Seorang Kades, Tokoh Desa di Blitar yang Menginspirasi Warganya

oleh -424 views
Kepala Desa Serang
Dwi Handoko Pawiro, Kepala Desa (Kades) Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar (Foto : Detik.com)

SULUHDESA.COM – Namanya adalah Dwi Handoko Pawiro, Kepala Desa (Kades) Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Meski menjadi seorang tokoh Desa di Blitar yang terkemuka, ia justru menolak maju ke panggung politik dan memilih membangun kampung kelahirannya. Seorang pria yang akrab disapa Handoko ini sebenarnya baru menjabat sebagai kades di tahun 2014. Namun dalam kurun waktu singkat, ia telah menelurkan banyak inovasi, di antaranya memulai kerjasama dengan Perhutani untuk mengelola lokasi wisata Pantai Serang, membuat konservasi tukik dan mengembangkan peternakan kambing dari anggaran dana desa.

Baca Juga:  Kementan Ajak Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Inti dari pemikirannya kala itu hanyalah memperbaiki potensi luar biasa dari destinasi wisata yang ada di desanya, yaitu Pantai Serang. “Saya niatkan hati untuk mengabdi pada tanah kelahiran saya. Hidup ini hanya sekali. Minimal kita harus bermanfaat untuk tanah kelahiran kita,” jelas Handoko. Apalagi tokoh Desa di Blitar, Handoko melihat 80 persen warganya menggantungkan hidup dari berladang di sawah tadah hujan. Jika musim kering tiba, berarti warga juga ‘puasa’. Gaplek atau ketela yang dikeringkan pun menjadi bahan pangan utama. Jika tidak, pada akhirnya mereka memilih menjadi TKI. “Desa ini walaupun dekat pantai, tapi yang jadi nelayan sangat sedikit. Selebihnya ya nggarap ladang. Kami punya lahan ladang selas 772 hektare,” paparnya.

Baca Juga:  Kementan Ajak Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT
Perlahan tapi pasti, terobosan-terobuosan kegiatan yang digagas Handoko tokoh Desa di Blitar telah membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga. Bahkan ia menginspirasi para pemuda untuk menjadi pengusaha. Saat ini tercatat sebanyak 150 warga menjadi wirausahawan. Sebagian besar mereka membuka wisata kuliner di sepanjang bibir pantai sejauh 2 km. Ada juga yang membuka tempat penyewaan ATV, tenda dan perlengkapan camping lainnya
Baca Juga:  Kementan Ajak Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT