Biarkan Senja Ngada Berlalu

oleh -284 views
Foto oleh Pixabay


SASTRA, suluhdesa.com – Puisi ini ditulis oleh Agust G Thuru. Bagi para pembaca atau penikmat sastra silakan memberikan kritik sastra. Selamat membaca.

Mengapa engkau mengikat senja di Ngada
Pada geritan dan gesekan sejuta batang bambu
Membiarkan ranting-rantingnya saling berpagutan
Laju malam pun terhenti
Dan fajar yang engkau nantikan Tak kunjung datang

Mengapa engkau menggantung senja
Pada dahan kokoh ampupu gunung
Dan alir senja pun tersumbat
Hingga tak sampai juga di batas pagi

Aku tahu masih ada gerimis tangisan alam
Dan mendung menyelubung pada luka sejuta jiwa
Terus menghitung butir air mata
Yang coba dituangkan di bejana perdamaian

Ah, sudahlah kawan
Lepaskan simpul-simpul pengikatnya
Agar senja terbang dari rindumu

Turunkan senja dari tiang gantungan
Agar melesat ia pada malam tanpa ratapan
Dan pada esok hari
Engkau boleh melihat fajar yang datang

Mungkin ia yang akan menghapus air matamu
Lalu kau belajar untuk melupakan
Catatan hitam yang memilukan dan melukai. (*)

DENPASAR, 8 September 2019