SMPN 1 Bajawa Gelar ‘Tri Hari Bincang Literasi’

oleh -301 views
Presentase hasil tulisan pada bincang literasi oleh siswa

BAJAWA, suluhdesa.com  – Lembaga SMPN 1 Bajawa gelar kegiatan ‘Tri Hari Bincang Lliterasi, ‘ dari tanggal 27 – 29 Agustus 2019.  Bincang literasi yang dibuka oleh Kepala SMPN 1 Bajawa, Maria C. Imelda, Selasa (27/08/2019) di ruang perpustakaan sekolah itu, diikuti oleh 50 siswa.

Bincang literasi menghadirkan para pegiat literasi kabupaten Ngada: Bonefasius Zanda, Lucia Yasinta Meme, Reinard L. Meo dan Emanuel Djomba dari Rumah Literasi Cermat Ngada. Melalui sesi-sesi kegiatan,  para narasumber membangun motivasi kepada siswa dan menguatkan siswa dengan skill menulis melalui latihan dan tips-tips praktis.

Reinard L. Meo, salah seorang narasumber

Pada materi awal, Reinard L. Meo kepada para siswa,  mengatakan bahwa, menjadi seorang penulis harus mempunyai niat yang kuat dari dalam diri masing-masing. Jika sudah ada niat orang pasti melanjutkan dengan usaha, dan akan terus mencoba. Menurut Reinard, menulis baginya merupakan tantangan sehingga dengan itu ia berusaha untuk melewati. Lebih-lebih jika ada lomba menulis di sekolah, ia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Sebagai penulis, kata Reinard yang kini menjadi guru di SMAK Regina Pacis itu, anak-anak harus membuka diri dan siap belajar dari siapa saja dan kapan saja.

“Saat muda harus berkarya dan pada saatnya kita akan dikenang atas karya-karya kita,” kata Reinard memberi motivasi.

Baca Juga:  Kaum Muda Saat Ini Bermental Instan dan Hanya Mau Menjadi PNS

Mengolah Rasa

Sementara, narasumber lain, Lusia Yasinta Meme, menginspirasi siswa untuk menulis puisi. Lusia menggambarkan bahwa menulis puisi merupakan cara mengolah rasa.

Lucia Yasinta Meme salah seorang narasumber pada bincang literasi

“Dalam hidup, kita pasti merasakan banyak hal, nah dari hal-hal tersebut dapat menjadi inspirasi untuk menulis puisi,” ungkap Lusia.

Lusia Yasinta Meme yang adalah Guru SMAK Regina Pacis Bajawa ini, juga menceritakan bahwa prestasi dan karya puisi telah menghantarnya hingga ke tingkat nasional bertemu dengan penyair-penyair hebat seperti Sutarji  Calzom Bachri. Ia juga bisa bertemu pejabat negara. Atas prestasi puisi pula, menghantarnya ke Kuala Lumpur – Malaysia.

Setia pada proses

Hari kedua menghadirkan narasumber yang juga guru SMAK Regina Pacis, Bonefasius Zanda yang kian melejit dengan karya tulis kritis di berbagai media cetak maupun online. Dia mensharingkan tentang kiat-kiat menjadi siswa berprestasi. Menurut Boy, siswa berprestasi adalah siswa yang mempunyai semangat ‘baja’, tidak mudah menyerah meski terkadang gagal. Malah, kegagalan harus menjadi pelajaran berharga untuk meraih prestasi kembali.

Boy Zanda salah seorang narasumber

Selain itu, kata Boy dalam mencapai prestasi tergantung pada kesetiaan pada proses. Siswa berprestasi merupakan siswa yang mampu bertahan dalam menjalani proses sehingga pada akhirnya ia akan memanen hasil dan prestasinya. Selain itu siswa juga perlu kritis mencermati fenomena menganalisisnya dan memberi solusi. Hanya siswa solutif akan mampu berkompetisi di dunia nyata nantinya.

Baca Juga:  Sah, SMSI dan AMSI Jadi Konstituen Dewan Pers

Menjanjikan

Bincang literasi ini juga menghadirkan narasumber non guru tetapi yang gigih berjuang untuk literasi sejak tahun 2015 di Kabupaten Ngada, yaitu Emanuel Djomba – tuan Rumah Literasi Cermat Ngada.

Emanuel yang juga seorang wartawan itu memberi motivasi dan tips menulis kepada  para siswa. Dirinya, adalah bukti bahwa dengan kemampuan dan skil menulis mumpuni mampu menghidupi diri dan membiayai keluarga serta pendidikan anak.

“Jadi agar bisa hidup baik kita perlu terus mengasah diri dengan skil,” jelas Emanuel.

Melalui sharing pengalaman bekerja di media nasional dan daerah sejak tahun 1994 hingga saat ini, Emanuel memberi gambaran bahwa profesi menulis dengan menjadi jurnalis juga menjanjikan. Emanuel bahkan sempat mendirikan setidaknya 5 media cetak dan satu media online. Hal ini karena kepiawaiannya menulis.

Melalui kegiatan ini,  Emanuel menekankan Literasi menjadi penting dalam kehidupan kalau ingin surfive. Meminjam kata bijak, “siapa yang berhenti berliterasi sama halnya sudah mati sebelum waktunya.” Karena literasi sama dengan nafas dalam kehidupan.

Baca Juga:  Wisata Pantai Ena Lewa dan Vila Gemo Tampilkan Keramahtamahan

Pada materinya, Emanuel memberi tips menulis dasar dengan formula 5W 1H dan tips menulis feature (karangan khas) secara praktis dengan gaya bertutur. Memberi tips memilih angle (sudut pandang) dalam menulis. Angle akan menuntun penulis dan membela  tulisan penulis sehingga tetap konsisten dengan tema sesuai alur dan kerangka.

Namun sebelum proses menulis seorang penulis perlu dibekali dengan asupan bacaan dan kepekaan pada fenomena sekitar. Ini diperoleh dengan melakukan aktivitas reportase yang dalamnya ada aktifitas observasi, wawancara maupun riset pustaka. Dengan demikian bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas.

Mengembangkan Bakat

Pada kegiatan pembukaan, Kepala SMPN 1 Bajawa, Maria C. Imelda mengatakan bahwa, kegiatan Literasi dan Jurnalistik merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan SMPN 1 Bajawa setiap tahun. Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan bagi peserta didik, lebih-lebih bagi siswa yang mempunyai bakat dan minat di bidang tulis menulis. Melalui kegiatan ini, siswa mampu mengembangkan bakat dan kemampuan mereka. Melalui kegiatan ini, Imelda berharap siswa dapat mengikuti dengan serius agar pada suatu saat mampu menjadi penulis hebat dan megembangkan kreativitas.

Sementara Guru SMPN 1 Bajawa Ignasius Sabinus Satu dalam materi akhir memberi tips praktis menulis opini dengan gaya eksposisi.  Materi guru yang akrab disapa Uno ini sekaligus menjadi arahan bagi siswa sebelum berliterasi di alam terbuka (ekoliterasi) yang merupakan rangkaian ‘Tri Hari Bincang Literasi’ di SMPN 1 Bajawa.(emanuel djomba/ed)