Polda NTT Gelar Pisah-Sambut Kapolda Lama Dan Baru

oleh -690 views
Kapolda Baru NTT Irjen Pol Drs.Hamidin di dampingi istri dan ke-5 anaknya serta 1 orang menantunya

KUPANG, suluhdesa.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (POLDA NTT) melaksanakan acara Pisah – Sambut Kapolda Lama Irjen Pol Drs. Raja Erizman sekaligus Menyambut Kapolda Baru Irjen Pol Drs. Hamidin.

Masing-masing baik Kapolda NTT lama dan Kapolda NTT yang Baru didampingi keluarga. Acara Pisah-Sambut Kapolda NTT berlangsung Hari Rabu malam (18/09/2019) pukul 19.30 WITA, bertempat di Swissbell in Hotel Kristal Kupang.

Hadir dalam Acara Pisah Sambut tersebut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Ibu Yulia Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Yosep A. Nae Soi bersama ibu, Bupati dan Wakil Bupati se NTT, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama ibu, Jajaran FORKOMPIMDA NTT, Direktur BI Cabang NTT, Direktur OJK NTT, DPRD Provinsi NTT dan Kadis pariwisata NTT bersama petinggi partai dan tokoh politik Daerah, undangan dari jajaran tokoh agama dan Tokoh masyarakat serta artis dan insan pers.

Acara Pisah-Sambut Kapolda Lama NTT dan Kapolda Baru NTT ini diisi juga dengan tampilan selayang pandang profil Kapolda NTT yang lama Irjen Pol Drs. Raja Erizman dan juga profil Kapolda NTT yang Baru Irjen Pol Drs. Hamidin.

Profil tersebut berkisah tentang awal karir mereka di bidang Akademi Kepolisian hingga jenjang karir mereka, tugas dan prestasi masing-masing. Tepuk tangan undangan mengapresiasi bakti mereka sekaligus dukungan bagi keduanya dalam tugas selanjutnya.

Mantan Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Raja Erizman didampingi istri pada momen sambutan Acara Pisah Sambut Kapolda Lama dan Kapolda Baru Rabu malam (18/09/2019)

Pada kesempatan sambutannya Irjen Pol Drs. Raja EriZman mengungkapkan betapa kuat keinginannya dan sang istri tercinta untuk masih tetap berada di NTT. Tetapi karena perintah dan tugas sehingga ia dan keluarga mau-mau tidak mau harus pindah dari NTT.

“Ini pergolakan batin yang sangat kencang.” Tandas Erizman.

Lanjut Erizman dalam kemasan humor menyegarkan mengungkapkan betapa ia merasa Daerah NTT ini seperti kampung halamannya. Selama keberadaannya di NTT ia banyak mengunjungi tempat-tempat indah dan menikmati keindahan NTT.

Dibandingkan pengalamannya dan keluarga sebelumnya yang hanya bisa mengunjungi mal-mal.

“Istri saya bilang, pak, kenapa kita tidak tunggu saja hingga akhir masa tugas baru pindah? Saya bilang Gubernur dan Wakil Gubernur tidak mau saya di sini (red. di NTT) lagi.” Jawab Rizman disambut tawa undangan.

Baca Juga:  Kunjungi Biara OCD Kupang, Wagub NTT Serahkan Bantuan Beras

Erizman juga menyampaikan permohonan maafnya dan keluarga kepada seluruh masyarakat NTT, khususnya Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT serta seluruh FORKOMPINDA NTT jika selama masa tugasnya ada salah atau misundertanding. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada KAPOLDA NTT yang baru Irjen Pol Drs. Hamidin.

“Semoga bapak dan ibu betah nanti berada di NTT ini karena keakraban semua unsur Forkompinda disini.” Kata Erizman.

Ungkapan terima kasih juga dari Irjen Pol Drs.Raja Erizman atas dukungan berbagai pihak selama masa tugasnya di NTT. Harapannnya semoga Kapolda yang baru dapat melakukan yang terbaik untuk ketertiban dan keamanan di Daerah NTT.

Bergantian giliran Irjen Pol Drs.Hamidin dalam sambutannya mengisahkan perjalanan karirnya sebagai Polisi hingga ditugaskan di NTT dalam status sebagai Kapolda NTT.

Pria kelahiran Sumatera Selatan itu menceritakan bahwa sebelum bertugas di NTT ia menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan. Sebelum menjabat Kapolda SULSEL ia menjabat Deputi Internasional Badan Masional Penanggulangan Terorisme.

Tamu undangan acara Pisah Sambut Kapolda Lama dan Baru

Tugasnya waktu itu menarasikan/menjual sucess story kerja pemerintah Indonesia dalam penanganan masalah terorisme. Dari pengalaman tersebut mereka melakukan riset hingga hasilnya bahwa Indonesia mendapat peringkat negara ke-9 teraman di dunia.

“Sekarang kita diurutan 8 karena Hongkong turun posisi setelah demo besar-besaran penolakan undang-undang ekstradisi. Oleh karena keamanan Indonesia cukup baik maka Indonesia menjadi sasaran investasi dunia. “Jelas Mantan Kapolda SulSel itu.

Di masa ia menjabat sebagai Direktur BPNPT sebelum Deputi Kerjasama Internasional Penanggualan Teroris. Di tahun 2011 hingga 2012 ia menjabat Kapolres Jakarta Pusat. Masa di mana setiap hari hampir selalu ada demonstrasi di Jakarta Pusat karena saat itu lagi hangat kasus Bank Centuri yang menjerat Mantan Wakil Presiden RI Budiono dan Direkturnya saat itu Sri Muliyani.

Kapolda Hamidin juga mengisahkan pernah memimpin operasi keamanan dan ketertiban di Poso. Sebelum ada Densus 88 beliau sudah melaksanakan tugas Densus di SulSel.

Bantaeng yang adalah salah satu wilayah di Sulsel saat itu terkenal degan anarkisme massa namun di masanya berhasil ditertibkan. Kemudian Luwu Utara yang adalah daerah Pemekaran dari Bantaeng diwaktu yang sama juga terjadi maraknya tindakan kriminal. Masyarakat menggunakan Senpira berisi puluhan paku yang sekali ditembakkan bisa mengenai dua puluhan orang. Di Sulsel ia juga merangkap Kepala Pemadam Kebakaran hingga kepindahanNya ke NTT.

Baca Juga:  UPKM/CD Bethesda YAKKUM Bagikan Tempat Cuci Tangan di Malaka

Kapolda Baru NTT juga menceritakan tentang hobinya dalam dunia tulis-menulis. Sementara ini ia sedang menulis sebuah buku tentang Terorisme Global yang jika tidak ada halangan akan segera diterbitkan. Selain menulis Hamidin juga gemar melukis.

Hamidin meminta bimbingan Gubernur NTT karena ia belum begitu mengetahui tentang wilayah NTT. Tetapi iya juga yakin dengan jejak data yang ada ia akan berusaha mengamankan daerah ini dengan sekuat tenaga.

“Saya minta dukungan seluruh masyarakat NTT dan jajaran FORKOMPINDA se NTT serta seluruh masyarakat NTT agar membantu saya menjalankan tugas di sini dengan sebaik-baiknya.” Pungkas Hamidin menutup sambutanya.

Menyambut kehadiran Kapolda NTT yang baru Gubernur Nusa Tenggara Timur (Viktor Bungtilu Laiskodat) selaku Kepala Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengawali sambutanya dengan pengakuan bahwa menjaga persatuan di NTT yang beragam ini memang harus capai.

“Tetapi kita bersyukur karena NTT mendapat berkah dengan kehadiran KAPOLDA Baru di NTT yang stock of knowledge, yang saya yakini bisa berkontribusi banyak untuk ketertiban dan keamanan di NTT.” Puji Gubernur Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut pria yang akrab di sebut VBL menegaskan bahwa syukur walau NTT masih termiskin ke 3 di Indonesia tetapi saat ini sedang menyiapkan etos kerja ForkomPinda dan unsur-unsur terkait untuk membuat lompatan pembangunan NTT guna merubah situasi NTT yang masih tertinggal.

“Untuk merubah situasi tersebut, NTT ini butuh orang gila untuk bisa membangun NTT karena persoalan NTT juga luar biasa. Menghadapi setiap masalah luar biasa kita harus pakai cara luar biasa. Kita harus pakai pendekatan khusus. Semua unsur Forkompimda harus pakai cara khusus untuk membangun Provinsi ini.” Tegas Laiskodat.

Lanjut Gubernur Laiskodat bahwa awal ia keliling NTT setelah pulang dari Jakarta ia menemukan 4000 hektar lahan dengan garam yang bagus.

“Saya bilang ke Forkompinda, tidak peduli lahan ini milik siapa, saya mau kita masuk ke lahan ini dan kelola potensi garamnya. Hasilnya lahan itu hari ini NTT mampu menghasilkan 3.7 juta ton garam terbaik untuk Indonesia dan juga mungkin dunia.” Ucap Laiskodat.

Baca Juga:  UMKM: Kekuatan Besar Membangun Kemandirian Bangsa

VBL menambahkan ada banyak potensi lain di NTT salah satunya seperti ternak tetapi harus dijaga dari aspek keamanan karena sering terjadi pencurian ternak di beberapa tempat di NTT.

Di hadapan para undangan, VBL berkisah bahwa dulu ternak NTT dibawa sampai ke Hongkong. Bahkan hingga hari ini import daging sapi terbesar dan berkualitas baik di Indonesia datangnya dari NTT. Tetapi ironis masyarakatnya tidak confident mau mengurus pontesi ini.

“Oleh karena itu saya himbau seluruh seluruh Forkompimda di NTT untuk terus bersama-sama mengurus potensi daerah ini dan sekaligus membelahi Daerah ini,” Pinta Laiskodat.

Menurut VBL kemajuan daerah NTT tidak dimulai dari kesempurnaan tetapi jika semua unsur perangkat daerah kompak memulai dengan sesuatu yang ada maka akan ada kemajuan bagi NTT.

VBL merasa bersyukur karena Tuhan menempatkannya di NTT untuk melihat keindahan NTT. Menurutnya sejauh berkeliling ke tempat-tempat indah di dunia ia tidak pernah menemukan tempat-tempat indah seperti yang ada di NTT.

Ia yakin suatu saat NTT akan lebih Indah daripada Monako. Oleh karena itu VBL nekat akan terus rapikan Taman Nasional Komodo jika ada restu Presiden Jokowi.

“Orang selalu bilang Komodo is wonderful dan saya bilang ya its wonderful. Tetapi managemennya kurang maksimal, orang mengeluh air tidak ada, infrastruktur khususnya sanitasi juga kurang mendukung. Dari sebab itu tekat saya mau demo apapun menentang, saya tetap akan tunjukan kepada dunia bahwa NTT is wonderful. Komodo harus dijaga kalau tidak akan punah.” Tukas Laiskodat.

VBLmengatakan jikalau mayoritas masyarakat NTT menentang tetapi ia yakin mayoritas tersebut adalah mereka yang tidak melihat masa depan NTT.

“Yang melihat masa depan keemasan NTT adalah minority yang berada bersama saya dan mendukung.” Beber VBL disambut tepuk tangan undangan.

Di akhir sambutannya VBL mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Baru Irjen Pol Drs. Hamidin.

“Selamat datang di negeri yang indah. Dalam semangat persatuan dan semangat perubahan mari kita bersatu membangun NTT yang kita cintai ini.” Tutup VBL. (Kol/Kol)