Yoseph Madha: Satu Abad SDK Inerie-Malapedho, Menatap Penuh Harapan

oleh -639 views
Yoseph Madha

TOKOH, suluhdesa.com – Jika ada yang paling sibuk pada perayaan peringatan 100 Tahun SDK Inerie-Malapedho maka pastikan bahwa dia adalah Yoseph Madha. Pensiunan guru ini didaulat sebagai Ketua Panitia perayaan Satu Abad SDK Inerie-Malapedho. Itu pun sangat mendadak dipercayakan pada Mei 2019 lalu.

Meski mendadak ditunjuk tidak berarti menjadi serba terlambat. Suami dari Olivia Iju dan ayah dari dua putra dan satu putri ini memang sudah teruji untuk memimpin perhelatan besar. Karena itu gelar peringatan Satu Abad SDK Inerie-Malapedho pada tanggal 5–6/9/19 berjalan lancar dan sukses.

Saat memberikan sambutan pada acara perayaan Satu Abad SDK Inerie- Malapedho, Jumat pagi (6/9/19) di pelataran SDK Malapedho, Madha menegaskan bahwa tema perayaan ini adalah “Dalam Untaian Doa dan Nada Syukur Mengenang Banyak Kesan, Merangkul Penuh Haru, Menatap Penuh Harapan”. Ia menyatakan puncak perayaan seharusnya 1 Agustus 2019 namun karena ada pertimbangan hal internal panitia maka ditunda ke tanggal 6 September 2019.

Baca Juga:  Lapak Sabda Gelar Bincang dan Baca Buku Setiap Malam Minggu

“Panitia menunda satu bulan dan hari ini, 6 September 2019 kita merayakannya. Walau tertunda waktu tapi tidak mengundurkan semangat para alumni, pemerhati, simpatisan serta masyarakat peduli pendidikan” ujarnya didepan sejumlah Pejabat dan alumni.

Baja juga; https://suluhdesa.com/2019/09/06/hut-satu-abad-sdk-inerie-malapedho-alumni-diminta-beri-perhatian/

Lebih lanjut ia katakan di desa ini (Inerie,red) khususnya di kampung Maghilewa pada 100 tahun lalu tepatnya 1 Agustus 1919 SR Inerie yang saat ini telah berubah nama menjadi SDK Malapedho didirikan oleh tokoh-tokoh awam Katolik dengan disponsori oleh imam-imam misionaris SVD dari Eropa.

Baca Juga:  Dua Alumnus SMPN 2 Bajawa Yang Sering Membuat Guru Pusing Kepala Go Nasional

“Perayaan syukur 100 tahun SR Inerie/SDK Malapedho bukanlah sekedar acara seremonial tanpa makna tetapi lebih dari sebuah momentum refleksif dimana para alumni baik yang menetap di Desa Inerie maupun yang melanglang buana di kota-kota kecil, kota besar bahkan di kota metropolitan Jakarta dididik, diasah, diasuh di lembaga pendidikan dasar ini sehingga bisa menyandang predikat tahu baca, tahu tulis, tahu hitung dan tahu doa,” tegas pria yang aktif di Kopdit Sinar Harapan Malapedho ini.

Dikatakannya meskipun tidak semua alumni dapat menghadiri perayaan ini karena keterbatasan waktu namun almamater tetap membuka pintu menerima kedatangan anak-anaknya, mendengar banyak kesan, merangkul karena haru sambil menatap penuh harapan.

“Untuk menindaklanjuti semua itu tinggi harapan Panitia agar ada ikatan alumni yang dibentuk pada hari ini” pinta mantan penilik SD yang juga alumni 1963-1969 ini.

Baca Juga:  Pendidikan Seks Anak, Upaya Melawan Predator

Lebih lanjut ia berharap sebagai bagian dari bentuk kepedulian atas jasa baik almamater maka para alumni, pemerhati, simpatisan dan masyarakat peduli pendidikan sudah dan akan membuktikan dengan cara masing-masing baik berupa dana maupun barang berharga lainnya seperti sumbang saran konstruktif demi masa depan SDK Malapedho yang lebih baik.

Seperti diketahui pada 6 September 2019 telah terbentuk Ikatan Alumni yang ketuanya adalah Yoseph Madha sendiri.

Diharapkan alumni di mana saja berada dapat membentuk koordinator wilayah dan menggalang donasi sebesar minimal Rp 10 ribu per bulan per alumni. Mari kita berbuat untuk almamater. (Agust G Thuru/Agust)