Kaum Muda Saat Ini Bermental Instan dan Hanya Mau Menjadi PNS

oleh -639 views
Kelurahan Trikora-Bajawa-NTT melakukan 3 kegiatan pemberdayaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yakni dari tanggal 18-20/9/2019) bertempat di Aula Kelurahan dan diikuti oleh SMK PGRI, SMP PGRI, SMPK Regina Pacis dan SMAK Regina Pacis Bajawa

BAJAWA, suluhdesa.com – Kelurahan Trikora-Bajawa-NTT melakukan 3 kegiatan pemberdayaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yakni dari tanggal 18-20/9/2019) bertempat di Aula Kelurahan.

Ada pun 3 kegiatan itu adalah pertama Penyuluhan tentang keluarga berencana yang diikuti oleh para keluarga muda. Narasumbernya dari KCL Dukcapil Kabupaten Ngada.

Kedua, Penyuluhan pendidikan bagi remaja. Pesertanya siswa SMP dan SMA di Kelurahan Trikora dan yang menjadi narasumbernya adalah Bonefasius Zanda dan Marsel Bele Wea.

Ketiga, Penanggulangan Bencana Alam. Pesertanya adalah ketua RW, RT dan Dusun Kelurahan Trikora. Narasumbernya dari BNPB Kabupaten Ngada.

Leonardus Talo sebagai Lurah Trikora dalam sambutan pembuka di hari kedua menegaskan bahwa pendidikan wirausaha dan pemberdayaan potensi bagi para generasi perlu dilakukan sejak dini. Kelurahan Trikora berkomitmen teguh untuk hal ini.

“Untuk itulah di hari kedua ini, kami mengangkat tema tentang Penyuluhan Pendidikan Bagi Kaum Remaja. Saya sebagai Lurah sungguh prihatin dengan kaum muda kini yang lebih bermental instan, mau hanya jadi PNS dan kadang tidak bisa baca tulis dengan baik. Karena itulah kami berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan ini dengan baik” ujarnya.

Baca Juga:  Memori di Kampung Watu

Selanjutnya Sekretaris Lurah, Ferdinandus Ria mengatakan bahwa kegiatan ini dijalankan karena ada dana dari pusat. Di mana 40% untuk infrastruktur dan 60% untuk pemberdayaan. Oleh karena itu, dana di gunakan sebagaimana mestinya.

“Dan kami berkomitmen bahwa kelurahan Trikora akan dan tetap menjalankan tugas pemberdayaan ini,” imbuhnya.

Kegiatan di hari kedua ini,  di bimbing oleh Marsel Bele dan Bonefasius Zanda.

Pada termin pertama, Marsel Bele yang adalah guru SMAK Regina Pacis Bajawa itu memberikan materi tentang pentingnya berwirausaha sejak dini. Marsel mengatakan, pentingnya semangat wirausaha sejak dini agar dapat meminimalisir mental instan pada anak yang lebih mencintai hal-hal instan ketimbang edukatif yang berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, bahwa berwirausaha seyogianya sedang melatih generasi untuk memiliki daya juang dan inovatif sejak dini. Sehingga nantinya generasi penerus bisa memiliki dasar hidup untuk berwirausaha daripada menunggu untuk mengikuti tes PNS.

Baca Juga:  Gubernur NTT; Hindari Moral Dunia Maya

“Menghadapi dunia global, maka generasi muda harus dibekali semangat wirausaha sejak dini untuk memiliki skill, semangat, daya juang dan mental swasta sejak dini” kata Marsel

Sementara pada termin kedua, Bonefasius Zanda membawa materi tentang Motivasi hidup lewat menulis, debat dan keteladanan. Materi ini di dasari pada realitas kini bahwa generasi sebenarnya banyak potensi. Untuk itu potensi anak harus didorong dengan berbagai motivasi tanpa henti. Selain itu motivasi menulis dilatari oleh berbagai fakta miris bahwa generasi muda kini lebih mencintai dunia gawai daripada baca buku. Kalau pun menulis, itu pun tak karuan. Ini terlihat pada dinding Facebook yang seringkali digunakan untuk mencercah dengan kalimat-kalimat Bahasa Indonesia yang tak jelas. Padahal FB seharusnya bisa jadi wadah yang baik untuk penyaluran bakat menulis dengan baik.

Begitu pun berdebat. Sebenarnya berdebat itu amat penting untuk melatih cara berpikir kritis dan logis. Sehingga apa yang kita bicarakan dapat dimengerti dengan baik oleh pendengar. Selain itu berdebat bisa mengasah mental untuk berargumen sacara logis bukan asal bunyi yang pada akhirnya bisa menimbulkan persoalan. Dalam debat juga dapat melatih anak untuk bersikap bijak dan toleransi terhadap perbedaan.

Baca Juga:  Kelas Inspirasi Di SMAK Pali, Arnoldus Wea: Anak SMA Jangan Hanya Gaya

Sehingga dari cara pikir logis dan sikap toleransi anak di ajarkan untuk bersikap dewasa dan bijaksana.

“Para generasi semestinya sejak dini harus dibekali dengan sikap-sikap edukatif yang bisa dipelajari lewat berdebat dan menulis. Sehingga harapan agar para generasi bisa kembangkan potensi lewat penggunaan media dengan baik yang berdampak pada generasi yang berkarakter dapat terwujud” Tukas Bonefasius.

Tambah Bonefasius lagi bahwa, untuk jadi penulis dan pendebat hanya bisa terwujud jika dengan semangat memulai dari kesalahan dan hal-hal kecil. Jika hanya rencana atau nanti, maka sampai mati pun tak akan pernah terwujud

Di akhir kegiatan, Leonardus Talo Lurah Trikora kembali menegaskan kepada para peserta yang adalah perwakilan dari SMK PGRI, SMP PGRI, SMPK Regina Pacis dan SMAK Regina Pacis agar menjadi generasi pencipta dan bukan penikmat.

“Anak-anaku, mari berlomba-lomba untuk menjadi generasi yang memiliki jiwa dan semangat yang tangguh. Dengannya, generasi sebagai agen perubahan dalam semua aspek hidup dapat terwujud” tutupnya. (boy/boy)