Tanaman Hias Menjadi Primadona Untuk Perkembangan Ekonomi di Desa Nglurah

oleh -224 views
Tanaman hias di Desa Nglurah (Foto: Trubus.Id)

SULUHDESA.COM – Tanaman hias memiliki potensi pasar ekspor yang terbuka lebar. Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi mengatakan terdapat 173 jenis tanaman hias dengan ribuan jenis varietas yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya yang tengah dikembangkan di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Suwandi mengatakan desa tersebut memiliki 130 jenis tanaman hias. Kementan hingga kini terus mendorong sentra-sentra tanaman hias sejenis di daerah lain agar produksi dan volume ekspor semakin meningkat setiap tahunnya sekaligus perkembangan ekonomi di Desa Nglurah. Tanaman hias biasanya tumbuh subur di dataran tinggi, seperti di Brastagi, Solok, Puncak, Lembang, Tawangmangu, Batu Malang, dan lainnya. Tanaman hias yang dikembangkan cukup banyak, yakni sebanyak 80 jenis.

Baca Juga:  Inovasi Pertanian Oleh BPTP NTT Memberikan Keuntungan Kepada Para Petani

Sementara itu, Wagimin salah seorang petani tanaman hias dari Kelompok Tani Taman Sari, Desa Nglurah, Tawangmangu mengatakan dirinya sudah lama menggeluti budidaya tanaman hias yang jenisnya pun bermacam-macam untuk menunjang ekonomi di Desa Nglurah. Selain Wagimin, ada juga Heru yang merupakan petani bunga Krisan di Desa Lebak, Kecamatan Tawangmangu mengatakan bahwa dirinya sudah 8 tahun bertani tanaman hias Krisan dan memiliki 10 jenis bunga Krisan. Bahkan, menurutnya setiap seminggu bisa panen 250 ikat yang terkadang sehari bisa mencapai 100 ikat dengan harga Rp 25.000 perikat.
Sebagai informasi, kawasan ekonomi di Desa Nglurah tersebut tidak hanya menjadi sentra budidaya tanaman hias, tetapi juga sentra budidaya sayur-sayuran. Ada pun sayurannya seperti sayuran organik pockcay capri, seledri dan berbagai jenis sayuran lainnya.