SMPK Kartini Mataloko Komitmen Mengembangkan Bakat Anak Didik

oleh -841 views
SMPK Kartini menggelar kegiatan seputar motivasi siswa untuk menjadi generasi pemberani dan unggul

BAJAWA, suluhdesa.com – SMP Katolik Kartini Mataloko adalah salah satu lembaga pendidikan menengah yang dikelola oleh para Biarawati Serikat SSPS. SMPK Kartini juga merupakan salah satu lembaga favorit di Kabupaten Ngada pada khususnya dan NTT pada umumnya. Banyak lulusan yang saat ini menduduki jabatan strategis baik tingkat daerah hingga tingkat nasional.

Untuk menjaga pendidikan yang berkualitas dan berkarakter sebagaimana telah dirintis oleh para pendahulu, maka lembaga ini terus membangun komitmen humanis lewat berbagai gebrakan-gebrakan spektakuler. Salah satunya adalah pengembangan bakat anak seputar dunia menulis, public speaking, berdebat dan dan menulis karya ilmiah sederhana.

Sabtu (7/9/2019), SMPK Kartini menggelar kegiatan seputar motivasi siswa untuk menjadi generasi pemberani dan unggul. Sebelum kegiatan ini dimulai, Kepsek SMPK Kartini, Sr. Yustin, Ssps, menegaskan bahwa lembaga SMPK Kartini selalu menghidupi komitmen tuk pengembangan bakat anak.

Menurutnya sekolah harus mampu mengolah bakat anak dari yang biasa menjadi luar biasa sekaligus menjadi bekal tuk hidup mereka selanjutnya. Selain itu, lembaga ini juga selalu berorientasi pada pendidikan karakter. Sebab pintar teori tidak cukup untuk menghadapi tantangan hidup selanjutnya.

Baca Juga:  SMAT HTM Halilulik Gelar Perlombaan Bulan Bahasa

“Sebagai Kepsek saya selalu teguh dalam komitmen membangun dan mengembangkan setiap bakat anak. Untuk itu berkolaborasi dengan orang yang memiliki kelebihan dalam pengembangan bakat anak adalah keharusan” katanya.

Boy Zanda (Kanan) dan Suster Yustin, Ssps (Kiri)

Kegiatan ini dibuka oleh salah seorang guru senior yakni Hendrik. Dalam sambutan pembukanya, Hendrik menegaskan bahwa keberhasilan hanya bisa digapai jika anak-anak terlebih dahulu mencintai hal-hal kecil. Untuk itu momen kecil dan sederhana ini harus diikuti secara serius agar kalian dapat menjadi orang-orang unggul.

“Anak-anaku, saya berharap kalian dapat memaknai momen ini secara baik tuk pengembangan bakat kalian. Dan semoga dapat menjadi rangsangan tuk menggapai mimpi-mimpi kalian” imbuhnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswi yang terbagi dalam kelompok mading, kir, dan jurnalistik. Dihadapan 60 siswa ini, Bonefasius Zanda selaku pemateri tunggal membawakan kiat-kiat dalam menulis dan motivasi untuk menjadi generasi pemberani dan unggul.

Menurut Boy untuk menjadi generasi unggul, maka siswa wajib mencintai proses. Dalam proses ada tiga tahap yang harus dilalui yakni air mata, keringat dan darah. Sebab tidak ada keberhasilan yang digapai lewat tidur pulas. Sebaliknya keberhasilan hanya bisa digapai hanya melalui perjuangan tanpa henti.

Baca Juga:  LPMP NTT Dan Media Cakrawala Gelar Seminar Pendidikan

“Adik-adikku, mari cintai proses dan pada akhirnya kalian akan dibesarkan oleh proses. Dalam proses selalu ada air mata, darah dan keringat. Untuk.itu, jangan takut tuk berproses” ajaknya.

Boy juga menegaskan bahwa dalam dunia menulis harus memiliki semangat tuk memulai.

“Mulailah menulis dari buku harian. Tulis hal apa saja. Intinya teruslah menulis. Suatu saat akan menjadi kebiasaan dan tinggal dipoles oleh sesama yang lebih dahulu mengetahuinya. Dan bagi adik-adik, pilihlah lembaga yang bisa mengembangkan bakat kalian secara berkelanjutan. Ini penting agar bakat kalian jangan mati atau dimatikan,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Dian sebagai salah satu peserta mengatakan kesan dan pesannya. Kesannya bahwa “kegiatan ini telah mengajarkan kami tuk jadi siswa pencipta bukan penikmat. Dan ia sangat termotivasi dengan kisah sukses yang dijelaskan oleh Pak Boy. Baginya kegiatan hari ini adalah ibarat emas yang akan memurnikan motivasi kami sampai mati. Terima kasih pak Boy, melalui kegiatan ini kami mendapatkan banyak hal untuk dijadikan bekal buat masa depan kami untuk menjadi generasi pencipta dan unggul,” tutur Dian.

Rean (Kiri) dan Dian (Kanan) Siswi SMPK Kartini Mataloko-Ngada

Selanjutnya, siswi lain yakni Rean, menyampaikan kesannya pula. Menurutnya, “saya senang dengan kegiatan ini karena banyak mengandung motivasi yang luar biasa. Dan kiat-kiat dan motivasi yang diberikan pak Boy akan segera saya praktekan. Saya juga senang dengan kegiatan ini, karena kegiatan ini banyak manfaat yang akan membuat siswi SMPK Kartini menjadi hebat dan unggul dalam semua aspek,” beber Rean..

Baca Juga:  Satu Abad SDK Inerie-Malapedho (3); Jejak Sekolah Rakyat Maghilewa

Di penghujung kegiatan, pemateri yang adalah pendidik SMAK Regina Pacis Bajawa, Boy Zanda berpesan agar selalu menjadi pribadi yang rendah hati. Sebab rendah hati adalah guru yang paling dahsyat dalam meraih kesuksesan.

Boy menutup pertemuan ini dengan sebuah kalimat motivasi yakni “Ketakutan tak layak dibudayakan oleh generasi yang memiliki segudang potensi. Untuk itu, jangan biarkan keberanian dan keyakinan dikalahkan oleh ketakutan”. (wil/wil)