Nilai Tukar Petani Juni 2019 Naik 0,87 Persen

oleh -122 views

Kupang- Suluhdesa.com Nilai Tukar Petani bulan Juni 2019 naik 0,87 persen. Ini artinya daya beli atau daya tukar petani lebih baik di bandingkan dengan pengeluarannya.

Nilai Tukar Petani ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan .

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia saat jumpa pers di ruang video conference BPS Provinsi NTT, Senin (1/7/2019).

Pada bulan Juni 2019 Nilai Tukar Petani ( NTP) di Nusa Tenggara Timur sebesar 105,92 dengan Nilai Tukar Petani masing-masing subsektor tercatat 105,43 untuk tanaman padi-palawija, 102,72 untuk hortikultura, 105,35 untuk tanaman perkebunan rakyat, 109,19 untuk peternakan dan 108,62 untuk perikanan.

“Ini menunjukan Nilai Tukar Petani Juni 2019 meningkat sebesar 0,87 persen jika dibandingkan dengan nilai tukar petani Mei 2019 berdasarkan hasil pemantaun harga-harga pedesaan di 115 kecamatan di NTT ,” jelas Maritje Pattiwaellapia.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar ( term of trade) petani di Pedesaan meningkat dibanding bulan sebelumnya. ‘Hal ini disebabkan adanaya peningkatan harga jual hasil pertanian dan penurunan harga konsumsi rumah tangga seperti bahan makanan,” urai Maritje

“ Pada bulan Juni 2019 di daerah perdesaan terjadi deflasi sebesar 0,08 persen, faktor pemicunya adalah adanya penurunan harga pada komoditas bahan makanan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Maritje Pattiwaellapia juga menjelaskan kebutuhan petani untuk biaya produksi terdiri dari bibit,obat-obatan dan pupuk, sewa lahan, pajak, transportasi, penambahan barang modal, upah buruh tani.

“Kebutuhan biaya produksi ini dihitung dalam bentuk indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal ( BPPBM). Secara rata-rata mengalami peningkatan 0,10 persen dibanding Mei 2019,” urai Maritje Pattiwaellapia. (Vir)