Sajak-Sajak Milik Yohan Lejap

oleh -258 views
Yohan Lejap.

SASTRA, suluhdesa.com – Setiap hari Minggu Redaksi Media Suluh Desa / www.suluhdesa.com memberikan ruang dan kesempatan bagi semua pembaca dan penulis di NTT maupun nasional untuk mengirimkan tulisan feature, sastra, humaniora, dan budaya. Berikut adalah sajak-sajak milik Yohan Lejap. silakan dinikmati dan mari kita lakukan kritik sastra. Ayo menulis. (Redaksi).

Debu dan Abu

(Saat Tuhan tidur, saat itulah

saya bernapas untukmu)

ketika kumasuki ruang kudus

Baca Juga:  Merantau ke Desa

bayanganmu yang kusut sedang

mengambil jeda panjang

untuk kembali berlutut

aku debu di matamu

dan dikau abu dalam tubuhku

Dikau bertanya padaku

“mengapa tak pulang semalam”

Dan aku menjawab tenang

“Aku tersesat di jalan menuju

Denyut jantungmu”

“Kau memang tak menyimpanku dan

Merawatku dengan cinta”

Aku hanya bisa mengadu pada yang kuasa

Semoga kau tak berhenti merindukanku

Engkau memang begitu

Menikam malam haram

Dan menguburku dalam diam

Baca Juga:  La Nggugu, Kakek 80 Tahun Akhirnya Memiliki Rumah Baru

“Saat Tuhan tidur

Saat itulah aku bernapas untukmu”

Selamat tidur sayang (*)

Maumere, 8 September 2019

Negeri Susu dan Madu

Berlimpah susu tapi terus pilu

Berlimpah madu karena dimadu

Diam-diam dihina

Dibuangdalam kubangan

Kami ingin bebas karena tanah dusta

Hitam kulit keriting rambut

Karena cinta Tuhan membara dan meresap nyata

Merasuk raga dan berdiam bersama

Sembah sembahyang doa yang sama (*)

Maumere, 8 September 2019.

Selamat Hari Minggu

Baca Juga:  Gembala Berjiwa Pemaaf: Kenangan Bersama Rm. Lukas Nong Baba, Pr

Kekasih

Hari-hari adalah materai kisah

Yang menghias ladang surgawi

Hari ini aku mengumandangkan

Mazmur dari atas kasur

 Sampai berlumuran keringat

Dingin-dingin yang beku di atas waktu

Sampai saat  mengucap

Yahwe.

Mata  melagukan kidung

Dan sinar-sinar pagi bergejolak hebat

Selamat pagi kekasihku

Negeri mimpi kita sedang tak aman

Mari kita mampir ke mimbar sabda

Mengucap bahasa rasa cinta

Amen (*)

Maumere, 8 September 2019