Satu Abad SDK Inerie-Malapedho (6); Kini dan Masa Depan

oleh -425 views
Para Guru SDK Malapedho, Panitia 100 tahun, bersama para Alumni

BUDAYA, suluhdesa.com – Jejak SDK Malapedho yang dituturkan sejak tahun 1976/1977, dengan sekian catatan para penjasa sebagai gambaran keadaan kini dan masa depan. Kepala sekolah yang menggantikan Hendrikus Keo adalah Adriana Iju, putri asal kampung Pali yang ditempatkan sebagai CPNS tanggal 01 Maret 1996 dengan tugas menjadi guru kelas sampai tanggal 03 November 2007.

Ia diangkat menjadi Kepala SDK Malapedho periode pertama tanggal 04 November 2007 sampai 02 Mei 2013. Di periode pertama ini atas usulan masyarakat Dusun Maghilewa, Watu untuk membuka kelas jauh  di Maghilewa. Atas persetujuan seluruh masyarakat Maghilewa, Watu, dan Jere maka pada bulan Oktober 2007 dilaksanakan PBM di Kelas Jauh Maghilewa dengan sekolah induknya SDK Malapedho dan koordinatornya Alfonsius Tai, sampai definitiv tahun 2015.

Baca Juga: https://suluhdesa.com/2019/09/23/satu-abad-sdk-inerie-malapedho-5-penduduk-kampung-yang-turun-gunung/

Periode kedua dilantik tanggal 03 Mei 2013 sampai 20 Juni 2017. Lanjut Periode ketiga dilantik tanggal 21 Juni 2017 sampai sekarang. Pada periode ketiga ini sejak Juni 2017 sampai 2020/2021 selama 4 tahun ke depan, sebagai kepala sekolah wajib menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), dan salah satu kegiatan akbar yang dilaksanakan di tahun 2019 adalah Ulang Tahun SDK Malapedho yang ke – 100 tepatnya tanggal 01 Agustus 2019.

Baca Juga:  Jamu Menko Polhukam dan Mendagri, Mgr. Domi Saku: Kita Saudara

Guru – guruku yang mengabdi di sekolah ini dalam periodisasi kepemimpinan tahun 2007 sampai sekarang adalah Hendrikus Keo (almarhum), Yasintha Igo (sampai sekarang), Marsel Selo Gelu (pensiun dini 2008), Alfonsius Tai (pindah ke SDK St. Familia Maghilewa 2015), Margaretha Bupu / KJ. Maghilewa (almarhumah), Bernardus Mau (pindah/KJ), Stanislaus Wua (sampai sekarang), Anastasia Dhone (pindah/PNS), Siprianus Keu (pindah/KJ), Maria Ngene (pindah/PNS), Maria Yasintha Bupu (pindah/KJ), Lidia Dominika Lebha (pindah/KJ), Maria Magdalena Dengi (sampai sekarang), Veronika Timu (sampai sekarang), Edeltrudis Bhoki (sampai sekarang), Kornelia Due Lina (pindah/PNS), Maria Theresia Moi (pindah/KJ), Maria Elisabeth Moi (sampai sekarang), Philomena Ngodhu (pindah/PNS), Atanasia Mau (pindah/KJ), Fenrila Sadi (pindah/KJ), Rikardus Wea Millo (pindah), Maria Paula Maghi (pindah), Fransiska Ninu (sampai sekarang), Marianus Yoseph Lewa (pindah) dan Finsensius Bilo (sampai sekarang).

Baca Juga:  HUT 99 Legio Maria: Harapan Baru Prajurit Bunda Maria

Menjawabi perubahan sistem Pengelolaan Manajemen (SIM) Sekolah sebagai pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan maka untuk memenuhi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) , sejak tahun 2007 mengangkat tenaga tata usaha untuk Pengelola DAPODIK atas nama Anggela Mariece Noge sekaligus merangkap tenaga perpustakaan sampai sekarang.

Agar pekerjaan Tata Usaha dan tenaga perpustakaan dapat teratasi masing – masing, maka pada tahun 2012 mengangkat Maria Klementina Kedhi sebagai tenaga perpustakaan, dan berhenti bekeja bulan Mei 2019. Sebagai penggantinya  sejak 15 Juli 2019 menerima tenaga tata usaha atas nama Kristina Riku. Sehingga sesuai latar belakang pendidikan tenaga kependidikan ini Anggela Mariece Noge (tenaga perpustakaan) dan Ibu Kristina Riku (tenaga tata usaha).

Wajah SDK Malapedho saat ini ibarat manusia yang memasuki usia menuju masa kedewasaan. Sebab kalau dihitung dari rentang  waktu tahun 1976 sampai tahun 2019, sekolah ini telah mencapai usia yang ke- 33 tahun. Usia yang masih sangat produktif. Di rentang usia yang  sudah 33 tahun itu tentu ada peristiwa suka dan duka, ada untung dan malang, ada pasang surut soal jumlah siswa dan jumlah guru dan sebagainya.

Baca Juga:  Pandemi COVID-19, Mampukah Kita Mempertahankan Kualitas Pendidikan?

Dari sisi bangunan sekolah yang sudah berusia 33 tahun ini keadaan sudah retak – retak dinding temboknya yang disebabkan termakan usia dan telah beberapa kali hanya direhab pintu jendela dan lantai tahun 2009, atapnya terakhir tahun 2017 di kelas 4, 5 dan 6, akibat dari pukulan – pukulan pada bagian bangunan tertentu inilah yang membuat tembok sekolah saat ini retak dan kemungkinan satu saat bisa rubuh.

Harapan:  Dengan adanya perayaan 100 tahun sekolah ini merupakan suatu kesempatan untuk para alumni, peduli dan pemerhati pendidikan baik pemerintah maupun swasta juga pemerintah Desa Inerie dan seluruh masyarakatnya, mari kita kembali melihat dari dekat sekolah ini “SDK Malapedho” yang dibangun oleh orangtua kita 33 tahun lalu dengan berlandaskan semangat gotong royong untuk kita perbaiki keadaannya  demi generasi Inerie di masa yang akan datang. ***Selesai.

Oleh: Agust G Thuru (Alumni SDK Inerie 1963-1969)