Sejumlah Pimpinan Redaksi Gelar Munas di Jakarta, Suluhdesa.com hadir Sebagai Peserta

oleh -522 views

JAKARTA, suluhdesa.com – Sejumlah pimpinan redaksi dan Pimpinan Umum media yang tergabung dalam Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) akan menggelar Munas Perdana di Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Munas FPRN 1 itu diharapkan bisa menjadi media komunikasi antar pimpinan Redaksi dan Pimpinan Umum media yang membahas berbagai persoalan terkait eksistensi media komunikasi baik media Cetak, media elektronik dan media online (dalam jaringan/daring) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Inisiator FPRN, Bayu Nugroho kepada wartawan menjelaskan salah satu tujuan dilaksanakan munas yakni untuk membangun komunikasi dan memperat hubungan persaudaraan antar para pimpinan media dari berbagai penjuru Indonesia agar ikut berperan dalam pembangunan bangsa dan negara melaui pers.

Dijelaskannya, pertemuan para pimpinan media yang dikemas dalam Munas 1 ini untuk saling berbagi informasi sekaligus untuk membahas berbagai persoalan seputar kehidupan pers nasional termasuk langkah-langkah strategis yang harus ditempuh agar kehidupan pers kita dapat berjalan sesuai harapan bersama .

Baca Juga:  Pernyataan Sikap PPWI Terhadap Dewan Pers Atas RUU Omnibus Law

Dalam Munas juga akan membahas berbagai persoalan terkait kehidupan pers diantaranya keprihatinan para pimpinan media nasional melihat kegaduhan pers dan kriminalisasi jurnalis.

Bayu menjelaskan dalam pelaksanaan munas kali ini akan menghadirkan Ketua Dewan Adat Raja-Raja Nusantara, YPM Prof DR H.E.Irwannul Latubual, MM,.MH,.Ph.D untuk mendapatkan masukan terkait eksistensi pers versi dewan adat dengan pertimbangan dewan adat merupakan representasi dari komunitas masyarakat adat yang kesehariannya hidup dan tinggal bersama komunitas masyarakat sehingga pemikiran- pemikiran mereka sangat dibutuhkan untuk memperkaya pemikiran dan pengetahuan para pemimpin media.

Humas Panitia Munas FPRN Boni Atolan, mengapresiasi penyelenggaraan Munas FPRN 1 yang melibatkan Dewan Adat Nusantara.

Menurut Boni, penyelenggaraan Munas 1 yang melibatkan Dewan Adat itu merupakan terobosan cerdas para pimpinan media se Indonesia untuk mendapatkan gambaran dan masukan tentang eksistensi media dengan kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.

Baca Juga:  PWI Bekasi Raya Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan

Dikatakannya, kehadiran media massa tidak hidup sendirian tetapi berada di tengah kehidupan masyarakat dan salah satunya komunitas masyarakat adat.

Dalam pelaksanaan munas kali ini akan menghadirkan Ketua Dewan Adat Raja-Raja Nusantara, YPM Prof DR H.E.Irwannul Latubual, MM,.MH,.Ph.D

”Ini sangat luar biasa bila ketua Dewan Adat Nusantara beserta para raja- raja nusantara bisa hadir dan terlibat dalam Munas perdana kali ini” kata Boni.

Panitia Munas FPRN , Endang Ruhiyat dari Media Bogorexplore.com mengatakan hingga saat ini para pimpinan media yang tergabung dalam FPRN sudah mencapai 116 media baik media cetak , elekronik dan online dari seluruh tanah air.

Endang Ruhiyat mengatakan berbagai persiapan sudah dilakukan baik tempat pelaksanaan Munas, penyebaran undangan dan kegiatan Munas digelar pada Hari Minggu, 15 september 2019 Pukul 8.00 WIB di Anjungan Sumbar – TMII – Jakarta Timur

“Persiapan panitia sudah membuat kelengkapan munas, mengundang para peserta dan memberikan informasi yang dibutuhkan anggota munas mulai dari penginapan, menyebarkan undangan peserta serta membuat rencana dan protokol munas.” jelas Endang.

Baca Juga:  Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Para Wartawan di Malaka Bagi Masker untuk Masyarakat

Paulus E. Edi Sumantri, Wartawan juga Kepala Biro Media online/daring SULUHDESA.COM untuk TTU, Atambua, dan Malaka yang sekaligus Pemimpin Redaksi Media Libasmalaka. com akan hadir dalam moment itu sebagai peserta.

“saya akan hadir memperkenalkan media kita ini ke level nasional. Dari peristiwa Munas 1 ini kita akan belajar bagaimana mengelola media untuk kepentingan pemberitaan yang humanis,” ucap Edi.

Edi Sumantri juga akan hadir sebagai Sekjen Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) asal perbatasan RI-RDTL Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, untuk memperkenalkan daerah dan sistuasi di perbatasan di tingkat nasional sehingga semua media dapat menyoroti pembangunan, budaya dan kehidupan sosial perbatasan sehingga geliat-geliatnya diketahui publik. (red/edi)