Desa Golo Langkok Wakili Manggarai Dalam Turnamen Liga Desa Nusantara 2019 di TTS

oleh -138 views
Tim Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara yang mewakili Kabupaten Manggarai pada Liga Desa Nusantara (LDN) 2019 seri Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Suluhdesa.com, Ruteng – Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara mewakili Kabupaten Manggarai pada Liga Desa Nusantara (LDN) 2019 seri Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut digelar pada  tanggal (22—25/8/19) di Lapangan Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Pelatih Golo Langkok, Nova Dwi Dewantoro menyampaikan timnya terpilih setelah mengikuti serangkaian kompetisi LDN seri Kabupaten Manggarai.

Terlebih dahulu kompetisi bulan juli itu dilaksanakan di lapangan Motang Rua Beokina Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, saat itu diikuti oleh 7 desa, diantaranya; Desa Tengku Lese, Desa Liang Bua, Desa Nao, Desa Todo, Desa Golo Langkok, Desa Lalong, dan Desa Golo Cador.

“Turnamen Liga Desa Nusantara 2019 seri Kabupaten Manggarai final Desa Golo Langkok vs Desa Nao. Final tersebut dimenangkan oleh Desa Golo Langkok dan dari juara tersebut kami akhirnya dapat satu tiket untuk melaju ke tingkat Provinsi NTT yang dilaksanakan di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan,” jelas Nova.

Baca Juga:  Malaka Kontra Bima Di Liga 3 Akan Diiringi Ribuan Penari Likurai

Untuk seri provinsi ada 6 Desa di 5 kabupaten yang ada di provinsi NTT yaitu dari Kabupaten Belu 1 desa, Kabupaten Flores Timur 1 desa, Kabupaten Kupang 1 desa, serta Kabupaten Timor Tengah Selatan 2 Desa.

Sebenarnya, Lanjut, Nova, merasa prihatin sebab Desa Golo Langkok mengalami minimnya anggaran dana, sebab pemerintah desa golo langkok tidak menganggarkan kegiatan liga desa nusantara itu pada APBDES tahun 2019 sehingga mereka nyaris tidak dapat berangkat untuk mengikuti turnament tersebut.

Namun, setelah pihak desa berkonsultasi dengan Pastor Paroki Beokina akhirnya pemerintah desa bersama BPD, Tua Adat Beokina dan Romo Pastor Paroki Beokina, serta bersama simpatisan bola kaki di Beokina desa Golo Langkok duduk bersama serta mencari solusi untuk memberangkatkan anak-anak ke Liga Desa Nusantara seri Provinsi NTT 2019 ini.

Baca Juga:  Suporter Arema dan Persebaya Rusuh, Ini Kata Ketua DPC GPM Lumajang

“Tim Desa Golo Langkok diberangkatkan dengan susunan Tim sebagai berikut: 10 pemain dari SMAN 2 Rahong Utara, 1 pemain SMK KARYA Ruteng, 2 Pemain SMAN 2 Ruteng Purang, 1 pemain SMA Bina Kusuma, 1 pemain SMA Primadona, 2 pemain SMA widya bakti ruteng, 1 pemain SMAK Aquinas ruteng. Tim ini berjumlah 18 orang, ditambah dengan Kepala Desa Golo Langkok Paskalis Jehadir, A.Ma, Manajer Tim Romo Robilius Narto Mbongor, Pr, Wakil Manager Petrus Klaver Mujur, S.Ag, Pelatih Nova Dwi Dewantoro, dan Asisten pelatih Yohanes Wilfridus Marison, serta 3 aparat desa Golo Langkok dan 1 Medis.

“Ini memang kami modal nekat saja datang ke provinsi, dari awal anggaran Desa Golo Langkok sebesar 20 juta. Sumbangan masyarakat desa Golo Langkok kurang lebih sekitar 6 juta, Sumbangan bapak camat Rahong Utara peribadi 1 juta, Tua Adat Rumah Gendang Beokina 150.000, Sumbangan SMA N 2 Rahong Utara 500 ribu, Sumbangan ASKAB Manggarai 1 juta, Sumbangan KONI 10 juta, Sumbangan dari keluarga Diaspora Rahong Utara yang ada di Labuan Bajo Manggarai barat berupa id card dan banner bertuliskan kontingen, sumbangan 30 kaos untuk para pemain dari keluarga besar Pastor Paroki Beokina Rm. Robilius Narto Mbongor, Pr,” tutur Nova.

Baca Juga:  Pemkab Malaka Selenggarakan Bupati Malaka Cup U-11

Kepada Media Suluhdesa.com, Nova mengungkapkan jika keterbatasan dana tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk datang ke provinsi guna mengikuti pertandingan.

“semua biaya kita atur untuk kebutuhan anak-anak beserta rombongan yaitu konsumsi, transportasi tiket kapal laut Aimere-Kupang dan Kupang-Aimere serta baju tim, jaket, kaos kaki, sarung tangan kiper, dan skin deker. Maka untuk sepatu pemain kami mohon anak-anak bawa sendiri karena kami kesulitan dan keterbatasan anggaran untuk membelinya, bagi kami yang penting dapat bertanding di tanah Timor. Kami berterima kasih juga pada Paguyuban Manggarai Mahasiswa Rahong Utara yang ada di Kupang. Kami dibantu semuanya selama kami di kupang,” Tutup Nova. (f61/f61)