Ayo Jadikan Kebun Tempat Wisata

oleh -469 views
Yoseph Yoneta Motong Wuwur (Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Flores- Ende)

OPINI, suluhdesa.com – Indonesia merupakan salah satu destinasi pariwisata yang cukup diperhitungkan. Destinasi pariwisata Indonesia baik yang bersifat kebudayaan, nilai-nilai sejarah dan pendidikan. Destinasi tempat pariwisata seluruh penjuru negeri ini memiliki keanekaragaman dan tersebar dan cukup melimpah, mulai dari situs sejarah, baik yang telah terexpose maupun yang belum terexpose, spot – spot  panorama alam, wisata bahari, serta keanekaragaman budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang beraneka ragam.

Indonesia adalah negara agraris yang memiliki potensi untuk dikembangkannya agrowisata. pariwisata berbasis pertanian. Agrowisata adalah perpaduan antara pariwisata dan pertanian atau perkebunan dikombinasikan menjadi tempat destinasi yang menarik bagi masyarakat untuk beraktivitas di lingkungan perkebunan. Wisatawan atau orang-orang yang berkunjung  dapat belajar tentang perkebunan, menikmati buah segar hasil petikan langsung dari pohonnya, atau sekedar jalan-jalan menghirup aroma segar yang jarang mereka jumpai di perkotaan.

Agrowisata adalah cara baru bagi petani untuk mendapatkan uang selain dari menjual hasil tani. Dengan penerapan pariwisata berbasis pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Dan agrowisata menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat perkotaan untuk mempelajari tentang pertanian dan perkebunan. Agrowisata adalah salah satu pilihan dari tujuan wisata yang tepat bagi masyarakat perkotaan. Mereka kebanyakan jenuh dengan kebisingan kota, polusi, kemacetan. Mereka ingin mendapatkan hiburan yang alami dan segar, sambil belajar mengetahui sistem pertanian. pertanian yang menghasilkan   makanan. Makanan  yang mereka makan setiap harinya. Anak – anak akan belajar dan  tahu bahwa buah dan susu yang mereka makan berasal dari  perkebunan dan pertanian, bukan dari rak supermarket.

Baca Juga:  Mantan Kades Uzuzozo di Ende Punya Kebun Cabai Hasil Ratusan Juta Rupiah

Pariwisata berbasis pertanian akan memberikan suatu angin segar bagi para petani dan masyarakat umum. Dengan adanya agrowisata para petani dan masyarakat umum dapat memperluas sektor pertanian. Sektor pertanian yang selama ini mereka geluti menjadi objek pariwisata. Objek wisata bagi para wisatawan adalah hal khusus yang diminati. Pembudidayaan dan perluasan peran dari sektor pertanian ini dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, dan para petani pada khususnya. Hal ini tentu diperlukan berbagai upaya dan kolaborasi dari sektor lain untuk mencapainya.  Dengan memmerhatikan asas berkelanjutan dan kerja sama berbagai pihak terkait untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat khususnya bagi para petani dan masyarakat umum.

Petani harus mampu melihat peluang pertanian sebagai alternatif pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau budaya masyarakat,  melainkan dapat mengunjungi lahan pertanian. Lahan pertanian yang ditata dan indah dipandang mata akan memiliki daya tarik tersendiri. wisatawan yang tertarik akan indahnya lahan dan ingin mendapatkan buah segar akan berkunjung ke  lahan pertanian tersebut. Hal ini butuh kepiawaian dan kecerdasan seorang petani. Kecerdasan petani dalam mengelolah lahan pertanian. selain itu kemampuan petani dalam menentukan jenis tanaman yang dibudidayakan. Ini juga dibutuhkan untuk menciptakan lahan pertanian sebagai tempat wisata.

Berbicara tentang pariwisata baik wisata bahari, wisata budaya, wisata alam,  maupun agrowisata tidak terlepas dari inftrastruktur serta sarana dan prasarana pendukung pariwisata. Dengan infrastruktur yang baik  memberikan akses ke tempat wisata menjadi memadai. Infrastruktur di daerah wisata menjadi tolok ukur berkembangnya pariwisata. Diskusi tentang agrowisata menjadi berarti,  jika ada infrastruktur serta sarana dan prasarana  pendukung pariwisata berbasis pertanian disediakan secara memadai. Dengan ketersediaan inftrastruktur pariwisata berbasis pertanian ini akan membantu petani dalam mengelola lahan mengelola hasil tani, mendesain lahan pertanian serta menerapkan sistem pertanian yang baik dan benar sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Baca Juga:  Tanggap Covid-19, Pemdes Detusoko Barat Gagas "Dapur Kita"

Selain keterampilan dalam mendesain lahan sehingga indah dipandang mata serta mengelola hasil pertanian dibutuhkan juga kemampuan komunikasi yang baik. Untuk masalah komunikasi sangat dibutuhkan adalah petani paling tidak dapat menguasai teknologi. Teknologi tidak hanya sebatas bagaimana mengelola dan memasarkan pertanian tetapih lebih dari itu adalah membangun jejaring digital untuk mempermudah proses kerja seorang petani. Misalnya dengan menghadirkan aplikasi untuk mempomosikan usaha petani atau aplikasi untuk menjual. Perkembangan teknologi sangat cepat. Hal ini tak dapat dipungkiri. Satu hal yang dapat dilakukan adalah menyeimbangkan usaha pertanian dengan teknologi masa kini. Perkembangan dalam dunia teknologi berbasis pertanian akan mendorong pembangunan dan perkembangan aspek lainnya dalam kehidupan manusia.

Usaha dunia pertanian dan pariwisata dapat diusahakan dengan suatu metode agrowisata. Agrowisata dapat dikatakan sebagai suatu model pendekatan dalam dunia pertanian dan pariwisata yang memungkinkan orang berwisata sambil mendalami dunia pertanian. Semua kegiatan ini bertujuan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarat dan bangsa.

Pembangunan suatu daerah harus dapat melihat potensi-potensi yang ada di daerah tersebut. Geliat pariwisata suatu daerah tentu di perhatikan juga potensi-potensi pariwisata daerah. Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki begitu banyak destinasti wisata. Seperti, komodo, kelimutu, taman laut Riung, penagkapan ikan paus dan masih banyak lagi yang belum terexspose. Namun, perlu diketahui bahwa potensi terbesar provinsi ini adalah penduduknya. Penduduk masyarakat provinsi Nusa Tenggara Timur adalah petani, baik  petani  lahan kering maupun lahan basah.  

Untuk itu perlu dipikirkan untuk mengambangkan pariwisata berbasis pertanian atau agrowisata. Mengingat mayoritas penduduk adalah petani. Sehingga petani juga dapat merasakan dampak dari pariwisata. Agrowisata ini dapat diciptakan dengan melibatkan petani yang meiliki lahan pertanian  di sekitar lintasan destinasti wisata. Agrowisata juga dapat hadir di daerah yang diperuntukkan untuk itu. Petani dapat menciptakan lahannya menjadi daerah agrowisata dengan menampilkan ciri khas daerah misalnya lahan perkebunan buah endemik atau taman buah khas daerah. Pengembangan agrowisata ini sangat dibutuhkan, untuk dapat memobilisasi wisatawan yang ada dari satu destinasi ke destinasti wisata yang lain. Misalnya setelah wisatawan mengunjungi danau kelimutu, dia diarahkan menyaksikan hamparan persawahan unik di Moni sambil menikmati Jeruk manis dan makan pisang branga ende, atau menikmati olahan ubi nuabosi.

Baca Juga:  Geliat Marungga BumDes M'Rian Kufeu

Oleh karena itu hal-hal seperti ini harus dipikirkan sehingga melahirkan kesejahteraan bersama. Untuk dapat bergerak dibidang agrowisata petani harus melek teknologi. Teknologi sangat dibutuhkan di zaman ini. Teknologi yang dipelajari hendaknya membantu petani dalam mengembangkan agrowisata. Berbicara tentang agrowisata maka seorang petani harus mampu menghadirkan semua sistem pertanian dan teknologi, entah itu agronomi, agroindustri, agribisnis. Agrowisata menggabungkan semua teknologi dan sistem pertanian tersebut. Dengan teknologi seorang petani mampu memperkenalkan atau mempromosikan daerah agrowisata yang merupakan lahan pertaniannya sendiri. Dewasa ini orang dapat mengetahui perkembangan dunia termasuk pertanian dan pariwisata dari ponsel miliknya.

Pariwisata berbasis pertanian memegang peran penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat petani. Untuk itu Petani harus mampu menghadirkan semua potensi pertanian di lahan pertaniannya, sehingga lahan pertaniannya berpotensi sebagai daerah wisata. Agrowisata sebagai bentuk pariwisata yang berkualitas dalam penerapan asas berkelanjutan. Dengan adanya agrowisata masyarakat dapat menikmati dampak dari pariwisata yang bersumber pada pertanian. Hal ini akan mendorong para petani untuk dapat meningkatkan potensi pertanian yang mereka geluti untuk demi tercapainya kesejahteraan dari para petani itu sendiri. (*)

Oleh Yoseph Yoneta Motong Wuwur

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Flores, Ende.