Dua Alumnus SMPN 2 Bajawa Yang Sering Membuat Guru Pusing Kepala Go Nasional

oleh -2.780 views
Paula Agustin Rani dan Elisabeth Lusiana Nay, dua cewek alumnus SMPN 2 Bajawa yang juga siswi SMAK Regina Pacis Bajawa yang mewakili NTT dalam FLS2N di Lampung

TOKOH, suluhdesa.com – Dua orang alumnus SMPN 2 Bajawa yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di SMA Katolik Regina Pacis Bajawa berhasil mendulang prestasi yang luar biasa.

Kedua siswi itu adalah Paula Agustin Rani dan Elisabeth Lusiana Nay. Mereka berdua merupakan utusan SMAK Recis dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 di Kupang.  Paula menjadi utusan cabang lomba desain poster sedangkan Elisa menjadi utusan cabang lomba solo vocal putri.

Perlombaan FLS2N Tingkat Kabupaten Ngada dilaksanakan pada Selasa (20/8/19). Untuk dua cabang lomba ini, Paula berhasil menjadi sang juara lomba desain poster dan Elisa berhasil menjuarai cabang lomba solo vocal putri.

Selanjutnya, kedua siswi ini berlaga ke tingkat Provinsi mewakili Kabupaten Ngada. Perlombaan tingkat Provinsi diselenggarakan pada Sabtu (24/8/19). Dari sekian banyak peserta yang menjadi utusan setiap Kabupaten, akhirnya Paula dan Elisa berhasil menjadi The Winner. Dengan prestasi ini, Paula dan Elisa akan Go Nasional mewakili Provinsi NTT dalam cabang lomba desain poster dan solo vokal putri.

Baca Juga:  Waspada, Sudah 431 ODP Covid-19 di Provinsi NTT

Tingkat nasional akan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2019 di Lampung. Paula dan Elisa akan bersaing dengan peserta dari 33 Provinsi se-Indonesia.

Paula Agustin Rani

Terhadap prestasi ini, Paula mengakui bahwa bakat menggambar sudah ada sejak  di SDK Regina Pacis Bajawa. Untuk pendidikan selanjutnya, Paula lebih memilih SMPN 2 Bajawa (Spendu) Bajawa. Alasan Paula memilih Spendu sebab Spendu merupakan lembaga yang banyak mencetak prestasi yang amat banyak. Dia juga mengakui juga, bahwa memilih Spendu tidak ada paksaan dari siapa pun. Sebaliknya, dia memilih Spendu karena ia yakin Spendu akan membesarkanya dengan baik.

“Saya pilih sekolah di Spendu karena saya percaya bahwa Spendu adalah lembaga yang hebat yang mampu mendidik saya mejadi lebih baik”kata Paula.

Menurut Paula, para guru Spendu itu unik. Keunikan itu terletak pada cara mendidik anak. Bahwa potensi anak selalu bisa dikembangkan di Spendu.

“Saya sangat senang dengan para guru  Spendu. Para guru Spendu itu semuanya hebat dan penyabar dalam mendidik saya” tandas Paula.

Baca Juga:  Mahasiswa Manggarai-Kupang Gelar Aksi Tolak Tambang di Matim

Paula juga mengakui bahwa selama di Spendu dia sering membuat para guru “pusing kepala”. Namun begitu, Paula bangga dengan kesabaran para guru yang bisa membuat dia menjadi pribadi yang baik.

“Para guru Spendu itu luar biasa. Mereka bisa membuat saya jadi pribadi yang baik dan berprestasi” imbuh Paula.

Paula juga merasa sangat bangga dengan SMAK Recis yang luar biasa. Dia bisa Go nasional, itu karena bimbingan para guru Recis yang luar biasa. “Terima kasih lembaga dan para guru yang selalu tulus dalam pengembangan potensi anak”katanya.

Sedangkan Elisa Nay, melihat Spendu adalah almamater yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata. Dia mengakui bahwa dia juga sering buat para guru “pusing kepala” dengan ulahnya.

“Tapi toh pada akhirnya para guru bisa didik saya sampai tamat. Saya bangga dengan Spendu yang memiliki guru-guru yang luar biasa dan bisa didik saya dengan baik” ungkap Elisa.

Elisa juga, bangga dengan SMAK Recis yang memiliki guru-guru hebatyang mendidik dan mendampingi sehingga dia pun go nasional. Secara khusus juga, Elisa mengakui dia bisa nyanyi dengan baik berkat bimbingan gurunya musiknya yakni Pak Logis, Pak Jejy, Pak Ol dan Ibu Rini.

Baca Juga:  Itakanrai Kupang Ajak Warga Malaka Awasi BLT Agar Tidak Dikorupsi

“Terima kasih untuk para guru musikku yang selalu setia mendampingi saya. Berkat ketulusan kalian saya bisa menjadi siswa berprestasi” kata Elisa.

Elisabeth Elisa Nay

Selain itu juga, Paula dan Elisa tidak bisa memungkiri bahwa keberhasilan mereka berdua tidak pernah terlepas dari figur almarhum Rinu Romanus Kepala SMAK Regina Pacis Bajawa. Di mata mereka berdua, Romanus bukan hanya sekadar Kepala Sekolah atau pemimpin. Tapi lebih daripada itu, Romanus adalah Bapak yang mengajarkan kebijaksanaan, kejujujuran, rendah hati, spritualitas rohani dan motivator dalam bermimpi dan bagaimana cara meraih mimpi itu.

“Bapak Romanus kami berterima kasih untuk semua jasa dan kebijaksanaan yang telah engkau ajarkan pada kami. Semoga engkau bahagia di Surga” harap Paula da Elisa.

Paula dan Elisa tetap berharap dukungan doa dari masyarakat Ngada dan NTT, agar mereka bisa memberi yang terbaik dan mengharumkan nama almamater, SMAK Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada dan NTT di kancah Nasional.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dari semua masyarakat NTT, agar kami bisa tampil dengan baik”kata Elisa dan Paula mengakhiri pembicaraan. (wil/wil).