Budi Daya Pisang Di Kabupaten Malaka Sangat Menguntungkan

oleh -471 views
Budidaya pisang di Malaka Sangat menjanjikan. Bisa menembus pasaran di daratan Timor.

MALAKA, suluhdesa.com – Budidaya pisang di Malaka Sangat menjanjikan. Bisa menembus pasaran di daratan Timor.  Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka Yustinus Nahak Pada Selasa (3/9/19).

Menurut Kadis Yustinus pihaknya sementara melakukan kajian dan pemetaan terkait budidaya pisang agar bisa menjawab permintaan pasar secara berkesinambungan di masa mendatang.

Untuk menjawab permintaan pasar saat ini dinas sementara merancang agar daerah yang kurang produktif untuk tanaman pangan seperti jagung perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk menanam pisang karena tanaman pisang bisa tumbuh di mana saja.

Baca Juga:  Inovasi Pertanian Oleh BPTP NTT Memberikan Keuntungan Kepada Para Petani

lebih lanjut dikatakan Kadis Yustinus jikalau tanaman pisang yang sementara berproduksi di Kabupaten Malaka sebanyak 3. 250 hektar dengan rincian 250 ha tanaman pisang melalui program RPM dan 3000 ha lainnya menyebar pada beberapa kecamatan seperti Wewiku, Malaka Barat, Weliman, Malaka Tengah dan Kecamatan Kobalima.

“Kita sudah lakukan pemantauan di lapangan ternyata permintaan pasar terkait pisang Malaka cukup tinggi dan berjalan secara kontinyu yang dijual petani ke seluruh daratan Timor. Kalau petani langsung menjual di kebun hanya bisa mendapatkan uang Rp 20.000,- – Rp 30.000,- ribu/ tandan karena per sisir dijual dengan harga RP 2500,- – Rp 3000,-/ sisir,” jelas Yustinus.

Baca Juga:  Kisah Anak Kampung Dari Malaka Jadi Artis dan Bermain Sinetron Di Jakarta

Menurut Yustinus kalau dijual petani keluar Malaka bisa mencapai harga Rp. 7500- Rp 15.000/sisir dan per tandan bisa dijual dengan harga Rp 70.000,-

”Kami bertemu dengan petani di Oanmane -Malaka Barat. Mereka mengatakan setiap hari bisa pasok pisang 2 pick up ke Atambua dan tiap tiga hari jual 1 truk pisang di Kota Kupang. Hal yang sama kami jumpai dengan petani di Kecamatan Wewiku dan Weliman serta Malaka Tengah. Mereka melakukan hal yang sama bahkan mengaku walau pasokan pisangnya banyak namun permintaan pasar masih tinggi,” beber Yustinus.

Baca Juga:  Remaja Putri Menstruasi di Sekolah, Para Guru Diimbau Siapkan Toilet yang Nyaman

Dirinya mengharapkan supaya para petani harus melihat peluang pasar ini dan melalui petugas di lapangan pihaknya tetap mendorong petani untuk menanam pisang terutama memanfaatkan lahan-lahan yang kurang produktif  untul ditanami jagung.

“Kita optimis bila tanah-tanah itu ditanami pisang akan memberikan hasil yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita.” tutup Kadis Yustinus. (edi.s/edi)