Viktor Laiskodat Terkesima Sopi Pura, Ingin Jadikan Pasokan Sophia

oleh -502 views
Gubernur NTT berada di antara tokoh Alor (Foto: Linus Kia)

SULUHDESA.COM – VBL Terkesima Sopi Pura, Ingin Jadikan Pasokan Sophia.

“Ketika catatan ini saya posting, menjelang pukul 00.00 Wita tengah malam Sabtu (8/6/2019), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) masih duduk berbincang dengan sejumlah orang hebat Alor di meja makan panjang terbuat dari bambu di halaman Gereja Warabu-Harilolong-Pura Timur, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor”, tulis Linus Kia di dinding akunnya.

Gubernur VBL didampingi Bupati Alor, Amon Djobo, Ketua Sinode GMIT, DR. Mery Kolimon, S.Th., dan sejumlah pejabat teras Pemprov NTT asal Alor, diantaranya Drs. Aba Maulaka, DR. Zet Soni Libing, Eden Kalakik, SE., M.Si dan Anggota DPRD NTT, Drs. Alexander Ena, M.Si.

Baca Juga:  Dinas Kominfo Malaka Gelar Persiapan Teleconference Gubernur NTT Bersama Bupati

Dalam acara makan-makan sambil bincang ini dalam rangka syukuran atas peresmian dan penthabisan Gereja Warabu Harilolong yang baru saja dilakukan VBL dan Pdt.Mery Kolimo.

Dalam rangkaian acara tersebut, VBL dinobatkan sebagai tokoh masyarakat setempat dan disuguhi sejumlah kenangan-kenangan, termasuk sopi, minuman lokal beralkohol khas Pulau Pura.

Gubernur VBL mencium aroma sopi yang dituang dalam cangkir tempurung kelapa, kemudian mencicipinya. VBL terkesima dan memuji kualitas sopi pura sehingga akan dijadikan pasokan utama untuk produksi sophia di NTT.

Baca Juga:  Pesan Kemanusiaan Covid-19 di NTT: Solider Dengan yang Terpapar, Harapan Tidak Boleh Hilang

Dan di luar agenda protokoler, Gubernur VBL spontan menegaskan bahwa dia dan dua putranya yang berusia 14 tahun dan 12 tahun bermalam di Harilolong- Pulau Pura. Warga setempat tentu bangga dan akan terus mengenang momentum malam ini.

Ketua Panitia Osias Donuisang dan Sekretarisnya Sem Obisuru bekerja ekstra mempersiapkan segala sesuatu agar malam itu Gubernur VBL dan anak2nya bisa tidur dgn nyaman dan akan terkenang Pulau Pura.

Untuk diketahui, Kecamatan Pulau Pura merupakan kecamatan satu pulau yang terdiri atas 1 kelurahan dan 5 desa, yaitu: Kelurahan Pura, Desa Maru, Pura Barat, Pura Selatan, Pura Timur dan Pura Utara. Kebanyakan pendudukannya menggantungkan hidup sebagai nelayan dan penyadap nira lontar untuk dibuat tuak manis dan sopi pura.

Baca Juga:  Viktor Bungtilu Laiskodat Lounching Sophia

Letaknya yang satu pulau kecil terpisah dari Alor dan Pantar, membuat kecamatan ini masih terbatas sumber penerangan listrik dan terutama air minum bersih menjadi masalah pelik yang sangat dirasakan, terkadang mereka mengambil air minum ke pulau Alor menggunakan sampan atau perahu motor berukuran kecil. ***

Reporter: Linus Kia