Pemerintah NTT Hadir untuk Perhatikan Lansia Di Seluruh Wilayah NTT

oleh -511 views
Foto bersama kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua di Waikabubak Sumba Barat, Selasa sore (18/09/2019)

WAIKABUBAK, suluhdesa.com – Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia (Lansia) Provinsi NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memperhatikan keberadaan Lansia; baik yang produktif maupun yang tidak produktif melalui lembaga Komda Lansia.

Informasi ini disampaikan oleh Valeri Guru Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT kepada Media suluhdesa.com melalui pesan Whatsapp pada Rabu (18/9/19) pukul 08.00 wita. 

Hal tersebut diungkapkan Wagub NTT dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Ny. Erni Usboko saat membuka dengan resmi kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua di Waikabubak Sumba Barat, Selasa sore (18/09/2019).

Menurut Wagub Nae Soi, populasi Lansia di Indonesia termasuk di NTT terus bertambah dari tahun ke tahun.

Baca Juga:  Guru, Berhentilah Mendidik Manusia Seperti Katak Dalam Tempurung

“Tahun 2000 tercatat ada 14,4 juta jiwa dan pada tahun 2020 yang akan datang diperkirakan akan bertambah menjadi 28,8 juta jiwa. Suatu lonjakan yang sangat luar biasa,” ucap Wagub Nae Soi.

Lonjakan ini lanjut Wagub Nae Soi, disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi di bidang kesehatan.

“Hal ini tentu berdampak pada usia harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 72 tahun; sedangkan usia harapan hidup masyarakat NTT mencapai 65 – 68 tahun,” ujar Wagub Nae Soi dan menambahkan jikalau populasi  Lansia di Provinsi NTT terus bertambah.

Baca Juga:  Peduli Covid-19 di NTT, Bank NTT Serahkan Rp 540 Juta

Dikatakan, tahun 2015 populasi Lansia berjumlah sebanyak 385.224 jiwa dan pada tahun 2017 lalu, populasi Lansia sebanyak 408.348 jiwa.

“Karena itu, Penprov NTT sangat mendukung kegiatan Rakor ini sebagai salah satu upaya untuk pemberdayaan terhadap Lansia baik di provinsi maupun di kabupaten/kota. NTT termasuk salah satu provinsi yang rawan Lansia yang populasi Lansia di atas 7 %,” Jelas Wagub Nae Soi.

Wagub NTT Yoseph Nae Soi berharap, melalui kegiatan Rakor ini dapat memberi manfaat terutama kepada Komda Lansia; sehingga berdampak langsung pada penanganan Lansia di tingkat kabupaten.

“Memang tidak mudah tetapi harus dimulai karena kita berjalan dan bergerak sesuai amanat UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia,” papar Wagub.

Baca Juga:  PS Malaka Tersingkir Di Liga 3 Kontra Bima

Di tempat yang sama Sekretaris Komda Lansia Provinsi NTT, Drs. Centis Medi, M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan Rakor ini selain untuk edukasi dan sosialisasi juga untuk menyamakan persepsi di antara Komda Lansia di provinsi maupun Komda Lansia sedaratan Sumba, Alor dan Sabu Raijua.

“Jumlah peserta Rakor sebanyak 50 orang termasuk narasumber yang berasal dari Direktur Rehabilitasi Lansia Kementerian Sosial RI, Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kepala BKD Provinsi NTT dan Kadis Sosial Provinsi NTT,” ucap Centis Medi melalui sambungan telpon usia acara ceremoni pembukaan.

Mantan Kadis Sosial NTT ini menambahkan, pihaknya menargetkan tahun ini semua Komda Lansia di 22 kabupaten/kota se NTT terbentuk.

“Sehingga tahun depan, fokus Komda Lansià NTT adalah bagaimana membuka akses permodalan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif. Sehingga spirit NTT Bangkit NTT Sejahtera juga dapat diimplementasikan oleh para Lansia produktif yang ada di daerah ini,” ujar Centis. (ver/ver)