Jajanan Tempoe Doloe, Kuliner di Desa Ngadiprono, Kedu

oleh -125 views
pasar desa ngadiprono
Kuliner tempo doeloe mendominasi Pasar Desa Ngadiprono, Kedu, Jawa Tengah (Foto: Tempo.co)

SULUHDESA.COM – Di tangan Fransisca Callista dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Spedagi, kebun bambu di pelosok Temanggung, Jawa Tengah, yang telah ditinggalkan masyarakat kini diubah menjadi desa wisata. Desa wisata andalan kuliner di Desa Ngadiprono tersebut dikembangkan sejak 2017 untuk upaya revitalisasi. Dulunya, masyarakat memanfaatkan kebun tersebut sebagai tempat pembuangan sampah. Orang-orang desa tak melihatnya sebagai kawasan yang potensial. Bersama LSM-nya, Fransisca lantas mengedukasi masyarakat untuk menyulap Papringan menjadi tempat pelancongan. Tujuannya, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membentuk wilayah konservasi.  Masyarakat digandeng untuk mengubah hutan menjadi pasar rakyat bertema bambu. Konsep yang diusung adalah pasar tempo dulu. Pasar bambu merupakan pasar yang menyajikan sejumlah kuliner masa lampau.

Baca Juga:  Leko Ena, Wisata Pantai Selatan Aimere-Inerie yang Indah

Pedagangnya 100 persen masyarakat setempat. Bahan utamanya dari komoditas yang ada di desa itu. Misalnya singkong, jagung, dan umbi-umbian.  Adapun jajanan kuliner di Desa Ngadiprono dimasak dengan sehat, tak menggunakan pengawet atau pemanis buatan. “Kami ingin mengenalkan pengunjung dengan makanan yang benar-benar sehat,” ujar Fransisca. Masyarakat pun diajari mengolah kuliner tradisional menjadi penganan bintang lima. Tentu tanpa menghilangkan keasliannya. Uniknya, makanan itu disajikan dengan wadah piring dari bambu dan daun. Tak ada penggunaan plastik. Sebab, Fransisca dan timnya ingin mengedukasi masyarakat dan pengunjung tentang meminimalkan penggunaan plastik.

Selain menjadi tempat jajanan kuliner di Desa Ngadiprono tradisional masa lampau, Pasar Papringan menjadi wadah masyarakat menjual beragam kerajinan tangan dari bambu. Misalnya keranjang, tampah, dan permainan tradisional zaman dulu. Nilai jual kerajinan tangan itu diupayakan naik berkali-kali lipat daripada nilai aslinya bila masyarakat menjual di pasar umum.