Maria dan Bandit

oleh -459 views
Foto kiriman Yohan Lejap

SASTRA, suluhdesa.com – Dua sajak ini adalah kiriman dari Yohan Lejap. Bagi para pembaca dan penikmat karya sastra dapat membuat kritik sastra dan mengirimkan ke Redaksi Media Suluh Desa / www.suluhdesa.com. Mari kita dukung penulis muda NTT, sehingga semakin berkembang baik. Salam.

Namanya Maria

Perempuan yang lebih bening dari embun

Dan lebih berwarna dari pelangi

Baca Juga:  Hidup Bermula dari Bunyi dan Berakhir pada Sunyi

Warna merona pada pada bibir

Menemukannya

Dalam kelam yang menyulam

Malam

Dia bersinar mengurai kelabu

Bintang malam yang malang

Mengurai simpul detik waktu

Aku lugu dan berlutut memujamu

Sampai akhir saya menutup kalbu

Dalam suratan kelabu

Dan berdoa menunggu waktu. (*)

Maumere, 9 September 2019

Bandit-Bandit

Lucunya kita

Yang merangkai kata

Baca Juga:  Mengenal Upacara Mata Golo di Ngada dan Rangkaiannya

Dan mengucap doa

Kiat mencuri uang di ladang uang

Dan menimbun beni kebencian pada

Pagar-pagar rumah kita

Sampai kapan kita mengincar neraka

Di bawah telapak kaki kuasa

Sampai kini masih ada yang menggantung asa

Dengan bersimpah darah

Tetapi yang lain memburu rupiah

‘dan menidurinya

Memerkosanya sampai

Raganya berdosa

Dan kita berdoa agar aman

Baca Juga:  Salib Ini Bukan Punyamu

Dalam doa-doa para  bandit. (*)

Maumere, 9 september 2019

******************************

*Saya eks Frater yang selalu merindukan Tuhan