Hilang 38 Tahun, Kakek Asal Lembata Bertemu Keluarga Setelah Dibantu Pemkab Kupang

oleh -1.036 views
Frans Wato Waleng (baju putih lengan berwarna biru-ke tiga dari kanan) akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya setelah 38 tahun berpisah

BELU, suluhdesa.com – Frans Wato Waleng (75) akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya setelah 38 tahun berpisah. Peristiwa ini terjadi di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, (2/9/19).

Frans Waleng hidup sebatang kara selama 38 tahun. Kakek renta asal Desa Waiwejak, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata ini hilang kabar dengan keluarganya pada tahun 1981 ketika merantau ke Kupang untuk mengubah hidup dan nasibnya. Namun setelah sampai di Kupang segala mimpi yang muluk tentang hidup yang sejahtera jauh dari kenyataan pahit yang harus dialami Frans Waleng. Frans harus bekerja serabutan untuk menopang hidupnya hingga usianya semakin uzur dan tidak berdaya lagi.

Pada bulan Maret 2019 ketika Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang melakukan penataan dan pembebasan lahan pemerintah, di sinilah awal Pemkab Kupang mengenal Frans Waleng.

Frans tinggal di tanah milik Pemda, sekarang depan Kantor Satpol. PP Kab. Kupang. Ia hidup sebatang kara dengan usia yang sangat tua dan kondisi fisik yang memprihatinkan

Baca Juga:  RIP Habibie; Pengabdianmu Paripurna

Kondisi Frans Waleng atau yang biasa dipanggil Ama Frans sangat memprihatinkan.Hal ini ternyata menarik empati Kepala Daerah kabupaten Kupang, Korinus Masneno. Rasa empati ini membuat Korinus akhirnya memerintahkan Stpol. PP untuk menyelamatkan Ama Frans di kantor dinas Stpol. PP Kab. Kupang. Di kantor ini ama Frans mendapat pertolongan dan perhatian untuk segala kebutuhannya sambil pemerintah bekerja untuk mencari keluarganya.

Upaya mencari pihak keluarga Ama Frans berlangsung selama lima bulan dengan menggunakan media sosial. Pada tanggal 15 Agustus 2019 melalui kerja keras pihak pemerintah Kabupaten Kupang, akhirnya keluarga Ama Frans ditemukan di Halilulik.

Ada satu nama orang tua di Halilulik yang nama kampungnya (marga, Red) yang sama dengan Ama Frans. Setelah diselidiki dan diusut garis keturunan serta asal kampungnya ternyata Pria itu adalah Anton Boli Waleng (68) yang merupakan saudara kandung Ama Frans.

Anton Boli Waleng kehilangan saudaranya ini dan telah berupaya selama ini mencari. Namun rupanya tidak berhasil. Apa mau dikata, barangkali saudaranya Frans Waleng sudah tiada. Begitu kira-kira pikir Anton. Namun ternyata Tuhan mempertemukan mereka dengan cara yang sangat unik.

Baca Juga:  Terbentuk Kepengurusan IKADA Bali Periode 2020-2022, Harus Punya Komitmen

Setelah menemukan keluarga dan dilakukan berbagai macam pengecekan untuk akurasi data, Pemda Kabupaten Kupang kemudian memfasilitasi dan juga mengupayakan proses pemulangan sang kakek kepada kelurganya di Halilulik.

Menurut keterangan Sekertaris Satpol. PP Kab. Kupang Ricky Djo kepada Media suluhdesa.com,  ide mengembalikan Ama Frans kepada keluarga muncul dari Bupati Korinus.  Upaya ini dilakukan dengan sangat  hati-hati. Hal ini mengingat kondisi fisik ama  Frans  yang memprihatinkan dan juga harus berada di tangan yang tepat. 

“ide untuk mengembalikan ama Frans ini datang dari bapak Bupati. Menurut bapak Bupati, kondisi fisik Ama Frans yang sudah menua ini butuh perhatian khusus dari pihak keluarga. Selain itu beliau juga berpesan agar dalam proses pencarian keluarga Ama frans harus kami lakukan dengan hati-hati agar Ama Frans memang berada pada tangan yang tepat.” Tutur Ricky.

Baca Juga:  Gembala Berjiwa Pemaaf: Kenangan Bersama Rm. Lukas Nong Baba, Pr

Usaha mengembalikan Ama Frans kepada pihak keluarga awal ditolak oleh Ama Frans karena ia sudah merasa nyaman untuk tinggal di Naibonat.Namun pihak pemerintah Kabupaten Kupang tidak mau menyerah. Pemerintah terus meyakinkan ama Frans bahwa dengan usia dan kondisi fisik yang memprihatinkan Ama Frans akan lebih baik jika tinggal bersama keluarga. Akhirnya Ama Frans pun bersedia dibawa pulang ke Halilulik.

“Awalnya ketika kami berupaya mencari pihak keluarga Ama Frans, Ama Frans tidak mau dan menolak, namun dengan berbagai upaya dengan terus memberi pemahaman akhirnya bapa tua lunak dan mau untuk tinggal bersama keluarga”. tambah Ricky

Pada Selasa (3/9/19) Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Satpol.PP Kabupaten Kupang yang diimpin oleh Sekertaris Satpol. PP. Ricky Djo akhirnya mempertemukan  ama Frans  bersama keluarganya di Halilulik setelah 38 tahun menghilang. Pertemuan Ama Frans dengan keluarga pun berlangsung haru.

Dalam pertemuan itu, keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kupang Bupati Korinus Masneno, Wakil Bupati Jerry Manafe, Sekertaris Satpol PP Ricky Djo dan semua pihak yang telah memberi perhatian dan bantuan  kepada Ama Frans dan keluarga. (Angelomest Lejap/ Jello)