Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang Adakan Pelatihan Membuat Renungan

oleh -293 views
para peserta yang mengikuti latihan membuat renungan katolik

Kupang, suluhdesa.com – Sesuai program kerja tahun 2019, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang mengadakan pelatihan membuat renungan biblis bagi umat Katolik  yang dilaksanakan di rumah Niko Dawi di Tuak Daun Merah, Kota Kupang, pada  Rabu (21/8/2019).  Peserta kali ini didominasi oleh para biarawati, yakni dari Konggregasi RCM (Suster Conceptionist), Konggregasi MSC (Suster Lambung Kudus),  Konggregasi DSY (Suster Dina Santo Yosef).

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Regina Djami, seorang relawan Komisi Kitab Suci yang bersedia rumahnya dipakai sebagai tempat kegiatan.

Sebelum masuk ke pelatihan membuat renungan biblis, Rm. Sipri Senda selaku Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang memaparkan beberapa pengetahuan dasar tentang Alkitab Deuterokanonika.

Seiring dengan banyaknya permintaan ibadat dari umat untuk pelbagai syukuran serta ketersediaan pelayanan ibadat dari kaum tertahbis yang kurang akibat berbagai kesibukan, kegiatan pelatihan membuat refleksi biblis bagi umat ini sangat membantu. Umat dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan dalam membuat sebuah renungan Kitab Suci secara sederhana dan siap menjadi pemimpin ibadat jika diperlukan.

Baca Juga:  Eks Suster Jadi Eks Pacarku

Rm. Sipri Senda yang juga sering disapa Rosi ABG ini menjelaskan langkah-langkah membuat renungan biblis secara sederhana bagi umat. Ia secara mendetail menjabarkan langkah-langkah tersebut dari doa, membaca teks Kitab Suci, penggalian teks dengan menggunakan metode 5W 1H hingga menemukan pesan Teologis baik nilai spiritual maupun nilai moralnya.

Dalam lanjutan pemaparannya, Rd. Sipri Senda memberikan penjelasan tentang skema kecil sebuah renungan biblis yang terdiri dari lima unsur, yakni pengantar, penjelasan tema ibadat syukur, ulasan/uraian teks, aktualisasi pesan teks dan penutup.

Baca Juga:  Aku Hanya Segenggam Debu

Sebagai latihan dipilih sebuah perikop Kitab Suci yang bersifat narasi/cerita, yakni Injil Matius 4:18-22 tentang Yesus memanggil murid-murid yang pertama.

Semua peserta bersemangat serta terlibat aktif dalam penggalian teks secara bersama dengan menggunakan metode 5W 1H. Mereka membolak-balik halaman Kitab Suci untuk berusaha menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan.

“Ternyata Kitab Suci nih menarik e…,” ungkap seorang Suster dari Konggregasi RCM dengan dialek Flores Timur.

Apresiasi juga keluar dari Evi Lemba, seorang relawan Komisi Kitab Suci yang turut hadir.

“Saya sering membaca perikop ini, tetapi dalam penggalian teks hari ini, saya mendapatkan banyak hal baru,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kampung Tradisional Maghilewa (2)

Di akhir kegiatan Rm. Sipri Senda menghimbau agar terus menumbuhkan kecintaan terhadap Kitab Suci dengan membacanya setiap hari dan membuat renungan secara pribadi dengan metode yang telah dijelaskan.

“Banyak renungan-renungan jadi yang bisa digunakan, dan itu baik. Tetapi lebih baik lagi kalau kalian sendiri yang membuatnya, itu akan jauh lebih berakar. Kegiatan ini tidak berakhir di sini tetapi akan berkelanjutan dan terbuka bagi siapa saja yang mau belajar, ” ucap Rm. Sipri yang juga Dosen Kitab Suci Pada Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap minggu sekali untuk sampai pada tingkat kemahiran. Peserta kegiatan ditargetkan meliputi Orang Muda Katolik dan para Ketua KUB atau Seksi Pewartaan di KUB. (f61/f61)