasilan kita, baik sebagai pegawai,guru,petani,nelayan,pengusaha,tukang ojek, dll ,minimal 10 %  atau lebih tergantung kesepakatan.

Di rumah tangga kita harus menggunakan sistem pembukuan   PENDAPATAN –TABUNGAN = KEBUTUHAN.

Biasakan diri kita untuk membelanjakan barang karena kebutuhan bukan karena keinginan.

Saya coba menggolongkan budaya menabung ini dalam tiga bagian besar :

  • Menabung melalui Tuza mula nee go wesi peni (Tanaman dan Piaraan)

100% manusia di jagat ini berpijak di atas tanah dan 99% umat manusia beraktifitas di atas tanah. Karena itu gunakan tanah hadiah Tuhan untuk ditanami dengan hal-hal yang berguna demi masa kini dan masa datang. Dari sisi budaya turun temurun leluhur kita telah mengajarkan “ Kodo mae teo, mae pei” artinya kita diisyaratkan untuk selalu memelihara ternak yang cocok dengan lingkungan sekitar kita.

  • Menabung melalui uang yang kita peroleh dari hasil Tuza mula nee go wesi peni

Bila kita sudah mulai dengan Tuza, Mula, Wesi dan Peni Tuhan pasti memihak kita dan memberkati seluruh usaha dan perjuangan kita dan hasil yang kita peroleh dapat kita tabung sebagian untuk masa yang akan datang.

  • Menabung melalui Doa.

Doa sangat penting dalam hidup karena tanpa doa dan syukur kepada Tuhan maka sia-sialah perjuangan kita. Doa yang sempurna hanya terjadi jika kita melakukannya dalam iman. Iman itu terpancar dalam sikap, tindakan dan tutur kata. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Sebagai wujud dari iman, maka tabunglah kebaikan-kebaikan kita  terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan kita sehingga kelak kita pantas dihadapanNya.

b. MENGUBAH POLA HIDUP

Lebih muda seekor unta masuk melalui lubang jarum, daripada seorang kaya masuk kedalam kerajaan Allah. (Matius 19;24)

Namun saya mau katakan bahwa : lebih mudah orang kaya diajak menjadi lebih kaya, dari pada orang miskin diajak menjadi kaya.

Ada banyak tawaran pemerintah maupun swasta kepada kita melalui program-program untuk mengentaskan kemiskinan. Sayangnya semua program itu menjadi sia-sia karena kita tidak paham akan program-program itu bahkan pola hidup kita bertentangan dan mengabaikan program-program tersebut.

Mario Teguh  Menjawab pertanyaan peserta pada acara Golden Ways “Mengapa orang Indonesia tetap miskin bila dibandingkan dengan warga negara lain?“

Baca Juga:  Inovasi Pertanian Oleh BPTP NTT Memberikan Keuntungan Kepada Para Petani

Mario Teguh menjelaskan jikalau orang miskin di Indonesia biasa berpikir, bertindak sombong dan malas (tidak kreatif dan tidak disiplin, tidak giat bekerja dan sering mengeluh), tidak percaya atas dirinya sendiri bahwa dia sebenarnya bisa berubah untuk tidak miskin. Miskin tapi berlagak hidup mewah, tidak hemat, dan lain-lain.

Orang–orang seperti ini biasanya mempunyai banyak alasan  dan banyak ide tetapi tidak melaksanakannya. Inilah yang selalu menyebabkan seseorang tetap miskin. Orang yang sukses adalah orang yang selalu membaca peluang dan melaksanakan ide.

c. MENGUBAH POLA PIKIR

Kebanyakan kita lebih sering menjadi pemboros dari pada penabung yang bijaksana. Kita lebih memprioritaskan keinginan daripada kebutuhan.

Kita semua akan menjadi tua dan hal ini adalah sebuah kepastian (tidak ada orang yang dapat membantah/protes agar jangan tua).Tetapi hal menjadi miskin atau menjadi kaya, itu adalah sebuah pilihan, bukan takdir atau nasib. Mengatakan miskin adalah takdir atau kehendak Tuhan merupakan pola pikir yang  salah.

Ada banyak orang yang mulai mengatakan ini sudah takdir saya, sementara dia sendiri tidak mulai melakukan sesuatu untuk berubah dari kondisi kemiskinan ke kondisi tidak miskin, tetapi hanya mengeluh tanpa melakukan sesuatu.

Kita kenal ada 2 tipe manusia zaman ini :

  1. Manusia tipe pertama adalah manusia yang selalu memberikan seribu satu macam alasan/argumen untuk tidak melakukan sesuatu karena takut risiko dan ketidakpastian (tanam ubi takut sebab tidak hujan, dan lain sebagainya)
  2. Manusia tipe kedua adalah manusia yang tidak banyak bicara tetapi melakukan apa yang dapat dia kehendaki walaupun itu hal yang sangat sederhana dan biasa-biasa saja. (7 tahun lalu dia tanam kelapa ratusan pohon tanpa komentar banyak, tetapi hari ini dia panen dengan penuh kebanggaan).

Mana yang baik dan berguna, melakukan satu hal sederhana serta dapat kita lakukan di sekitar kita, atau membicarakan banyak hal yang sangat dahsyat yang terjadi di luar jangkauan kita.

d. JANGAN MENUNDA WAKTU

Time is Money (waktu adalah uang).  Sebenarnya waktu lebih penting dari pada uang, karena uang masih bisa didapat besok, lusa atau minggu depan dan seterusnya, tetapi waktu hari ini akan berlalu dan dia tidak kembali lagi.

e. RENCANAKAN HIDUP ANDA SECARA CERMAT, TEPAT DAN CERDAS

Kita harus bisa menghitung : berapa usia diri kita saat ini? Berapa penghasilan saya saat ini? Berapa tabung saya? Berapa penghasilan saya dalam 5 tahun yang akan datang?

Ini harus ada dalamperencanaan/planning kehidupan kita.

f. SIMPAN DAN INVESTASIKAN UANG ANDA SECARA CERMAT DAN CERDAS DI TEMPAT YANG AMAN

Ada banyak di antara kita yang sudah terjebak dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, yang katanya tanpa bekerja akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Namun kenyataan yang kita dapatkan adalah kekecewaan.

Karena itu investasikanlah uang Anda pada tempat yang benar, pada lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan. Investasikanlah tanaman Anda pada lahan yang tepat dan jelas agar nanti tidak dipertentangkan secara hukum oleh pihak lain.

Oleh: Martinus Madha (Ketua Puskopdit Flores Mandiri untuk 3 kabupaten-Ende, Ngada, Nagekeo)