100 Tahun SDK Inerie-Malapedho: Pendidikan Sebagai Panggilan

oleh -584 views
RD. Silverius Betu, S. Fil. M.Han. (Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada)

BAJAWA, suluhdesa.com – Gereja selalu mengemban tugas yang diterima dari Kristus yakni mewartakan Injil dan membangun Kerajaan Allah. “Pergilah ke seluruh dunia,wartakanlah Injil kepada segala mahluk” (Mrk 16:15)

Pernyataan ini disampaikan Ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) RD. Silverius Betu, Pr dalam rangka merayakan Satu Abad SDK Inerie-Malapedho yang diselenggarakan 5-6/9/2019 lalu di Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga : https://suluhdesa.com/2019/09/06/hut-satu-abad-sdk-inerie-malapedho-alumni-diminta-beri-perhatian/

Menurut Romo Sil, tugas ini merupakan kewajiban yang harus dijalani. Gereja melalui berbagai macam cara, salah satunya melalui pendidikan. Dalam Dekrit Gravissimum Educationis bagian pendahuluan dikatakan: Ada pun untuk melaksanakan perintah-Nya yang Ilahi, yakni mewartakan misi keselamatan kepada semua orang dan membaharui segalanya dalam Kristus, Bunda Gereja yang kudus wajib memelihara peri hidup manusia seutuhnya juga di dunia ini, sejauh berhubungan dengan panggilan Ilahi. Maka Gereja berperan serta dalam pengembangan dan perluasan pendidikan.

Baca Juga:  Viktor dan Jos; STFK Ledalero Harus Menjadikan SDM Orang NTT Berkarakter

Dikatakan Romo yang mengambil Magister di Universitas Pertahanan Bandung ini, misi pekabaran Injil wilayah Gereja Lokal Keuskupan Agung Ende juga melalui pendidikan dengan mendirikan sekolah dan mengelolanya.

Pada setiap periode misi di wilayah ini karya pendidikan melalui sekolah merupakan salah satu tonggak penting. Tanggal 1 Agustus 1912 didirikan sekolah pertama yakni Sekolah Rakyat Katolik Bajawa. Selanjutnya 1 Agustus 1913 SRK Boawae, 1914 SRK Kotakeo, 1916 SRK Sawu dan Mbay, 1917 SRK Raja dan Riung dan 1919 SRK Soa dan Maghilewa.

“Misi pekabaran Injil selalu berpadu dan sejalan dengan pengembangan pendidikan. Maka di mana ada pusat pelayanan gereja pasti ada pusat pendidikan dan para guru selalu menjadi tangan kanan pastor dalam berbagai karya kerasulan Gereja” ungkap RD. Sil.

Baca Juga:  90 Tahun Seminari Mataloko, Pemprov NTT Bantu Dana

Baca Juga; https://suluhdesa.com/2019/09/07/yoseph-madha-satu-abad-sdk-inerie-malapedho-menatap-penuh-harapan/

Menanggapi usia satu Abad SDK Malapedho, RD. Sil ungkapkan, satu abad adalah rentang waktu yang panjang untuk merefleksikan perjalanan misi pewartaan melalui pendidikan. Karena itu mesti bersyukur kepada Tuhan yang telah membimbing sepanjang satu abad ini.

“Terimakasih tak terhingga kepada misionaris yang telah memulai karya pendidikan di wilayah kita, terima kasih kepada leluhur dan perintis yang telah bekerja keras dan berjuang bersama para misionaris” ungkapnya.

Tidak lupa RD. Sil juga mengajak untuk berterima kasih kepada para pendahulu baik para tokoh masyarakat, guru, pegawai, murid dan orang tua yang telah berjuang agar SDK Malapedho tetap tegak berdiri meskipun menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Ia berharap agar Yasukda sebagai penerus para misionaris dan sebagai pemilik lembaga pendidikan ini tetap menjadikan sekolah sebagai pewartaan Injil, kabar sukacita terus terpelihara hari ini dan selanjutnya.

Baca Juga:  Lapak Sabda Gelar Bincang dan Baca Buku Setiap Malam Minggu

“Mari Kita jadikan SDK Malapedho ini sebagai sekolah Kabar Gembira , sekolah sukacita dan sekolah menyenangkan. Biarkan anak-anak dan guru, para pegawai dan orang tua mengalami suka cita di sekolah ini”, ajak RD. Sil.

RD.Sil juga berharap agar anak-anak bergembira, guru-guru dan pegawai sejahtera serta orang tua bahagia. Biarkan alumni selalu rindu untuk kembali ke sekolah ini, karena di sini mereka pernah mengalami cinta, kebaikan, suka cita dan kebahagiaan.

“Biarkan sekolah ini menjadi Sao Pu’u untuk pengetahuan akan kebenaran, pemahaman akan nilai-nilai kemanusiaan dan terbentuknya pribadi-pribadi yang berkarakter serta berakhlak mulia” pungkas RD. Sil. (Agust G Thuru/Agust)