Kecamatan Wolowaru Gelar Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Antar Desa/Kelurahan

oleh -567 views

ENDE, suluhdesa.com – Guna mendukung dan mewujudkan program pemberdayaan keluarga melalui 10 Program Pokok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/9/19) menggelar kegiatan Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Antar Desa/Kelurahan.

Kegiatan yang berpusat di kantor Camat Wolowaru ini mengusung tema: “Dengan Jambore PKK Kita mantapkan peran kader dalam mendukung pelaksanaan Program Kerja PKK untuk mewujudkan Keluarga yang Sehat dan Sejahtera.”

Ketua Tim PKK Kecamatan Wolowaru, Theresia Edo Manna menerangkan bahwa kegiatan dimaksud bertujuan untuk melibatkan partisipasi dan peran aktif Kader PKK dan Kader Posyandu dari masing-masing Desa dan Kelurahan guna mendukung pemberdayaan keluarga melalui empat pedoman kelompok kerja (Pokja).

“Melalui kegiatan Jambore ini, kita mencoba membuat terobosan guna menggali potensi, kemampuan dan keterampilan para Kader PKK dan Posyandu dalam mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” kata Ny. Theresia.

Pedoman dan Sasaran Program Pokja

Pada kesempatan itu, Theresia menjelaskan secara garis besar pedoman dan arah sasaran program dari masing-masing Pokja.

Dijelaskan Theresia, Pokja Satu berorientasi pada pola asuh anak dan remaja, serta keterlibatan orang tua dalam menciptakan suasana cinta dan kasih sayang dalam keluarga.

Sementara Pokja Dua berorientasi pada usaha Peningkatan dan Pendapatan Keluarga (UP2K). Segmen ini menyasar pada kelompok usaha kecil, ekonomi kreatif, dana swadaya, kontribusi dari pemerintah serta sumbangan dari kelompok usaha yang sah.

Adapun hasil usaha digunakan untuk menabung di koperasi juga untuk pemenuhan kebutuhan harian Rumah Tangga.

Pada Segmen ini dibutuhkan kreatifitas, kemandirian, inovasi, dan keterampilan guna menunjang pendapatan keluarga melalui penjualan hasil usaha, baik secara manual maupun secara online sesuai kebutuhan pangsa pasar.

Sementara Pokja Tiga berorientasi pada pengembangan dan pemanfaatan pekarangan. Segmen ini membutuhkan partisipasi dan usaha keluarga dengan menekankan asas manfaat bagi keluarga melalui tanaman obat-obat keluarga (toga), usaha ternak dengan kandungan protein, juga budidaya tanaman untuk konsumsi harian keluarga.

Sedangkan Pokja Empat berorientasi pada kesehatan keluarga.
Pada segmen ini, dibutuhkan keterlibatan dan peran kader PKK dan Posyandu dengan memberikan perhatian khusus kepada kesehatan ibu hamil dan bayi, gizi, kontrol kesehatan, serta pola asuh anak secara baik dan benar.

“Masing-masing desa dan kelurahan, diberi porsi materi yang sama untuk mempresentasikan materi dan usaha yang pernah dilakukan untuk selanjutnya dinilai oleh dewan juri di setiap Pokja. Juga digelar mata lomba Pidato yang fokus pada kelembagaan dan penguatan Dasawisma melalui 10 Program Pokok PKK. Materi Pidato merangkum seluruh item di setiap Pokja,” terang Theresia.

Theresia mengharapkan agar melalui event Jambore tingkat Kecamatan Wolowaru ini, para Kader PKK dan Posyandu dapat menjadi penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di masing-masing desa dan kelurahan.

Ia juga menegaskan bahwa Dasawisma harus menjadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan PKK di samping pendapatan keluarga (kesejahteraan), kesehatan (stunting) serta kemandirian.

“Mari kita saling bergandengan tangan guna mewujudkan 10 program pokok PKK sesuai semboyan kita menuju PKK Wolowaru yang Jaya. Apresiasi dan terima kasih untuk partisipasi dan keterlibatan aktif kita semua. PKK Bangkit, PKK Jaya,” kata Theresia lantang.

Sementara Camat Wolowaru selaku Pembina PKK Kecamatan, David Manna, dalam arahan singkatnya mengaku sangat mengapresiasi dan merasa bangga dengan kegiatan Jambore tersebut.

“Dengan melihat keterlibatan, partisipasi dan antusiasme kita hari ini, saya sangat bangga bahwa ada potensi yang harus kita kembangkan dan optimalkan. Ini menjadi atmosfer dan spirit positif bahwa kita bisa berbuat sesuatu jika ada niat, usaha dan komitmen bersama. Ini tidak sekadar menjadi juara, melainkan bagaimana kita berusaha menjadi agen perubahan dan pemberdayaan mulai dari basis terkecil yakni keluarga,” ajak mantan Camat Lio Timur ini.

Hasil Lomba

Usai menggelar perlombaan sesuai masing-masing Pokja dan juga Pidato, para dewan juri lalu mengumumkan hasil lomba di depan ratusan Kader PKK dan Kader Posyandu.

Untuk kategori lomba Pidato, Desa Wolokoli berhasil meraih juara 1, disusul desa Rindiwawo pada posisi kedua dan desa Lise Pu’u di posisi ketiga.

Sementara Pokja Satu, Kelurahan Bokasape berhasil meraih juara pertama, menyusul desa Rindiwawo di posisi kedua dan desa Liselowobora di posisi ketiga.

Untuk Pokja Dua, Desa Niramesi berhasil keluar sebagai juara pertama, menyusul desa Lisedetu di posisi kedua, dan kelurahan Bokasape di posisi ketiga.

Untuk Pokja Tiga, Desa Nakambara berhasil menjadi juara pertama, desa Wolokoli di urutan kedua dan desa Lisedetu di urutan ketiga.

Sedangkan untuk Pokja 4, Desa Mbuliwaralau Utara berhasil meraih juara pertama, Keluarahan Bokasape di posisi kedua dan desa Likanaka di posisi ketiga.

Usai pengumuman oleh Dewan Juri, para pemenang langsung menerima hadiah dan penghargaan dan diakhiri dengan sesi foto bersama. (vrg/vrg)