Inovasi Pertanian Oleh BPTP NTT Memberikan Keuntungan Kepada Para Petani

oleh -403 views
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)Balitbangtan NTT mengadakan bimbingan teknis tematik penerapan inovasi budi daya jagung di Kawasan Inovasi pertanian ( Kawitan)mendukung peningkatan komunikasi diseminasi hasil Litkaji Balitbangtan tahun 2019 yang berlangsung di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang pada Senin (2/9/19).

KUPANG, suluhdesa.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)Balitbangtan NTT mengadakan  bimbingan teknis tematik penerapan inovasi budi daya jagung di Kawasan Inovasi pertanian ( Kawitan)mendukung peningkatan komunikasi diseminasi hasil Litkaji Balitbangtan tahun 2019 yang berlangsung di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang pada Senin (2/9/19).

Kegiatan ini dilaksanakan di Saung Kelompok Tani Amkenat dengan jumlah petani kurang lebih 20 orang .

Kepala BPTP NTT, Dr. Ir. Syamsudin, M.Si memberikan masukan dan arahan karena  beribu-ribu inovasi tetapi produksi dan pendapatan petani masih sangat rendah.

“Ide kawasan Inovasi pertanian Kawitan, diterapkan karena disadari sudah banyak pertanian yang di lakukan namun masih belum mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu, diharapkan adanya inovasi pertanian yang terbaru sehingga dapat diterapkan kepada para petani. Namun juga tidak mengabaikan saluran yang ada. Diharapkan para peneliti maupun penyuluh dapat menerapkan dengan baik metode inovasi kepada petani dengan tidak mengabaikan tugas dan fungsi dari BPTP NTT,” urai Syamsudin.

Baca Juga:  Jika Covid-19 Berlanjut, Kebutuhan Pangan Masyarakat Desa Lakekun Barat Terancam

Syamsudin menjelaskan bahwa BPTP adalah ujung tombak diseminasi dan transfer teknologi hasil-hasil peneliti litbang pertanian. BPTP membantu penyuluh lebih nyata,riil dalam mendampingi petani, ada saling terintegrasi antar kelompok petani sehingga terdampak kepada petani.

Sementara itu Dr. Ir. Tony Basuki, peneliti  BPTP NTT, memaparkan  lima inovasi sistem komponen teknologi dan bimbingan teknis tematik yaitu, Varietas Unggul, double track atau sistem tanam, sistem tanam satu lubang satu biji, pencengahan hama ulat tentara, dan sitovilus.

 “Inovasi  ini harus disebarkan dan diadopsi oleh para petani sehingga hasil tanam dan panen  para petani  yang selama ini dikeluhkan  setahun sekali panen, kini setahun bisa dua kali panen,”  tegas Tony.

Baca Juga:  BPTP NTT Bagikan Sembako Kepada Para Wartawan

 Tony juga menjelaskan sistem tanam jagung dengan double track dan satu lubang satu biji dengan mengunakan varietas unggul diharapkan merupakan inovasi teknologi terkini yang akan memberikan keuntungan kepada petani.

Pada kesempatan yang sama Kepala desa Oeteta, Yakob Tafae mengungkapkan, sebagai pemerintah, dirinya sangat berterimakasih kepada BPTP NTT, karena sudah memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani yang ada di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, sehingga masyarakat dapat membudidayakan tanaman jagung dengan inovasi pertanian yang bagus yakni menggunakan lima komponen teknologi dan dengan sistem tersebut para petani dapat berhasil serta dapat membantu ekonomi masyarakat di Oeteta.

Baca Juga:  Bupati TTU Apresiasi Para Peternak Dalam Kontes Ternak Sapi di Bikomi Selatan

Yakob Tafae juga berharap agar BPTP terus memberikan pendampingan dengan inovasi pertanian yang baru sehingga inovasi teknologi ini  memberikan keuntungan kepada petani.

Ketua Kelompok Tani Amkenat  didepan Kepala BPTP memberikan testimoninya.

“Dengan adanya inovasi ini, kami selaku petani jagung merasakan manfaat nya, khususnya pada peningkatan produksi,” ungkapnya. (vrg/vrg)