Bulan Kitab Suci: Momen Introspeksi Diri

oleh -365 views
Boy Zanda

OPINI, suluhdesa.com – Setiap bulan Kitab Suci tiba, saya seringkali malu pada diri saya sendiri. Iya, kira-kira begitu adanya.

Saya malu karena tak mencintai Kitab Suci, entah dalam tutur maupun sikap. Kalau pun saya sedikit mencintai, baru baca sesekali. Itu pun karena pulas dalam mimpi kemalasan.

Dan saya sadar, bahwa dampak dari kemalasan itu, saya sering iri hati, dengki, dan balas dendam.

Baca Juga:  Guru, Berhentilah Mendidik Manusia Seperti Katak Dalam Tempurung

Akibat dari semua itu adalah sesamaku merasa sakit hati dan terluka. Entah kapan sembuhnya, aku pun tak tahu. Selain itu juga timbulah krisis iman dan cinta pada diri, sesama dan lingkungan alam.

Maka, merujuk pada tema umum bulan Kitab Suci tahun 2019 yakni mewartakan kabar baik di tengah krisis lingkungan, sebenarnya mau melegitemasi bahwa sikap destruktifku telah berdampak buruk, bukan hanya lingkungan yang tersakiti tapi juga sesamaku yang lain.

Baca Juga:  Mengenal Mgr. Siprianus Hormat, Pr Uskup Ruteng

Sore ini (2/8/19) saya dipercayakan oleh lembaga SMA Katolik Regina Pacis Bajawa untuk menjadi juri dalam lomba menulis renungan antar kelas. Bagi saya, kepercayaan ini adalah salah satu cambuk yang sangat sakit. Dari sakit itu, saya harus mengintrospeksi diri. Sudah sejauh mana saya menyakiti lingkungan dan sesama? Dan sudah sejauh mana pula saya bisa insaf?

Baca Juga:  Orang Muda PDKK St. Cecilia Berkatekese dan Dalami Kitab Suci

Harapanku, semoga di bulan Kitab Suci ini, dapat saya maknai untuk memurnikan diri dari segala sikap yang melukai lingkungan dan sesama. Dan biarlah momen ini, dijadikan seperti air yang mampu menyejukan hati dan menjernihkan pikiran dan rencana-rencana kotor lainnya. (*)

Recis, 2/8/2019

(*) Catatan Pribadi Boy Zanda (Guru, Penulis, dan Arsitek Debat SMAK Regina Pacis Bajawa)