Akreditasi ‘B’, Fakultas Filsafat Unwira Kupang Siap Mencetak Lulusan Yang Berdaya Guna

oleh -1.302 views
Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Herman Yohanes – Penfui

KUPANG, suluhdesa.com – akreditasi merupakan pengakuan resmi dari pemerintah terhadap suatu universitas. Biasanya ditandai dengan keluarnya SK untuk jurusan-jurusan tertentu.  Itulah mengapa tidak semua jurusan dalam satu universitas terakreditasi A semua. Ada yang B atau C. Pengakuan tersebut mengindikasikan kualitas pengajaran dari universitas itu.

Badan pemerintah yang berwenang memberikan akreditasi ini bernama BAN-PT. Mutu pendidikan yang dinilai berdasarkan fasilitas, prestasi, kualitas pengajaran, dan lain-lain. Termasuk kondisi bangunan fakultas pada perguruan tinggi terkait. Baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta sama-sama mendapatkan akreditasi.

 Proses akreditasi dari pemerintah bisa mencegah tindakan penipuan secara sepihak maupun dari pihak lain. Sama persis dengan sebuah jaminan. Bukankah kita suka dengan yang serba terjamin? Proses evaluasi sebelum memberikan akreditasi berjalan cukup lama. Tentu melibatkan analis andal yang berada di bidang tersebut. Output-nya berupa informasi kinerja perguruan tinggi dalam melayani kebutuhan masyarakat. Sekaligus memberikan respons atas hasil evaluasi tersebut agar bisa terus meningkat.

Hal ini pun dilakukan oleh Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Herman Yohanes – Penfui pada tanggal 28-30 Agustus 2019. Fakultas Filsafat yang 98% menjadi tempat studi para Calon Imam Katolik ini mendapat nilai 346 = B Gemuk (dari 314 pada akreditasi yang lalu).

Informasi ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Drs. Yohanes Subani, Lic.Iur.Can., saat Media ini berada di ruang kerjanya pada Kamis (5/9/19) pukul 11.30 wita.

Kepada Media suluhdesa.com Romo John menuturkan jika akreditasi itu merupakan suatu standar nasional tentang pendidikan di berbagai lembaga. Termasuk di Fakultas Filsafat Unwira Kupang.

“Kita sudah menyiapkan borangnya sejak tahun lalu. Seharusnya akreditasi kita dari beberapa tahun lalu itu berakhir Bulan Mei 2019. Tetapi karena ada kesulitan dengan asesor makanya itu ditunda sampai baru-baru ini. Dan baru terlaksana pada 28-30 Agustus 2019. Kita didatangi oleh dua orang asesor yaitu DR. Daniel Ronda, M.Th (Sekolah Tinggi Filsafat Jaffray-Makassar dan DR. Herdito Sandi Pratama (Universitas Indonesia). Mereka yang datang verifikasi semua dokumen dan kita laporkan. Kali ini jika dibandingkan dengan akreditasi kali lalu itu jauh lebih lancar dan cepat,” ungkap Romo John.

Drs. Yohanes Subani, Lic.Iur.Can.

Menurut Romo John tim akreditasi ini datang untuk verifikasi data yang disiapkan. Misalnya tentang visi, misi, dan lain-lain seperti yang telah disusun dalam borang.

“Kita memiliki visi Terwujudnya Fakultas Filsafat UNWIRA di tahun 2025, sebagai komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dalam pemikiran filosofis-profetis, berdaya ubah dan berwawasan global berlandaskan iman dan moral kristiani dalam dialog dengan agama dan budaya. Itu kapan kami susun? Mana buktinya? Nah hal-hal itu yang mereka tanya. Sehingga betul-betul kita tidak merekayasa sesuatu. Karena hal-hal seperti itu, misalnya kita susun visi kita itu sampai tanggal 2 Februari 2017. Kita mendatangkan Romo Bagus Laksana dari Jojgjakarta, lalu Yos Lainurak dari Unwira Kupang.” terang Romo John.

Lanjut Romo John, karena pihaknya kali ini mempersiapkan segala sesuatu terkait akreditasi dengan baik, penilaian yang dimulai jam 9 pagi  berakhir di jam 11.30 pagi. Penilaian dilakukan untuk semua standar yang mereka siapkan.

“Dengan demikian negara tahu kita tidak sedang merekayasa ini semua. Kita sungguh-sungguh menyelanggarakan sistem pendidikan yang diamanahkan oleh negara dan Gereja Katolik. Standar yang kami siapkan itu sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi. Sehingga saat kemarin akreditasi itu, dalam sejarah Unwira Kupang berdiri , Fakultas Filsafat mendapat nilai B. Itu sangat luar biasa karena merupakan hasil kerja semua pihak. Untuk akreditasi seperti ini lima tahun mendatang kita berupaya untuk mendapat nilai A,” tukas Romo John.

Baca Juga:  Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Lakukan KKN Di Desa Sumber Ketempa

Romo John yang juga Dosen Hukum Perkawinan pada Fakultas Filsafat ini juga menjelaskan bahwa jumlah dosen untuk Program Studi Filsafat ada 13 orang. 1 orang dosen yang sedang studi Doktor di Italia. 5 orang Doktor yang saat ini menjadi dosen tetap, 8 orang dosen lulusan Lisensiat dengan keahlian masing-masing. Pegawai Tata Usaha ada 2 orang dan Pegawai tetap ada 3 orang serta 1 orang yang bertugas menangani perpustakaan. Lalu 1 tenaga IT yang baru saja direkrut pada Agustus 2019.

Jumlah mahasiswa saat ini yang baru masuk 77 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan 356 mahasiswa. Para mahasiswa itu berasal dari 3 Keuskupan, yakni; Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Waitabula. Para mahasiswa juga berasal dari 4 biara, yaitu Biara Claret, Biara OCD, Biara Ordo Mater Dei, dan Biara Hati Kudus. Kata Romo John, masih ada mahasiswa yang berasal dari biara atau kongregasi perempuan seperti Biara SSPS dan juga Biara Puteri Maranatha yang berpusat di Atambua. Fakultas ini juga sudah terbuka untuk awam yang tidak berlatar belakang seminari untuk belajar di tempat ini.

Romo John diakhir wawancara, kepada Media suluhdesa.com berharap jika ada alumni yang ingin mensupport dengan membantu pengadaan buku Filsafat dan Theologi, keuangan, maupun bantuan jenis lainnya dapat menghubungi dirinya sebagai Dekan Fakultas Filsafat, dan akan dilaporkan secara transparan. Romo John juga meminta seluruh alumni untuk selalu membangun komunikasi dengan pihak Fakultas melalui media sosial yang ada. (Dari keterangan Romo John, jika pihaknya telah membuat website Fakultas Filsafat, akun media sosial sebagai tempat semua alumni memperoleh informasi dan mengirimkan informasi).

“itu tentu saja sangat berguna karena Fakultas Filsafat ini masih membutuhkan banyak hal untuk kita benahi. Kita bermimpi besar harus mendapat nilai akreditasi A. Untuk itu kita dengan sungguh-sungguh mempersiapkan segala hal dari sekarang. Oleh karena itu kami sangat membutuhkan kerja sama para alumni yang saat ini berada di mana saja. Ke depan kami akan fasilitasi pertemuan atau reuni untuk para alumni sehingga satu sama lain dapat bertemu, berdiskusi, dan berbagi. Tidak saja dengan para sesama alumni yang Pastor tetapi juga alumni awam,” Romo John berharap.

Romo John dengan bangga mengatakan bahwa Fakultas Filsafat mendidik para mahasiswa yang akan menjadi Imam Katolik atau yang akan berkarya menjadi awam Katolik di tengah masyarakat.

“Mereka menjadi corong kebenaran di tengah masyarakat. Mereka juga dipersiapkan untuk berpikir filosofis, kritis, profetis, mengabdi kebenaran dan keadilan, berdaya guna, dan berwawasan global,” ujar Romo John mengakhiri pembicaraan.

Salah satu alumni Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Yohanes Paulus S. Bataona, S.Fil, M.Pd., kepada Media suluhdesa.com via pesan Whatsapp pada Kamis (5/9/19) pukul 20.00 wita mengucapkan proficiat kepada lembaga Fakultas Filsafat Unwira Kupang yang memperoleh nilai B.

Yohanes Paulus S. Bataona, S.Fil, M.Pd.

“Sebagai salah satu alumni Fakultas Filsafat yang dipercayakan oleh pimpinan Fakultas Filsafat sebagai Ketua Alumni Awam Fakultas Filsafat, saya sangat bangga dengan hasil akreditasi yang diperoleh Fakultas Filsafat di mana sudah tiga kali akreditasi dan hasilnya sama yaitu B. Ini suatu achievement yang luar biasa. Dan itu menunjukan bahwa sebuah kerja keras tidak pernah mengkianati hasil,” kata Paul.

Baca Juga:  Masyarakat Terdampak Covid-19 Tak Perlu Kuatir Karena Pemprov NTT dan Pemkab/Pemkot Siapkan Dana

Yohanes Paulus S. Bataona, S.Fil, M.Pd yang merupakan Dosen Tetap  dan Wakil Rektor I Universitas San Pedro Kupang menyampaikan jika, “dengan hasil ini tentunya pertama-tama kita semua bahagia dan bersyukur kepada Tuhan, Sang Penyelenggara Agung. Yang kedua, kita juga patut memberi apresiasi yang amat mendalam bagi segenap sivitas akademika Fakultas Filsafat khususnya pimpinan Fakultas dan Prodi, para Dosen, KTU dan para pegawai yang telah berjuang keras mempersiapkan seluruh tahapan reakreditasi hingga akhirnya boleh menggapai akreditasi dengan nilai B. Yang ketiga, di samping happy dan proud of, kita perlu mengevaluasi lagi letak kekuatan dan kelemahan dari seluruh proses reakreditasi Fakultas Filsafat supaya pada persiapan reakreditasi berikutnya bisa dilakukan perbaikan yang perlu sehingga target berikutnya adalah Fakultas Filsafat bisa mendapatkan nilai akreditasi A. Yang keempat, kalau tidak salah ingat, salah satu poin yang menjadi perhatian Fakultas Filsafat ke depannya adalah publikasi dosen dan alumni pada jurnal online yang kredibel terakreditasi, dan juga Fakultas Filsafat perlu memiliki e-jurnal yang kredibel dan terakreditasi. Saya mengharapkan mudah-mudahan poin ini segera diatasi demi meningkatkan nilai reakreditasi berikutnya. Yang kelima, sebagai ketua Alumni Awam Fakultas Filsafat, saya akan terus membangun komunikasi dan sinergisitas dengan Fakultas Filsafat agar kontribusi alumni terhadap almamater Fakultas Filsafat bisa lebih dimaksimalkan lagi terlebih berkaitan dengan poin-poin yang mendukung reakreditasi Fakultas Filsafat. Di akhir komentar ini, saya mau mengajak rekan-rekan alumni Fakultas Filsafat di manapun berada, marilah kita tingkatkan lagi peran kita dalam membantu Fakultas Filsafat untuk lebih maju dan sukses,” Pungkas Paul.

Dua orang asesor yaitu DR. Daniel Ronda, M.Th (Sekolah Tinggi Filsafat Jaffray-Makassar dan DR. Herdito Sandi Pratama (Universitas Indonesia).

Sejarah Berdirinya Fakultas Filsafat Unwira

Berdirinya Fakultas Filsafat merupakan hasil kerja sama berbagai pihak terutama pimpinan gereja dan pihak pemerintah. Para Uskup se – Nusa Tenggara dan para pimpinan SVD se- Indonesia, dalam rapatnya di Ritapiret tanggal 28 Januari 1988 dengan SK No.1/1988/Nusra, telah menetapkan tentang pembukaan Fakultas Filsafat Universltas Katolik Widya Mandira Kupang.

Dalam keputusan tersebut ditetapkan dua hal penting. Pertama, memohon kesediaan Yapenkar untuk membuka Fakultas Flsafat Agama pada Unika Widya Mandira Kupang. Kedua, menghimbau Yapenkar mengambil langkah -langkah yang perlu dalam kerja sama dengan pimpinan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, untuk mewujudkan keputusan yang telah dletapkan. Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Uskup Agung Ende Mgr. Donatus Djagom,SVD, ketika itu mengatasnamai para Uskup se – Nusra dan Provincial.

Selanjutnya Uskup Agung Kupang Mgr. Gregorius Monteiro,SVD (Almarhum) atas nama para Uskup NUSRA, tahjun 1989 dalam suratnya No 19059/Koe/ll/1989 menyampaikan keinginan para uskup dan provincial SVD se- Indonesia tersebut kepada pihak Propaganda Fide di Roma dan sekallgus meminta persetujuannya. (Cardinal J. Tomko sebagai Prefek Kongregasi Penyebaran Iman dalam suratnya tertanggal 21 Maret 1989 kepada Mgr. Gregorius Monteiro.SVD memberikan persetujuan atas pembukaan Seminari Tinggi St. Mikhael di Kupang, yang dalam urusan akademik menurut sistim Pendidikan Tinggi di Indonesia bergabung dengan UNWIRA sebagai Fakultas Filsafat. Selanjutnya pada tahun 1990 dibuka Tahun Qrientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian Atambua, sebagai persiapan untuk Seminari Tinggi di Kupang. Tanggal 15 Agustus 1991 Seminari Tinggi St. Mikhael diresmikan dengan Rm.Alo Pendito Keranz.Pr sebagai Preses.

Baca Juga:  Tim LP3KD Provinsi Papua Barat Bangun Koordinasi Bersama Panitia Pesparani Nasional II di Kupang

Sementara itu urusan – urusan menyangkut izin pemerintah terus dilanjutkan. Akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1993 dengan SK. No.06/D/1993, memberikan Status Terdaftar kepada Fakultas Filsafat Agama. Program Studi Filsafat Agama Katolik untuk jenjang  S-1 di lingkungan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Sejak saat iniiah secara yuridis mulai berdiri Fakultas Filsafat Agama Unwira, dengan Rm.Dr.Alo Pendito Keranz,Pr sebagai Dekan.

Visi, Misi Dan Tujuan Filsafat Fakultas Filsafat Unwira Kupang

  1. Visi dasar yang diemban Fakultas Filsafat berkaitan dengan tugas maha penting dan maha berat pembentukan komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dalam pemikiran filosofis-profetis, berdaya ubah dan berwawasan global berlandaskan iman dan moral kristiani dalam dialog dengan agama dan budaya.

Pribadi manusia yang diupayakan pembentukannya lewat pendidikan di Fakultas Filsafat adalah pribadi-pribadi yang matang, utuh-seimbang, beriman teguh dan bertaqwa kepada Allah, menjunjung tinggi harkat dan martabat pribadi manusia (berperikemanusiaan), setia dan tekun memelihara persatuan dan kesatuan Nasional, menghargai perikehidupan demokratis, dan terdorong untuk terus-menerus bersikap adil dan arif dalam kehidupan.

Profesionalisme di bidang pemikiran kritis-filosofis yang berdaya berdaya ubah dan berwawasan global berlandaskan iman dan moral kristiani dalam dialog dengan agama dan budaya adalah seperangkat keahlian di bidang ilmu filsafat dan ilmu pendukung lainnya yang diupayakan tetap berlandaskan pada integritas kepribadian yang meliputi aspek intelektual, religius, moral, sosial dan pastoral sebagai hasil sintesis iman dan ilmu, dengan berpegang teguh pada sikap cinta akan kebenaran sebagai karunia Allah, Sang Kebenaran Sejati, sambil tetap terbuka dan siap sedia menerima dan menghayati tawaran keselamatan yang diwahyukan Allah bagi manusia sepanjang peredaran jaman dengan situasi dan kondisinya yang konkret.

  • Fakultas Filsafat mengupayakan agar rangkaian pembinaan intelektual sedapat mungkin berpadanan dengan tuntutan mendasar akal-budi manusia sebagai “partisipasi dalam Cahaya Budi Ilahi”.

Fakultas Filsafat berusaha semaksimal mungkin membina kesadaran dalam diri para mahasiswanya bahwa dengan daya nalar yang terbina secara maksimal, mereka mampu mengenal manusia dan dunia dengan lebih baik, meraih kebijaksanaan, mengenal dan mencintai Allah dengan lebih rela berpaut kepadaNya.

Fakultas Filsafat bertugas memelihara mutu pembinaan intelektual mahasiswanya yang sebagian terbesar adalah calon-calon imam. Para mahasiswa dituntun untuk mencari kebenaran dengan setia dan tekun, penuh hormat dan berusaha menghayati kebenaran itu dalam seluruh perikehidupannya, dan setia mewartakannya dalam tugas.

Fakultas Filsafat berusaha membimbing para mahasiswanya secara khusus agar mereka menerima dan menhayati iman secara konsekuen dan radikal karena keyakinan bahwa Allah telah memanggil mereka untuk tugas keselamatan.

  • Sasaran pembinaan intelektual yang terselenggara di Fakultas Filsafat ialah agar para mahasiswa  memperoleh ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang memadai di bidang filsafat dan ilmu-ilmu pendukung lainnya. Untuk itu diperlukan suasana yang kondusif agar para mahasiswa menumbuhkembangkan dalam dirinya semangat cinta akan ilmu pengetahuan, hasrat dan keinginan untuk terus-menerus belajar seumur hidup, dan atas prakarsa dan usaha sendiri mengembangkan bekal bagi kehidupannya di dalam dunia dengan arus globalisasi yang menantang.

Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang telah melahirkan banyak lulusan atau out put  yang mumpuni di bidangnya. Fakultas ini telah mencetak ratusan Imam Katolik, akademisi, peneliti, pengusaha, birokrat, politisi, dan profesional lainnya. (61/61)