Yayasan Wahana Artha Berikan Bantuan Kaki dan Tangan Palsu Gratis di Kupang

oleh -1.621 views
Proses pengukuran kaki dan tangan palsu oleh tim dari Yayasan Tuna Daksa yang disupport oleh Yayasan Wahana Artha

KUPANG, suluhdesa.com – Yayasan Wahana Artha bekerja sama dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa memberikan bantuan kaki dan tangan palsu gratis kepada masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya pada hari Senin (9/9/19) bertempat di Jalan W.J. Lalamentik No.128, Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Ronnal Prawira (Ketua Umum Yayasan Wahana Artha) yang beralamat di Jakarta hadir mewakili Wahana Artha Group dan Yayasan Wahana Artha memberikan bantuan kaki dan tangan palsu di Kupang dan sekitarnya.

“Kita mewakili perusahaan Wahana Artha Group. Bisnis utama kita adalah sepeda motor untuk wilayah Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Tapi kita sudah lama membuka cabang di Kupang, lalu hari ini kami hadir membantu masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan kaki dan tangan palsu secara gratis. tidak ada biaya apa pun. kita sudah membantu masyarakat di beberapa tempat di Indonesia dan mencakup ribuan orang. Kami bekerja sama dengan Yayasan Peduli Tuna Daksa. Mereka yang produksi tangan dan kaki palsunya di Jakarta di daerah Sunter. Yayasan Tuna Daksa kita support untuk membantu masyarakat yang tidak mampu sehingga dapat memiliki kaki dan tangan palsu,” tutur Ronnal saat diwawancarai Media ini disela-sela kegiatan pengukuran kaki dan tangan palsu.

Selanjutnya menurut Ronnal, Yayasan Wahana Artha memiliki empat pilar yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Pemberdayaan masyarakat.

Di Jakarta dan Tangerang Yayasan Wahana Artha melakukan pengobatan gratis, operasi katarak, sunatan massal, bantuan kaki tangan palsu, dan lain sebagainya serta ini rutin dilakukan. Kegiatan ini dilakukan atas dasar pilar kesehatan. Tiga pilar yang lainnya juga pihaknya adakan di seluruh Indonesia.

“Cuma untuk daerah timur sendiri kami baru memulai ini. dan Kupang adalah yang pertama. Kebetulan ada cabang kami di Dealer Wahana Kupang. Sebetulnya ini untuk memperingati ulang tahun Wahana Artha group yang ke 47 dan kita membantu kaum disabilitas. Ternyata setelah kita share ke seluruh kader-kader di sini melalui Yayasan Peduli Tuna Daksa itu yang merespon sangat banyak. Hampir lebih dari 100 an orang yang mendaftar di kupang saat ini.” kata Ronnal.

Baca Juga:  Jelang Liga 3, Tim Sepak Bola Bima Berlatih Di Lapangan Betun

Yayasan Wahana Artha murni hadir membantu masyarakat Indonesia bidang sosial. Yayasan Wahana Artha selalu mengcover masyarakat yang tidak mampu yang memang membutuhkan pertolongan.

Untuk sampai di kupang ini Yayasan Wahana Artha memberikan support kepada Yayasan Tuna Daksa yang memiliki jaringan luas sehingga lewat kader-kader mereka atau lewat Komunitas Leko Kupang yang bekerja membantu mendata semua orang yang membutuhkan bantuan tangan dan kaki palsu.

Baca Juga; https://suluhdesa.com/2019/08/18/blasius-nahak-butuh-kaki-palsu-setiap-hari-duduk-di-halaman-parkir-kantor-gubernur-ntt/

Untuk pemasangan kaki dan tangan palsu sendiri hari ini tidak serta merta dilakukan karena itu sangat rumit dan barangnya tidak ada. Ini adalah tahap pertama yang merupakan tahap pengukuran. Sebab menurut Ronnal, hal ini lantaran semua orang memiliki ukuran yang berbeda-beda. Semua peserta yang telah mendaftarkan diri wajib hadir untuk mengukur sedetail-detailnya sehingga akan dibawa sampai ke Jakarta terutama di kantor Yayasan Tuna Daksa di Sunter.

“Di sana akan diproduksi. Untuk jumlah sampai 100 an orang ini diproduksi akan memakan waktu sebulan bahkan sampai satu setengah bulan. Setelah jadi semuanya kita akan call phone by phone seluruh peserta untuk datang kembali supaya diproses pemasangan dan wajib yang bersangkutan hadir bukan dititipkan. Saat pemasangan akan diukur lagi. jika ada yang kurang sesuai ukurannya akan langsung dimodifikasi di tempat.” jelas Ronnal.

Menurut Ronnal, Yayasan Tuna Daksa yang didukung penuh oleh Yayasan Wahana Artha sudah membantu ribuan orang di seluruh Indonesia yang membutuhkan kaki dan tangan palsu. mereka memiliki tim yang sangat mumpuni dan hebat.

Baca Juga:  25 Anggota DPRD Malaka Dilantik, Warga Berharap Kinerja Yang Baik

“Kami sudah 3 tahun ini bekerja sama dengan Yayasan Tuna Daksa. Untuk ke depan di NTT akan kami lakukan tetapi kami juga harus menyebar ke seluruh Indonesia supaya hal seperti ini menyentuh langsung persoalan sosial secara merata. Kami berharap bantuan kaki dan tangan palsu ini walaupun gratis tolong dijaga dan digunakan dengan baik. Kami juga berharap ini dapat menambah semangat hidup mereka dan membantu mereka beraktifitas seperti masyarakat pada umumnya. Untuk kaki dan tangan palsu ini dalam proses pembuatan kulitnya yang khusus itu kami datangkan dari India,” tutup Ronnal.

Dalam proses pemasangan kaki dan tangan palsu yang diberikan Yayasan Wahana Artha Jakarta, hadir pula Herman Efriyanto Tanouf Koordinator Komunitas Leko Kupang. Herman Efriyanto Tanouf inilah yang menjalin komunikasi dengan Yayasan Tuna Daksa untuk membantu kaki dan tangan palsu bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Ronnal Prawira Ketua Umum Yayasan Wahana Artha Jakarta. Mewakili Wahana Artha Group

“Komunitas Leko Kupang bergerak di bidang Literasi. Namun ada hal-hal sosial yang kami buat. Nah kebetulan ada satu kasus yang terjadi di Kupang dan salah seorang anggota Komunitas kami yang mengulas kasus itu serta mempostingnya di Facebook sehingga dibagikan ribuan kali oleh netizen. Hal ini rupanya sampai di Yayasan Tuna Daksa dan mereka menanggapinya. Karena Yayasan ini sangat peduli dengan situasi masyarakat yang berkebutuhan khusus, kami coba minta bantuan ini. Puji Tuhan hari ini mereka datang dan menolong saudara-saudara kita,” ungkap Efriyanto.

Lanjut Efriyanto, “setelah ditanggapi pihak Yayasan Tuna Daksa Jakarta, kami mencoba membuka kesempatan kepada semua orang untuk mendaftar. Dari pendaftar awal yang hanya 28 orang lalu bertambah ke 50 orang. Kemudian sampai kemarin (Minggu, 8/9/19) yang mendaftar sudah diatas 100 orang.”

Efriyanto menyampaikan harapannya jika bantuan kaki dan tangan palsu ini kiranya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Anggaran Kesehatan dan Pendidikan Kota Kupang Tahun 2019 Inkonstitusional dan Tidak Responsif pada Kelompok Disabilitas

“Kami berharap ini dapat membantu teman-teman supaya dapat beraktifitas kembali secara normal,” pungkas Efriyanto.

Sedangkan MAM (16) dan AU (15), yang merupakan siswa SMKN 3 Kupang Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, kepada Media ini mengaku bahagia sebab adanya bantuan kaki dan tangan palsu ini mengembalikan rasa percaya diri mereka untuk bersekolah dan beraktifitas kembali dengan baik.

Hal senada pun dilontarkan oleh Blasius Nahak. Blasius Nahak adalah seorang guide yang pernah bekerja di Bali. Namun karena kecelakaan maka ia kehilangan kaki kirinya. Dirinya mengaku senang jika mimpinya untuk mendapat kaki palsu akan menjadi kenyataan sebab menurutnya sudah berbulan-bulan dia menunggu jawaban atas proposalnya kepada Gubernur NTT Viktor Laiskodat untuk membeli kaki palsu namun belum pernah ditanggapi.

“Hari ini merupakan berkat Tuhan dan saya akan memakai kaki palsu yang selama ini saya rindukan. Saya akan bekerja kembali mengantar para turis ke seluruh wilayah NTT,” katanya sambil meneteskan air mata.

Salah seorang peserta yang tidak mau disebutkan namanya kepada berkata jika ke depan Pemerintah harus lebih pro aktif membantu masyarakat.

“Ini buktinya jika Yayasan swasta lebih peka dengan situasi masyarakat dari pada pemerintah yang buat program pro rakyat tetapi dalam proses sangat lama bahkan berbelit-belit jika masyarakat butuh bantuan. Malu dong,” tegas orang tua itu.

Pantauan Media suluhdesa.com, kegiatan ini dilakukan di halaman Dealer Honda Wahana Kupang dan diikuti lebih dari 100 orang peserta yang datang dari luar Kota Kupang. Tampak semuanya antusias mengikuti proses pengukuran kaki dan tangan palsu oleh tim dari Yayasan Wahana Artha dan Yayasan Tuna Daksa dari pukul 07.00 wita.

Beberapa petugas yang mengenakan seragam dari Dinas Sosial tampak mondar-mandir mengambil foto. Entah apa maksud mereka. (61/61)